
hailen mantap pantulan dirinya melalui cermin didepannya, dia sudah siap dengan gaun mewah yang melekat pada dirinya dan riasan make up yang natural tetapi sangat terlihat cantik. hari ini dia akan menikah dengan lelaki yang dijodohkan oleh appanya itu yang tak lain adalah musuhnya yang tidak ingin ia lihat lagi, dia masih sangat membenci pria itu.
"wah.. liat menantu ku, sangat cantik. melebihi dewi yang sangat cantik" tiba tiba eomma dan ibu hailen sudah masuk ke ruang rias hailen.
"hehe ibu berlebihan" jawab hailen dengan sedikit tersipu dengan pujian ibu mertuanya ibu.
"benar sayang, kamu sangat cantik.
ayo.. appamu sudah menunggu" jawab eomma hailen.
~
appanya mengandeng tangan hailen untuk berjalan keatas altar, hailen melihat banyak sekali tamu undangan yang menghadiri pernikahannya dan dia juga melihat sahabatnya dari amerika, tapi kebanyakan dari teman bisnis appanya dan ayahnya kris wu, mungkin juga dari teman teman kris wu.
'oh tuhan... inikah jalan hidupku?' batin hailen.
pupus sudah angan-angan hailen tentang pernikahan romantis dengan pria yang dia cintai... angan-angan itu harus di kubur jauh.
seketika langkah hailen dan appanya berhenti .. kemudian appa hailen menyerahkan tangan hailen kepada kris wu,
"jaga putriku baik-baik kris wu, aku percaya padamu".
"ne.. appa yaksoke" ujar kris wu dengan mantap.
hailen perlahan mengangkat wajahnya dan menatap kris wu, mata mereka bertemu .. 'dia tampan' batin hailen.
kris wu tersenyum kecil kepada hailen sembari mengeratkan genggamannya pada jemari hailen seakan haileb akan lari darinya.
kemudian kris wu menuntun hailen ke hadapan pendeta untuk mengucapkan janji suci pernikahan.
"kris wu apa kau bersedia akan menjaga jang hailen dalam suka maupun duka dan selalu mincintainya hingga maut memisahkan" ujar pendeta kepada kris wu.
"saya bersedia" jawab kris wu.
"jang hailen apa kau bersedia akan melayani kris wu dan bersamanya dalam suka maupun duka, selalu mempercayainya dan selalu mencintainya hingga mau memisahkan"
"sa-saya bersedia" jawab hailen dengan terbata-bata.
setelah mengucapkan janji suci pernikahan, pendeta mengintruksikan kris wu dan hailen untuk berciuman.
hailen mulai gugup, kenapa bisa dia lupa kalau akan ada sesi ciuman. hailen memandang kris wu dengan pikiran kacau, kris wu melihat dengan tatapan tajam ke arah hailen, sedetik kemudian dia meraih pinggang hailen untuk mendekat kearahnya dan mengangkat sedikit dagu hailen kemudian mengecup kilat bibir hailen.
seketika mata hailen membulat 'apa yang baru saja dia lakukan' batin hailen. namun kris wu malah tersenyum kepada hailen setelah menjauhkan wajahnya dari hailen.
malu .. hailen sungguh malu berciuman di depan orang banyak.
walaupun hailen berkuliah di amerika, dan hailen sudah biasa melihat orang ciuman bahkan yang lebih hot dari yang hailen lakukan. tapi hailen tetap merasa malu jika dia yang melakukannya terlebih lagi itu adalah first kiss hailen.
wajah hailen seketika memerah saat mendengar riuh tepuk tangan para undangan. appa dan eomma hailen terlihat sangat bahagia, terlebih lagi dengan kedua mertuanya yang tak kalah bahagia.
"welcome to my life hailen." bisik kris wu tepat di telinga hailen. jujur hailen merinding saat merasakan desahan nafas kris wu di telinganya. seketika hailen menoleh kepada kris wu, kris wu tersenyum kepada hailen senyumnya terlihat sangat tulus berbeda dengan kris wu dulu. apa senyum tulusnya juga menggambarkan tulus hatinya, atau itu sebagai topeng untuk menghancurkan hailen lagi.
\*\*\*
#kira-kira ada yang menyukai cerita aku ini ngak ya?