
dua minggu kemudian
" Selamat ya kak grand opening nya sukses." ucap kimmy sambil mengulurkan tangan nya pada Brian.
Brian menyambut uluran tangan kimmy.
" Makasih ya kim, ini berkat bantuan kamu dan Tia juga. " Brian tersenyum simpul.
" Hai kak Brie, congrats untuk cafe baru nya." Tia ikut menyelamati Brian.
" Ini juga berkat kamu Ti, itu siapa Ti? Brian mempertanyakan pria yang ada di sebelah Tia saat ini.
" oh iya, kenalin kak Brie, ini oppa juna pacar aku." ucap Tia memperkenalkan juna pada Brian.
mereka berdua bersalaman dan saling memperkenalkan diri.
" Kim ka Razel mana ko ga dateng ya? tanya Tia penasaran.
" Mana gue tau, kan gue bukan pacarnya." ketus kimmy.
setelah berbicara pada kimmy, Tia langsung menghampiri juna yang tengah berbicara dengan Brian dan langsung menarik juna agar mengikutinya. mereka berbicara di tempat yang aga sepi jauh dari kimmy dan Brian.
" Chagiya kenapa sih narik-narik tangan aku? " tanya juna dengan raut wajah bingung saat Tia mengajaknya ke sudut ruangan yang aga sepi.
" Jangan macam-macam ya Ti, aku ini masih perjaka. aku masih polos."
plak
satu pukulan mendarat di lengan juna " Oppa tuh mesum deh pikirannya, tapi boleh juga sih." kekeh Tia.
" Aku itu punya rencana, gimana kalo kita hubungin kak Razel supaya datang kesini. bilang aja kak Brian berencana mau nembak kimmy malam ini." ucap Tia menaik turunkan alisnya.
" Tenang aja chagiya, aku udah hubungin Razel dan sekarang dia lagi di jalan, paling bentar lagi sampai." sahut Juna.
Tia menautkan kedua alisnya mendengar apa yang juna bicarakan " Ko dia mau emang kamu bilang apa oppa?"
" Aku cuma ngirimin foto ini ke Razel." ucap Juna sambil memperlihatkan ponselnya pada Tia, dimana ada foto Brian yang sedang berbisik di telinga kimmy, karena pengambilan gambar dengan angle yang bagus, jadilah foto itu terlihat seperti Brian yang tengah mencium pipi kimmy.
" Yaudah kita balik ke meja yuuk, nanti kimmy sama Brian nyariin. " ujar juna.
" Dari mana aja kalian? " tanya kimmy saat Tia dan Juna menghampirinya.
" Biasa kim, pacaran dulu lah! emang loe mau gue mesra-mesraan di sini, sementara loe jadi obat nyamuk. nanti loe pengen gimana? " ledek Tia.
" Tenang Ti, kan ada aku kalo kimmy pengen mesra-mesraan juga. Ya kan kim?" tanya Brian menaik turukan alisnya.
" Mesra-mesraan mata loe ! " sahut Razel yang baru saja datang mendekati meja dimana kimmy dan Brian berada, Razel langsung mengambil posisi duduk di hadapan kimmy.
sebenarnya dia sudah ingin mengamuk pada Brian karena melihat foto yang di kirimkan juna, tapi ia tak mau membuat keributan yang justru akhirnya akan membuat kimmy lagi-lagi marah padanya dan meminta mengakhiri semuanya.
" kata nya ga mau dateng, tapi sekarang ada di sini juga." cibir kimmy.
" Aku tadi kebetulan lewat karena habis beli kue kesukaan mama deket sini juga, karena penasaran aku jadi mampir cuma mau liat serame apa grand opening nya." Bohong Razel.
" gak pa pa kan Brie gue ada di sini?" tanya Razel berbasa-basi.
" heeemmm, gak masalah ko." ucap Brian dengan senyum menyeringai.
Razel menatap tajam Brian, ia merasa aneh dengan senyum Brian barusan. Dia merasa ada yang Brian rencanakan, entah apa. sampai akhrinya suara Brian membuyarkan lamunan nya.
" Kim ada yang ingin aku bicarakan." Brian mengambil tangan kimmy dan menggenggam nya.
Razel yang melihat itu pun langsung mengepalkan tangan nya erat di bawah meja, Tia dan juna yang melihat kejadian itu hanya mampu saling lirik.
" Ka Brie mau bicara apa? kimmy bertanya tanpa melepas genggaman tangan Brian, membuat Razel semakin kesal.
" Kita udah lama saling kenal, saling nyaman sejak dulu, mungkin dulu aku memutuskan untuk tetap bersahabat dengan kamu, tapi engga dengan sekarang kim, aku mencintaimu dan aku ingin kita lebih dari sahabat."
Razel langsung bangkit dari duduk nya ia menggebrak meja dengan mata melotot tajam mendengar pernyataan cinta Brian. belum sempat Razel melayangkan protes, tiba- tiba suara seorang wanita mengejutkannya.
" Hai semua." ucap wanita itu. sontak mereka semua menoleh ke arah sumber suara itu.
...****************...