
Tak terasa dua minggu sudah berlalu, hari ini oma akan kembali pulang ke negara asal sang suami, tempat dimana suami nya lahir dan menutup usia.
" oma yakin mau pulang sekarang? nanti disana oma kesepian ga ada temen bertengkar.tanya kimmy sambil memeluk lengan sang oma.
" kemaren oma baru datang kamu tanya kapan pulang nya, sekarang oma mau pulang kamu nanya yakin apa engga? kamu pasti yang kesepian kalo ga ada oma, iya kan? oma balik bertanya pada kimmy yang kini mengerucutkan bibirnya.
" Oma kepedean ih, kimmy seneng ko ga ada lagi suara burung bellbird dirumah ini. lagian ya oma, oma itu disana sendirian, kimmy cuma khawatir aja."
" Ada Maria yang selalu menemani oma disana. oma juga ingin menutup usia oma disana dan dimakamkan di sebelah opa mu."
kimmy mendadak sedih mendengar perkataan sang oma, walaupun mereka sering bertengkar tapi jauh didalam lubuk hati kimmy ia sangat menyayangi sang oma. meski kadang ia tak tahan dengan suara kicauan oma nya.
" pesan oma cuma satu, walaupun oma tidak ada di sini, kamu jangan lupa lakukan semua perintah oma, saat oma kembali kesini oma harap kamu sudah siap menjadi istri Razel."
" dan jangan sampai kamu kalah saing sama sherlin." bisik oma di telinga kimmy.
" tenang aja oma, aku ga akan biarin harga diri aku terjun bebas." jawab kimmy.
" Yaudah kim, papa dan mama antar oma kebandara dulu ya." kata papa kimmy.
******
kimmy melangkah kan kaki nya ke lantai dua menuju kamarnya setelah mengantar kepergian sang oma.
ceklek
kimmy yang mendengar ponsel nya berdering langsung mengambilnya yang tergeletak di atas nakas samping tempat tidur.
" Hai Ka Brie." jawab kimmy sambil melambaikan tangan nya saat menjawab panggilan video dari seseorang yang sudah lama tak menghubunginya dia adalah Brian.
" Hai cantik, kamu apa kabar?" tanya Brian memulai percakapan dengan kimmy.
" Aku baik, kakak kemana aja ga hubungin aku?" kimmy balik bertanya dengan wajah cemberut.
" Maaf ya kim, aku lagi sibuk kuliah sama ngurusin cafe. "
" iya aku udah tau dari Tia, kakak kapan balik? katanya mau buka cabang di sini."
" Iya, rencana nya aku mau buka cabang di sana kim, mungkin beberapa bulan lagi aku akan kesana untuk nyari tempatnya. nanti kalo aku kesana kamu harus temenin aku yaa untuk nyari lokasi yang pas."
" Siap ka." ucap kimmy.
Obrolan itu pun berlangsung cukup lama, mengingat sudah sangat lama pula Brian tak menghubunginya karena kesibukan masing- masing.
Lain kimmy, lain pula Razel yang merasa merindukan kimmy yang sekarang jarang ia temui, bahkan kimmy selalu berdalih setiap mama dan papa nya menanyakan sosok Razel, ia selalu bilang mereka sama-sama sibuk jadi jarang untuk mereka bisa menghabiskan waktu bersama.
" Sial, kenapa sibuk terus sih telpon nya." Razel melempar ponsel nya ke ranjang." loe lagi telponan sama siapa sih kim, lama banget." gumam Razel yang kini merebahkan dirinya di tempat tidur.
" Sebenernya gue kenapa sih, kenapa gue jadi kepikiran dia terus ya, ga mungkin kan gue suka sama si kimchi cewe bar bar itu. bisa jatuh harga diri gue suka sama musuh gue sendiri."
keesokan hari nya
tok. tok. tok
ceklek
" Ada apa bik? " tanya kimmy pada asisten rumah tangganya yang sedang berdiri didepan pintu kamarnya.
" Itu non kimmy ada tuan Razel dibawah." jawab sang asisten rumah tangga.
" Yaudah bentar lagi aku turun, suruh tunggu aja bik. " ucap kimmy pada bik sumi.
tap. tap. tap
kimmy menuruni anak tangga, dan berjalan menghampiri Razel.
" kok ka Razel kemari, ada apa?" tanya kimmy berbasa-basi.
" Oma mana ko ga keliatan? om sama tante juga pada kemana kim, ko sepi?
" oma udah pulang kemarin, kalau papa sama mama lagi pergi tadi pagi-pagi banget karena ada urusan mendesak." jawab kimmy datar.
" Mau kuliah kan? kita berangkat bareng yuuk?" ajak Razel yang membuat kimmy memicingkan matanya merasa heran dengan sikap Razel.
" Aku kan bilang ga mau di antar jemput ka, aku itu banyak kegiatan."
" iya aku tau, nanti sepulang kuliah aku anter kemana pun kamu mau, termasuk ke tempat kursus masak, mau ya ?" Razel menatap penuh harap pada kimmy.
" Aneh banget, ka Razel kangen udah lama ga bareng sama aku?"
" bukan begitu kimchi, kita kan udah lama nih ga bareng-bareng nanti kalo orang tua kita curiga gimana? " kata Razel yang mencoba mencari alasan.
kimmy mulai memikirkan perkataan Razel. memang benar mereka jarang bersama akhir-akhir ini.
" iya juga sih, yaudah deh kita berangkat bareng." ujar kimmy setelah berpikir.
" Eh tunggu kim." Razel mencekal tangan kimmy saat kimmy ingin melangkah menuju motor Razel.
"Ada apa lagi si ka, nanti aku telat nih." ucap kimmy kesal.
"sini peluk dulu kan kita udah lama jarang ketemu."
...****************...
mohon dukungan nya jangan lupa like, hadiah, dan vote nya. Terima kasih π