
Hampir setahun sudah hubungan Anzel dan Vio berjalan, mereka pun semakin mesra setiap hari , tapi Anzel belum juga menceritakan kedekatannya dengan gadis cantik tersebut. Entah apa yang ia pikirkan sampai masih merahasiakannya dari Daddy dan Mommy nya.Kini keduanya baru saja lulus sekolah menengah atas.
" Sabar ya, Kal. tinggal loe sama Dean di sini, yang akur jangan berantem mulu. " ledek Anzel yang tau bagaimana hubungan kakak beradik itu.
" Kaya loe sama Kya engga aja. Loe juga kaya tom and Jerry. " cibir Kalan.
" Yang penting sekarang gue udah punya sandaran hati yang bisa menenangkan gue kalau lagi kesel sama Kya, emang kaya loe jomblo abadi." ledek Anzel.
.
-
,
" Lusa jadi sayang kita ke pesta perpisahan di tempat Reno? " tanya Vio memastikan. Karena salah seorang teman sekelas mereka mengadakan pesta kelulusan di kediamannya.
" Mau nya sih berduaan aja sama kamu Honey. Bermesraan,liburan ke pantai. Enak kali ya. " Sahut Anzel yang otaknya sudah memikirkan hal yang enak-enak.
Vio mencebikkan bibirnya mendengar khayalan Anzel yang mesum itu.
" Gak usah macem-macem ya Hon, aku belum mau nikah muda. "
" Aku siap kok, gak usah cemas sayang aku bisa kuliah sambil jadi suami kamu. Gini-gini aku udah punya usaha kecil-kecilan tau dan tabungan ku juga lumayan. "
" Umur mu berapa bapak Anzel putra adhytama? anak kecil kok mau jadi suami. "
" Sembarangan, gini-gini udah bisa bikin anak tau. Mau coba? Ayo....... " Kata Anzel sambil menarik tangan Violetta ke dalam kamar gadis itu.
Vio segera menepis tangan Anzel, ia bergidik ngeri membayangkan apa yang akan Anzel lakukan padanya.
" Baru gitu aja udah pucet. " ucap Anzel di sela gelak tawanya melihat sang kekasih yang tengah panik. " Makanya jangan suka nantangin. "
" Dasar rese. " Vio melakukan pukulan bertubi-tubi pada Anzel karena laki-laki itu sudah berani mengerjainya.
" Dikit boleh ya sayang, kangen! kan kemarin-kemarin kita jarang mesra-mesraan, kita cuma fokus belajar aja. " rengek Anzel manja.
" Mau ngap...... Mmmmmpppp. "
Vio tak bisa lagi melanjutkan ucapannya karena bibir gadis itu sudah dibungkam oleh bibir Anzel.
Awalnya Vio menolak dengan serangan mendadak itu, tapi lama kelamaan ia juga ikut terbuai oleh manis dan lembutnya bibir Anzel saat melu"mat bibirnya, Membuat ia mau tak mau membalas ciuman pria itu.
Ciuman lembut dan perlahan berubah menjadi ciuman yang menuntut. Rasa panas mulai dirasakan keduanya, apalagi saat Anzel turun ke leher Violetta dan menye*sap leher itu dengan kuat sehingga timbul tanda kemerahan di sana.
Lengu*han dan desa*han pun lolos dengan merdu dari bibir Violetta. Tangan nakal Anzel mulai meremas satu bukit kembar Vio yang masih di tutupi oleh kaos berwarna merah muda yang masih dikenakan olehnya. Anzel yang tak puas meremas dari luar secara perlahan tangannya masuk menyusup ke dalam kaos Vio, mulai meremasnya dari dalam yang membuat Vio semakin menggila.
Anzel selalu lembut melakukannya membuat ia selalu tak bisa menolak sentuhan laki-laki yang sudah dengan nakalnya bermain dengan tubuh bagian atas Violetta. Tapi Anzel tak pernah melebihi batas, meski terkadang ia hampir lupa ketika gairah mulai menguasai dirinya.
" Sa.. yang.. stop! Akhhh. " racau Violetta tak jelas, ia ingin berhenti tapi tubuhnya sangat menikmati.
