
udah lama banget aku ngak update cerita ini lagi, sumpah aku sedikit udah lupa dengan alurnya. karena masih ada yang nunggu cerita ini maka aku putuskan untuk melanjutkannya. semoga aja ceritanya masih nyambung.
**happy reading**
disinilah hailen dan kris wu sekarang dengan keluarga hailen, sedang menikmati makan malam yang dimasak oleh eomma hailen.
yaahhh,, hampir saja mereka melakukan sesuatu tadi jika eomma nya tidak mengetuk pintu kamar mereka untuk menyuruh Meraka makan malam. kejadiaan itu masih membuat wajah hailen sampai sekarang memerah dan terasa panas.
"kenapa dengan pipimu sayang, kenapa memerah, apakah kamu sakit?" ucap eomma hailen sambil memegang pipi anaknya itu.
"iya, ada apa dengan wajahmu sayang" lanjut appa hailen.
"anni eomma appa, aku baik-baik saja hanya cuacanya rasanya agak panas hari ini hehe" jawab hailen sambil tersenyum kikuk, hal itu tidak luput dari perhatian kris wu, dia gemes sendiri dengan tingkah istrinya itu.
"apakah kalian akan menginap disini malam ini?" tanya appa hailen saat selesai makan malam.
"anni appa, lain kali kami akan menginap disini" ucap kris wu dan diikuti anggukan oleh hailen.
"baiklah, lain kali jika kalian tidak sibuk menginaplah disini" kata eomma hailen.
~
sesampainya di apartemen kris wu memarkirkan mobilnya di loby.
dan melihat kesamping dimana hailen sudah tertidur dengan nyenyak, karena tidak tega untuk membangunkan hailen dengan senang hati kris wu menggendong hailen ke kamar apartemen mereka.
lalu kris wu meletakkan hailen keatas tempat tidur dengan pelan dan hati-hati, takut istrinya itu akan terbangun. lalu kris wu manarik selimut untuk menyelimuti sebagian tubuh hailen dan juga ikut tidur disamping hailen sambil memeluk istrinya itu.
~
seperti biasa setiap paginya hailen terbangun didalam dekapan kris wu.
setelah selesai dengan kegiatan memasaknya hailen menuju kamar mereka untuk membangunkan kris wu.
"kris wu,,, ayo bangun.!!!
kamu akan terlambat ke kantor"
"5 menit lagi sayang,, aku masih mengantuk"
"pokoknya kamu harus bangun"
"ok. tapi beri aku morning kiss dulu" ucap kris wu. yang lansung dihadiahi ciuman di pipi kanannya oleh hailen.
"terimakasih istriku sayang" kata kris wu sambil mencium pipi kanan dan kiri istrinya lalu berlalu ke kamar mandi, sementara itu hailen menuju lemari dan menyiapkan setelan baju kantor yang cocok untuk suaminya lalu memilihkan dasi maron garis-garis dan jam tangan.
~
sekitar jam 23 kris wu baru pulang dari kantor karena ada kerjaan yang harus segera diselesaikan.
ketika masuk kamar kris wu menemukan hailen yang sudah tertidur dengan lelap.
kris wu memutuskan untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu, lalu keluar dari kamar mandi dengan handuk yang masih melilit pinggangnya dan rambut yang masih basah.
kris wu mendekati hailen dan melihat wajah istrinya itu dengan lamat tanpa sadar dia semakin mendekatkan wajahnya kepada hailen dan mencium bibir hailen dengan lembut.
hailen terbangun karena merasa ada yang menetes ke wajahnya, seketika matanya membulat ketika ada sesuatu yang lembut menempel di bibirnya.
yapp... itu bibir kris wu, dia sedang mencium bibir hailen.
tak ada pergerakan baik dari hailen maupun kris wu, bibir mereka hanya saling menempel, walaupun hanya menempel tapi itu sukses membuat darah mereka berdesir.