My enemy My husband

My enemy My husband
S2 Si unyil masuk rumah



" Wah, si gembul lagi ada di sini mom? " tanya Anzel sepulang kerja pada Kimmy yang sedang memangku Keenan di ruang tengah.


" Iya nih si gembul lagi nginep di sini, mau gangguin uncle sama onty katanya." kekeh Mommy Kimmy.


" Gak boleh gangguin pengantin baru, mending ganggu Mommy sama Daddy Keenan aja, oke!" ucap Anzel seraya mengecup pipi gembul Keenan.


plak


" Kamu tuh belum mandi, maen cium aja. Mandi dulu sana, nanti kuman nya nempel ke Keenan, Zel. " oceh Mommy Kimmy. Oma cantik itu pun langsung mengambil tisue basah dan mengelap pipi Keenan yang baru saja di cium Anzel.


" Hon, honey kamu dimana? " teriak Anzel saat berada di dalam kamar, ia mengedarkan pandangan mencari keberadaan sang istri.


" Aku disini, Hon. " sahut Vio yang baru saja keluar dari kamar mandi dan hanya mengenakan handuk yang melilit di tubuhnya.


" Pakai baju mu, Hon. Jangan menggoda iman ku yang lemah ini. " ucap Anzel lesu karena mengingat sang istri masih datang bulan dan ia belum sempat menikmati malam pertamanya.


Vio berjalan mendekati Anzel dan langsung mengalungkan tangannya di leher sang suami.


" Aku sudah selesai Honey."


" Yang bener? jadi aku udah bisa buka puasa sekarang? kamu gak ngeprank aku kan,Hon? " ucap Anzel dengan mata berbinar.


Vio hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum manis.


" Akhirnya setelah seminggu, buka puasa juga. " Baru juga Anzel teramat senang, dan ingin mencium bibir ranum sang istri tapi vio malah menahan dadanya.


" Mandi dulu, Hon."


" Nanti juga kalau sudah selesai mandi Honey. kalau sekarang mandi nanti mandi lagi, kan sayang sabun nya nanti cepat habis. " Ada saja alasan Anzel yang tak masuk akal pikir Vio, mana ada mandi dua kali langsung menghabiskan sabun, memangnya dia ingin memandikan gajah, pikir Vio .


" Kamu banyak kuman dan bau Anzel putra Adhytama, mau mandi sekarang atau mau puasa lagi?" ancam Vio yang membuat Anzel merengut kesal, dari pada ia berpuasa lagi lebih baik ia mengalah dan menuruti perkataan sang istri, pikirnya. Walaupun sebenarnya ia sudah tak tahan bahkan hasrat nya sudah di ubun-ubun saat melihat sang istri hanya mengenakan handuk tadi.


Dengan cepat ia langsung melangkah ke kamar mandi, mungkin ini adalah mandi Anzel tercepat. Biasanya ia butuh 30menit untuk mandi tapi saat ini hanya 15menit ia sudah selesai mandi.


" Tumben cepet mandinya. " tanya Vio heran.


" Udah gak tahan" Anzel langsung mencium bibir sang istri dengan lembut, gairah nya sudah tak tertahan apalagi melihat Vio yang tak mengenakan sehelai benang pun saat ini. Vio merasakan desakan benda lembut itu di bibirnya, Ia membuka mulutnya membiarkan lidah Anzel masuk ke dalam rongga mulutnya. Mereka saling bertukar saliva dan saling membelitkan lidah mereka.


Anzel membaringkan tubuh Vio perlahan di atas kasur dengan dirinya berada di atas tubuh Violetta, Anzel masih menyesap bibir Vio dengan kuat dan semakin menuntut.


Perlahan ciuman itu turun ke leher Vio yang putih dan mulus. Sesekali ia menyesapnya dan meninggalkan beberapa tanda merah di sana.


Membuat Vio mendessah dengan tangannya reflek menekan kepala Anzel dan mencengkram rambutnya dengan sangat kuat.


Kini tangan Anzel pun ikut bermain, tangan yang sudah nakal sejak mereka pacaran dulu pun kini kian nakal saat tangan itu meremas squishy yang cukup besar dan padat itu sementara satu tangannya berada di bagian inti violetta. Bahkan kini Anzel menyesap ujung Squishy tersebut seperti bayi yang kehausan membuat Vio mendessah berkali kali " Akhhhh, zel.. Akhhh sayang.. "


Dessahan Vio membuatnya semakin menggila, ia merasa senang Vio menikmati apa yang ia lakukan pada tubuhnya. Bahkan kini Vio semakin menekan kepala Anzel agar terus bermain di dada nya membuat Anzel semakin rakus menyesap dua squishy itu secara bergantian dan menyesap nya dengan kuat.


