My enemy My husband

My enemy My husband
S2 Mimpi hampir basah



Sepulang dari sekolah, Anzel langsung membersihkan diri, setelah itu ia langsung mengerjakan tugas sekolahnya yang harus ia kumpulkan esok harinya.


Otaknya tak fokus sedari tadi memikirkan sikap Vio yang berbeda dengan pertama kali saat mereka bertemu, Saat bertemu seolah ia sangat membenci Anzel, tatapan matanya sangat tajam seperti ingin menelan Anzel hidup-hidup. Berbeda dengan sekarang, tatapan matanya sangat hangat, gadis ceria yang juga penuh dengan percaya diri.


Tapi satu hal yang masih Anzel belum mengerti, kenapa ia bekerja sebagai pelayan di restoran.


" Ah ngapain juga sih nih otak mikirin tuh cewek aneh yang sikapnya suka berubah-ubah kaya bunglon. Punya kepribadian ganda kali ya."


*fokus zel, fo***k***us ingat tugas ini lebih berarti dari pada mikirin tuh cewek aneh*. kata Anzel pada dirinya sendiri.


Saat makan malam pun tiba, Anzel harus makan malam sendiri karena sang Mommy dan Daddy nya masih berada di negara A.


" Telepon kak Kya dulu ah di sana pasti udah pagi."


halo zel, kenapa?


kak, mommy mana? gue telepon gak diangkat ih.


gue baru bangun zel ini masih pagi, loe ganggu banget deh sumpah.


masih pagi apa sih, disana juga udah jam 8 pagi kan? itu udah siang Kaki.


loe berani manggil gue kaki, gue gak mau lagi angkat telepon loe ya.


Lah kan kaki singkatan dari Kak Kya. biar pendek aja manggil nya.


rese ya loe, biarin mommy gue tahan disini sampai bulan depan, biar aja loe dirumah sendirian.


eh jangan, rese banget sih loe. gue kesepian ini sendirian di rumah.


loe duluan ya yang mulai


iya. iya sorry


grandma sama grandpa apa kabar kak?


baik, Kalan gimana? gue kangen


kangen telepon Kalan lah jangan ngomong sama gue.


Gak ah, biar aja dia merindukan gue sedalam-dalam nya, siapa suruh gak mau jadi pacar gue.


Masalahnya tuh...


Kenapa? apa masalahnya ?


gak apa-apa, eh Kak loe tau gak di kelas gue ada murid baru cewek, sebangku lagi sama gue ngeselin banget orangnya. loe tau gak siapa?


itu cewek bar-bar yang ribut sama gue di restoran, yang muka gue ini di cipratin air pel.


hahahahaha, calon jodoh loe ya zel? kan apa gue bilang jodoh loe itu. buktinya loe ketemu lagi sama dia


Ah sama aja loe kayak Kalan dan Dean, malah ngeledek itu bakal jadi jodoh gue.


doanya pada serem-serem banget sih. masa dari Tiana yang hampir sempurna belok Violetta yang udah kayak nenek sihir.


Gak boleh gitu Zel, dia itu cantik loh. Awas naksir.


Dah lah males gue cerita sama loe.


Setelah memutuskan sambungan teleponnya Anzel beranjak naik ke atas ranjang, badan nya yang lelah membuat ia tertidur dengan sangat cepat.


************


" Zel, gue suka sama loe." ucap Violetta.


Setelah mengatakan itu Vio mendekatkan wajahnya pada wajah Anzel, dan dengan cepat ia mendaratkan bibir nya pada bibir Anzel, belum selesai dengan keterkejutannya mendapatkan pernyataan cinta dari Violetta, lagi-lagi Anzel dibuat terkejut lagi atas tindakan Vio yang langsung mencium bibirnya, membuat Anzel membeku di tempatnya.


Tapi kemudian Anzel memejamkan matanya mulai menikmati ciuman Vio yang sangat lembut, rasa bibirnya yang manis membuatnya membalas ciuman Violetta, Anzel bahkan melu*mat dan menye*sapnya secara perlahan, membuat bibir gadis itu menjadi basah karena ulahnya.


Ciuman itu perlahan semakin dalam dan kian panas, Anzel langsung menggendong Vio ala bridal style. ia merebahkan tubuh Vio di atas ranjangnya. Anzel mulai mencium kembali bibir Violetta yang sangat membuatnya candu, perlahan ciuman itu turun ke leher Vio.


Tangan Anzel perlahan membuka satu persatu kancing kemeja Violetta, Anzel menelan salivanya melihat pemandangan indah di depannya, perlahan Anzel pun melepas rok yang masih Vio kenakan, Anzel yang sudah tak tahan langsung melepas semua baju dan celananya sampai mereka berdua terlihat sama-sama polos, Anzel mulai mengelus paha Violetta dan menciumi nya.


" Tahan ya sayang kalau sakit. Aku mulai ya....... "


tok. tok. tok


" Mas, mas Anzel sarapan sudah siap, mas udah bangun belum? " ucap mbak atiek salah satu asisten rumah tangga yang penasaran dengan Anzel yang tak kunjung turun ke lantai 1 untuk sarapan. Karena biasanya Anzel adalah orang yang sangat tepat waktu untuk sarapan dan Anzel pun selalu bangun lebih awal tanpa harus dibangunkan oleh orang lain. tapi entah kenapa pagi ini ia bisa telat sarapan dan bahkan telat bangun.


Anzel tersentak mendengar ketukan pintu, ia membuka matanya dan langsung mengubah posisinya menjadi duduk sambil bersandar di kepala ranjang.


" Iya bik, nanti Anzel turun. ini mau mandi dulu." teriak Anzel dari dalam kamarnya.


" Kok gue bisa mimpi kaya gitu sih, sial! untung aja gak basah. Baru kali ini gue mimpiin cewek hampir basah, sama Tiana aja gak pernah. "


" Ini pasti karena gue terpengaruh sama ucapan Kalan, Dean dan juga Kak Kyara, yang bilang kalau si Vio calon jodoh gue. Dasar sahabat-sahabat gak ada akhlak, doanya nya serem banget sampai kebawa mimpi."


" Udah ah, mending gue mandi biar otak gue jernih lagi dari pada mikirin mimpi semalam yang ada nanti bangun si junior."


...****************...