
Tiga bulan kemudian
Kimmy dan Razel sudah tinggal di apartemen, mereka juga sudah mengadakan resepsi pernikahan secara mewah di hotel milik Razel dua bulan yang lalu.Keduanya pun semakin mesra dan semakin bergairah setiap harinya. Merasa tak pernah puas mereka selalu melakukan olah raga ranjang kapan pun dan dimana pun mereka inginkan.
Seperti sekarang mereka baru saja selesai melewati sesi panas percintaan mereka di kantor Razel atas permintaan sang suami.
" Makasih ya sayang, udah mau main di kantor." kata Razel setelah merapikan kemejanya dan sekarang duduk bersandar di sofa bersama sang istri yang juga sudah merapikan dress yang ia kenakan tadi.
"Nanti mau coba dimana lagi ya yang? di setiap sudut rumah udah, di kamar mandi udah, di kantor udah, di mobil belum coba kita yang atau di area terbuka?" ucap Razel sambil mengecup bibir kimmy sekilas.
" Kamu makin hari makin mesum aja sih Ka, ngaco aja masa mau di area terbuka, nanti di grebek warga gimana? emang ga malu dilihatin orang nanti." protes Kimmy sambil mengerucutkan bibirnya.
" Maksudnya bisa aja kan di tengah hutan sayang di dalam tenda atau di area sungai mungkin. nanti aku tinggal suruh Juna buat menjaga di area sekitar biar ga ada yang berani lihat. gampang kan?"
" Tau ah kak Razel makin ngawur aja sekarang." cetus kimmy sambil menggelengkan kepalanya. Entah apa yang dipikirkan suaminya, semakin hari semakin mesum dengan pikiran liarnya.
" Kak, lusa kita jadi kan bulan madu bareng Tia sama junet?" tanya Kimmy antusias.
Tia dan Juna sudah menikah seminggu yang lalu, rencananya mereka akan honeymoon ke Bali lusa, Kimmy yang sampai sekarang belum bisa berbulan madu karena ke sibukkan sang suami, akhirnya merengek kepada Rezel untuk berbulan madu juga.
" Jadi dong sayang." kata Razel sambil mengelus rambut panjang sang istri yang kini sedang bersandar di dada bidang miliknya.
" Awas aja kalo batal lagi kaya kemarin, ada meeting dadakan lah, ada masalah kantor lah, ada aja." gerutu sang istri.
" Kali ini engga, pasti jadi sayang. Aku akan cancel semua pekerjaan aku demi kamu." rayu Razel
" Kan kita honeymoon sayang, nanti kalau Brian mendengar suara-suara laknat gimana? kasian kan ga ada lawannya? " kekeh Razel.
" Kita sama Tia di kamar atas aja Kak, biar Kak Brie sama Sherlin di lantai bawah kamarnya jadi mereka ga mendengar suara-suara laknat kita."
Razel menghela napasnya mendengar perkataan sang istri, Ia tau bahwa Kimmy mendukung Brian untuk menjadi kekasih Sherlin, tapi ia bingung bagaimana dengan Dikta yang juga memang menyukai Sherlin.
" Kok diem Kak. " tanya Kimmy yang sudah memasang wajah tak bersahabat. " kamu ga rela Kak Brie pacaran sama Sherlin?
" Bukan gitu sayang, aku ga masalah ko mau Sherlin pilih Brian atau Dikta. kan bukan urusan aku. udah yah jangan marah, kamu boleh lakukan apapun yang kamu mau, kita ajak Brian dan Sherlin juga, oke? "
" Nah gitu dong! "
cup
Kimmy mencium bibir Razel sekilas karena merasa senang sang suami mendukungnya untuk menjodohkan Brian dan Sherlin.
" Pulang yuuk yang, aku makin ga tahan, masa kita mau main di sini lagi."
Kimmy terkekeh dengan sang suami yang sangat mudah terpancing, akhirnya mereka pulang menuju apartemen.
...****************...