Vio benar-benar tak berdaya di buatnya, Anzel telah menyiksanya dengan sebuah kenikmatan yang membuatnya terus mendessah.


" Aaahhh, Zel. Akkhh. " Kali ini sensasinya sungguh berbeda, membuat tubuh Vio menegang lalu menggelinjang begitu hebat merasakan nikmat dan geli di bawah sana. Vio semakin terhanyut oleh permainan Anzel yang sudah sangat pro sejak dulu.


Anzel terus saja melu*mat bagian inti milik sang istri sambil memainkan lidahnya memasuki lubang kenikmatan milik Vio, lidahnya terus masuk dan keluar secara berulang- ulang.


Vio semakin mengerang saat Anzel masih memainkan lidahnya di bagian intinya itu, apalagi saat Anzel menyesap benda kecil di tengahnya.


" Aakkh sayang. " Vio memejamkan matanya menikmati setiap ******* yang Anzel berikan di bagian intinya bahkan tanpa sadar Vio terus menekan kepala Anzel sehingga terbenam di bawah sana dan mencengkram rambut nya .


Vio semakin tak tahan sampai ia merasa ada yang ingin tumpah " Akkh zel.. aku Akkhh .. " akhirnya Vio mengerang saat intinya menumpahkan sesuatu.


Melihat Vio sudah mendapatkan pelepasan pertamanya, Anzel segera melepas handuk yang sejak tadi melilit di pinggangnya, si unyil yang biasanya kecil pun kini sudah membesar tegak dan menantang bahkan Vio yang baru pertama kali melihatnya pun bergidik ngeri, membayangkan si unyil tenggelam ke dalam lubang miliknya.


Unyil kalau sedang tertidur aja, giliran sudah bangun kenapa besar sekali seperti pisang tanduk, batin Vio


Dengan perlahan Anzel mengarahkan si unyil yang sudah besar ke lubang milik sang istri dan baru saja kepala yang masuk Vio langsung meringis kesakitan. " Tahan ya Honey, ini baru kepalanya aja. " ucap Anzel antara kasihan tapi juga tak mau udahan.


Belum masuk semua aja udah nyeri rasanya apalagi masuk semua, bisa gak bisa jalan besok aku. batin Vio


Anzel semakin mendorong si unyil untuk masuk ke dalam rumahnya, baru juga masuk seperempatnya Vio kembali menjerit " Ah, pelan-pelan Anzel ! "


" Udah pelan banget itu sayang, sabar ya sedikit lagi. Tahan dulu sebentar. " ternyata tak segampang yang Anzel pikirkan, begitu sulit menerobos masuk ke dalam rumah si unyil, entah punya Vio yang memang masih sangat sempit atau si unyil miliknya lah yang kebesaran.


Anzel mengeluarkan miliknya, menarik napas sebentat lalu langsung menancapkan kembali si unyil dengan cepat sampai miliknya sukses terbenam di bawah sana dengan sempurna.


" Ahh, Anzel ini sakit. " sentak Vio sambil menangis karena tak kuasa menahan perih dibagian bawah inti miliknya.


" Maaf sayang. " ucap Anzel sambil mengecup kening Vio dengan lembut, ia membiarkan dulu miliknya berada di dalam sana agar Vio merasa terbiasa dan lebih rileks.


Setelah di rasa Vio sudah mulai rileks Anzel memompa tubuh Vio dengan perlahan agar sang istri tak merasa kesakitan seperti sebelumnya.


" Akh.. akh.. akh.. "


keduanya mendessah bersamaan, dengan gerakan Anzel yang semakin liar, Vio yang merasakan perih bercampur nikmat itu pun tak henti terus mendessah membuat Anzel semakin mempercepat gerakan pinggulnya.


" Akh.. zel.. " Vio mencapai pelepasannya utnuk yang kesekian kali, ia di buat semakin tak berdaya oleh Anzel yang terus memompa tubuhnya . Bahkan keringat terus bercucuran membasahi tubuh keduanya, dingin nya AC di dalam kamar tak mampu mendinginkan tubuh mereka yang semakin panas.


Semakin Vio mendessah nikmat, Anzel semakin mempercepat temponya sampai akhirnya mereka melakukan pelepasan bersama-sama.


" Akhh.. Akkhh.. " keduanya mengerang panjang saat merasakan ****** ***** mereka bercampur menjadi satu.


.


.


...****************...


Maaf kalau kurang hot, aku masih gak tau apa² masih polos dan belum berpengalaman.. 😁