My enemy My husband

My enemy My husband
S2 Di luar nalar



Pagi hari pun tiba, kalau biasanya pengantin baru akan bangun kesiangan, tapi tidak dengan Kean dan Kyara, mereka justru bangun pagi seperti biasa. Keduanya berjalan bersama menuju ke bawah untuk sarapan.


Anzel memicingkan matanya menatap kakak dan kakak iparnya yang sedang berjalan menuruni anak tangga. " Dad, Kyara ko seger banget ya gak kaya abis kelelahan gitu? " bisik Anzel pada sangat Daddy yang duduk di sebelahnya.


" Iya, ya. Jangan-jangan mereka belum kikuk kikuk. " sahut Razel menimpali.


" Daddy Lihat deh muka bang Kean, agak menyedihkan ya ,kusut gitu kaya kemeja belum disetrika, Jangan-jangan belum berhasil membobol gawang. Pasti Kyara masih marah karena di nikahin dadakan. " ucap Anzel sambil terkekeh.


" Hush, kalian tuh pagi-pagi gosip aja. Udah nanti Kean dengar gak enak tau. Mungkin sekarang dia lagi pusing karena Kya masing ngambek." Kata Mommy Kimmy yang tak habis pikir dengan suami dan putranya yang malah membahas malam pertama sang putri.


" Eh, bang Kean. Wiiihhh seger amat, nyenyak ya tidurnya semalem. Abis berapa ronde? " sindir Anzel saat Kean duduk di hadapannya.


Kean menatap tajam adik iparnya itu, sungguh kata-kata Anzel menusuk hatinya, bagaimana tidak semalam ia hanya tidur tanpa melakukan apapun dan yang lebih parahnya lagi Kyara mengenakan lingerie yang sangat sexy, sungguh membuat matanya ternoda semalaman, tapi apa boleh buat Kyara belum ingin dia sentuh, sepertinya istrinya balas dendam padanya, pikir Kean. Membuatnya sangat tersiksa , bahkan tidurnya tak nyenyak dan sangat gelisah. Berbeda dengan Kyara yang tidur dengan sangat tenang,seolah-olah menikmati penderitaan Kean membuat tidurnya semakin nyenyak.


" Baru tidur jam 5 pagi. Entah lah berapa ronde. " Sahut Kean asal, sepertinya ia lupa bahwa ada Daddy dan Mommy mertuanya yang juga sedang menikmati sarapannya.


" Ehem.. " Kyara berdehem, membuat Kean menoleh ke arahnya tanpa rasa bersalah.


" Kenapa, tenggorokanmu gatal ? Kamu mau minum? " Entah pura-pura bodoh atau benar-benar bodoh, pikir Kyara. Suaminya sama sekali tak mengerti Kode sepertinya. Maksud Kyara ingin agar suami nya tidak menanggapi pertanyaan Anzel yang unfaedah itu, kenapa di kira ia ingin minum.


" Sarapan dulu, ngobrol terus nanti gak selesai-selesai makannya. " kesal Kyara.


**********


Kyara baru saja mengandung di usia pernikahan nya bersama Kean yang menginjak 2,5 tahun, Ia memutuskan menunda kehamilan karena ingin fokus menyelesaikan kuliahnya saat itu.


Semenjak usia kehamilan Kyara menginjak 3 bulan Kean dan Kyara pun memutuskan tinggal di kediaman Daddy Razel selama Kyara hamil, agar ada banyak orang yang menemaninya selama Kean di kantor dan tentu agar Kyara tak merasa bosan di rumah sendirian. Kean sangat senang saat Kyara mememintanya tinggal sementara waktu di kediaman sang Daddy, karena bukan hanya dia yang di repotkan dengan masa ngidam Kyara, tapi tentu dengan adik iparnya juga yang terkadang masih menjadi musuhnya itu.


" Kalian kapan sih pindah ke rumah sendiri, kalau sampai lahiran si Kakky di sini terus, ini sih sama aja menyiksa gue. " sindir Anzel .


bugh


Kyara melempar bantal sofa yang ada di depannya, tepat mengenai wajah tampan sang adik.


" Ini tuh demi ponakan tau, lagian baru juga tiga bulan gue di sini. "


" Terus gunanya bang Kean buat apa? masa yang enak dia yang susah gue. " kesal Anzel sambil menatap sinis pada kakak iparnya yang kurang akhlak itu.