" Zel, jang.. an nan.. ti Akhhh kita keterus.. an. "
Anzel dengan cepat melepas tangannya yang menggenggam salah satu bukit kembar Violetta.
Anzel mengatur napasnya yang berat, ia benar-benar sudah di kuasai gairah yang entah sampai kapan bisa ia tahan.kalau terus seperti ini, ia khawatir tak bisa lagi menahan diri nantinya.
" Yang, aku ke kamar mandi dulu ya. " ucap Anzel sambil mencium kening Vio dan kemudian bangkit dari sofa. (readers said ; udah tau gue, loe mau ngapain, main sabun kan? π )
*******
Gadis cantik yang terlihat lebih dewasa dan lebih sexy itu pun menghampiri Anzel dengan senyum manis yang sangat Anzel sukai dulu.
Anzel mengalihkan pandangan nya saat baju yang Tiana pakai lumayan memperlihatkan belahan dadanya.
" Hai, Zel. Gak kangen apa sama aku, bukan dapat pelukan malah ngelamun. " kekeh Tiana.
" Sorry, Na. Aku cuma kaget. " ucap Anzel berusaha santai di depan Tiana.
" Kya, mana? " tanya Anzel yang tau bahwa Kya juga berada di Indonesia karena sang Mommy sudah jauh-jauh hari memberitahunya, Tapi tidak dengan Tiana yang tiba-tiba juga berada di rumahnya.
" Di kamarnya, Zel. " jawab Tiana lembut.
Anzel bergegas ke kamar sang kakak, karena rasanya tak nyaman jika ia berdua dengan Tiana dengan pakaian seperti itu, Entah mengapa gadis yang dulu ia sukai menjadi seperti itu.
tok. tok. tok.
" KakKy, ada didalam kan? " karena tak mendapatkan jawaban dari sang kakak, Ia yang tak sabar pun langsung membuka pintu kamar kakak nya begitu saja.
Anzel menepuk jidatnya sendiri melihat sang kakak yang sedang merebahkan dirinya di kasur dengan posisi telungkup sambil membaca novel, dan memakai headset di telinganya untuk mendengarkan musik.
" Pantas aja gak denger, itu telinga di tutup headset begitu. Sampai gue ubanan juga gak akan dibukain tuh pintu, untung gak di kunci. "
Anzel menepuk pundak sang Kakak, membuat Kya tersentak dan langsung membalikkan badannya.
" Anzel? ngapain loe di sini. " Kya melepas headset yang ada di telinganya lebih dulu dan menutup novel yang sedang ia baca, posisinya kini duduk di tepi ranjang berhadapan dengan Anzel.
" Gua mau nanya, kok Tiana ada di sini? " tanya Anzel yang sedari tadi sudah sangat penasaran, karena setahu Anzel orang tua Tiana beserta neneknya masih di negara A dan belum kembali ke Indonesia.
" Loe udah ketemu dia? Gimana loe liat kan dia berubah banget? " sahut Kya yang penasaran dengan respon sang adik saat melihat gadis yang pernah bertahun-tahun menetap di hatinya itu kini berubah.
" Iya, apa yang terjadi sama Tiana sih kak. pakaian nya juga jadi sexy banget gitu, makeup nya dewasa. Hampir pangling gue tadi. "
" Kenapa, junior bangun ya waktu ngeliat ada gunung kembar menampakkan dirinya? " ledek Kya yang langsung di lempar bantal oleh sang adik.
" Tuh mulut gak berubah juga ya udah jauh-jauh di kuliahin ke luar negeri. Sembarangan aja kalau ngomong. "
" Cowok itu ibarat kucing, Zel. Didepan mata ada ikan seger masa iya gak ngiler? " cibir Kya.
" Eh, gue gak gitu ya. Gue lebih suka gunung yang lain! " wweeekkkk..
.
.
.
.
Mommy... Daddy... !!!!! Anzel udah berani naik-naik kepuncak gunung.....
.
.
...****************...
Anzel mulai nakal Kya, aduin aja sama Mommy kimchi dan Daddy Razel, daddy nya aja ga nakal dulu, keturunan siapa sih bisa mesum begitu π jadi pengen di mesumin sama daddy nya, uuuppsss π€«π€