My enemy My husband

My enemy My husband
Hanya singgah



" Ka Brie mau bicara apa sama aku dan Tia?" Tanya kimmy. Brian meminta kimmy dan Tia menemuinya di restoran yang berada di sebuah mall di kawasan jakarta. Karena hari ini adalah hari minggu dan juga hari terakhirnya berada di jakarta, Brian harus kembali ke kota B karena esok ia harus kembali kuliah.


" Aku ingin minta tolong sama kalian, selama aku kuliah di kota B aku ingin mempercayakan urusan cafe sama temanku untuk sementara waktu dan aku ingin kalian membantunya untuk menata cafe itu. Gimana kalian bersedia membantu ku? " Tanya Brian ragu - ragu.


Kimmy dan Tia saling pandang lalu mereka berdua tersenyum dan menoleh kepada Brian sambil menganggukkan kepalanya tanda setuju.


" Ka Brie jangan khawatir, kakak fokus aja sama kuliah dan cafe kakak yang berada di kota B, untuk cafe yang di sini kakak percayakan aja sama teman kakak, aku dan Tia. " ucap kimmy meyakinkan Brian.


" Iya ka Brian tenang aja, semua pasti beres sama kita ko." Tia ikut menimpali.


" Kamu terlihat makin dewasa aja Ti . Pacar nya udah ada berapa?" Kekeh Brian.


" Si tiang listrik mah bukannya keliatan dewasa ka Brie, dia itu udah kaya tante-tante dandanan nya ." Ledek kimmy pada Tia.


Tia merengut kesal saat kimmy meledeknya.


" Eh kimchi gue itu dandan begini juga udah ada yang nyantol, lah elo udah usaha mati-matian ampe kursus masak dan lainnya tetep aja ga bisa bikin Razel........." Tia tidak jadi meneruskan ucapannya saat mulutnya dibekap oleh tangan kimmy.


" Diem ga loe, atau gue lakban nih mulut." Kimmy berbisik pelan agar Brian tak mendengarnya.


Kimmy sudah menceritakan semua yang terjadi padanya dan Razel kemarin, meski tak mengakui secara gamblang, dari situ Tia bisa menarik kesimpulan, kalau sang sahabat sebenarnya menaruh hati pada Razel, meski masih ada keraguan didalamnya. Hubungan yang rumit, tertahan ragu dan gengsi.


Brian memicingkan matanya menatap Tia dan kimmy. Kimmy melepaskan tangan nya yang tadi membekap Tia dan sekarang melemparkan tatapan tajam yang siap membunuh pada Tia, mata itu berkata bahwa Tia harus diam dan tak memberitahu Brian tentang semuanya.


" Gak usah di denger omongan Tia ya ka, dia kalo ngomong suka ngelantur." Sahut kimmy sambil terkekeh.


" aku harap kamu tidak terlalu dekat dengan Razel." Kata Brian tanpa basa-basi.


Kimmy menautkan alisnya dengan tatapan bingung mendengar ucapan Brian.


" Hatinya sudah terikat dengan seseorang, kamu tau kenapa Razel tak pernah punya kekasih selama ini? Karena Razel sekarang sedang menunggu sherlin untuk kembali kesini." Dia datang padamu hanya utk singgah bukan untuk menjadikanmu tujuan". Jelas Brian.


"Ka Brie tau dari mana semua itu?" Tanya kimmy penasaran.


" Sepupuku kuliah di kampus yg sama dengan sherlin dan mereka berteman. "


Hati kimmy serasa diremas dengan kuat mendengar ucapan Brian.


"Aku hanya menganggap razel teman tak lebih, ka Brie tak perlu khawatir." Ucap kimmy lirih.


Saat mereka tengah asik berbincang Razel menghampiri mereka. Tanpa basa basi ia menarik kerah baju Brian.


"ngomong apa loe sama kimmy. Udh gue bilang kan jangan ikut campur urusan gue. " Ucap Razel dengan wajah yang sudah merah padam.


Bagaimana ia tak marah, pada saat akan menghampiri kimmy, Razel mendengar dengan jelas apa yang dikatakan Brian. Seketika itu pula darah nya langsung mendidih dan tangan nya mengepal erat.


" Dan gue juga udh bilang sama loe jangan keluar jalur. " Sahut Brian tak kalah tegas.


Brian menghempaskan kasar tangan razel yg msh mencengkram kerah baju nya.


" Ka udh pulang yuuk." Kimmy menarik tangan razel untuk keluar dr restoran sebelum pria itu membuat keributan yang lbh parah lagi.


Kimmy meninggalkan Brian dan Tia tanpa sepatah kata pun.


...****************...