Tak sampai di situ, bahkan Kyara sempat membuat Kean frustasi karena istrinya meminta Kalan mengelus perutnya, sumpah Demi apapun Kean ingin sekali menghajar Kalan saat berani menyentuh perut istrinya, kalau bukan karena Kyara yang mogok makan karena Kean melarangnya, mungkin sampai mati pun Kean tak akan mengijinkannya.


Dan yang lebih parah Kyara menyuruhnya tidur di kamar lain karena dia merasa kesal tiap kali melihat wajah sang suami, tapi saat Kyara terbangun ditengah malam justru ia menangis ketika melihat sang suami tak tidur di sisi nya, sungguh membuat Kean pusing bukan main.


" Bang Ke di repotin ya wajar suaminya, lah gue? ikut menanam saham engga, eh aku di repotin terus. " kesal Anzel kalau mengingat betapa merepotkannya keponakannya yang belum lahir itu, belum lahir saja membuat Anzel tersingkir bocah di dalam perut kakaknya sudah menjadi saingannya sejak dini. Bagaimana tidak, kalau Anzel tak menuruti keinginan sang kakak sudah pasti ia yang akan di marahi Mommy dan Daddy nya, yang ada orang tuanya akan ceramah panjang kali lebar.


Di saat lelah baru pulang kuliah Anzel terpaksa harus mengendarai mobilnya untuk ke Bandung membeli seblak dan serabi di sana, tapi saat Anzel membawanya kakaknya tak ingin lagi memakannya dengan alasan sudah dingin, sudah tidak enak, atau sudah tidak ingin lagi. Betapa menjengkelkannya Kyara tiap meminta di belikan sesuatu olehnya.


Bahkan saat Anzel sedang berkencan dengan Vio bisa-bisa nya sang kakak menyuruhnya pulang hanya karena ingin Anzel membuatkannya jus, hal yang sangat tidak penting menurut Anzel sampai membuat dia pulang lebih awal dari kencannya bersama Vio.


Yang paling ekstrem kakaknya meminta Anzel ke kampus dengan menggunakan baju pilihannya dan tentu dengan pilihan baju dan celana berwarna-warni yang paling tidak di sukai Anzel, karena ia hanya suka dengan warna hitam saja. Malu luar biasa, bahkan Kyara meminta Vio merekam Anzel agar adiknya itu tak mengganti bajunya di kampus tanpa sepengetahuan Kyara.


pletak


Kyara menyentil kening adiknya, tak Terima dengan ucapan sang adik. Semenjak hamil Kyara semakin mirip dengan singa betina. Wanita hamil itu lebih cepat marah, belum hamil aja audah bar-bar semenjak hamil bayangkan saja sendiri, dia semakin tak terkendali.


" Sakit, dasar singa betina. " kesal Anzel sambil mengusap keningnya yang cukup sakit dengan sentilan Kyara yang Anzel pikir menggunakan tenaga dalam ditambah dengan dendam yang terpendam.


" Makanya kalau ngomong jangan asal. " Kyara bangkit dari duduknya mengajak sang suami ke kamar karena rasanya nya darahnya mendidih berhadapan dengan Anzel.


" Inget, gue mau tunangan jadi jangan bikin gue repot. " teriak Anzel saat sang kakak berjalan menuju kamarnya. Ia takut sang Kakak akan meminta macam-macam menjelang hari pertunangannya.


Anzel terus saja merengek ingin menikah dengan Violetta tentu sebagai orang tua Razel ingin sang putra menyelesaikan kuliahnya lebih dulu lalu bekerja di perusahaan, karena tentu Anzel lah yang akan menjadi penerusnya karena Kyara tak diijinkan bekerja oleh Kean. Razel ingin Anzel fokus belajar banyak hal dulu sebelum mengambil alih perusahaan. Karena tak mudah menjadi seorang pemimpin.


Maka dari itu Razel dan Kimmy memutuskan Anzel dan Vio bertunangan lebih dulu, dan selesai kuliah nanti baru lah mereka menikah.


.


.


...****************...


maaf baru sempat Up.. di karenakan sibuk beberapa hari ini πŸ™


Novel nya akan segera tamat, nanti akan ada novel yang baru. Tungguin yaa 😊