
" Wiiihh muka bersinar banget nih kayanya, kalah matahari pagi ini ." sindir Kean saat melihat Anzel yang baru saja keluar dari kamarnya untuk makan malam.
" Jangan pura-pura gak tau deh. " sahut Anzel sambil menaik turunkan alisnya.
" Mana Vio, Zel? "tanya Mommy Kimmy. Apa Vio sakit atau kenapa pikir mommy Kimmy sehingga ia tak melihat menantunya itu turun untuk makan malam.
" Mommy kaya gak tau aja, itu mereka pasti abis unboxing mom. " bisik Kyara yang duduk tepat di samping sang mommy.
" Ooohh pantes aja ya, lama banget turunnya. Mba atiek sampe tiga kali naik turun tangga buat ngetok kamar kamu. Jawabannya cuma ia sebentar lagi mba, tapi gak keluar -keluar. Gak tau apa kita semua udah nungguin di meja makan. Bilang kek kalau lagi beradegan 21+ " oceh Mommy Kimmy panjang lebar.
" Yah, Mommy masa harus bilang-bilang. itu juga dadakan mom." sahut Anzel menimpali.
" Udah kaya tahu bulat dadakan, Lagian kaya gak bisa nanti aja abis makan malam, kan kasian Vio pasti lemes sekarang belum makan udah di hajar. " ucap Kean.
" Astagah, aku lupa mau ambilin makan buat Vio. Kenapa malah duduk dan ngobrol di sini. " Anzel bergegas mengambil makanan untuk sang istri yang saat ini pasti kelaparan menunggunya dan membawanya ke dalam kamar.
ceklek
Anzel menghela napas dan tersenyum saat memasuki kamar, sang istri yang terlelap dengan nyenyak nya sampai tak menyadari kedatangannya.
" Padahal tadi bilang lapar, sekarang dia sudah tidur. Bangun kan atau tidak ya, tapi kasihan juga dia belum makan apa-apa sejak sore." gumam Anzel.
Setelah berpikir cukup lama, akhirnya dengan terpaksa Anzel membangunkan Vio karena tak tega kalau sang istri tertidur dengan perut kosong, toh sehabis makan istrinya nanti bisa tidur lagi, pikir Anzel.
" Hon. Honey bangun yuuk kita makan dulu. " ucap Anzel lembut sambil mengusap punggung Vio, bukannya terbangun istrinya malah terlihat semakin nyenyak mendapatkan usapan lembut di punggungnya dari Anzel.
Menunggu lama, Anzel yang tak sabaran langsung menyingkap selimut yang menutupi tubuh polos sang istri ia membangunkan Vio dengan cara berbeda.
" Eeenngghh... " lenguh Vio dengan mata terpejam. Merasakan kenikmatan bercampur rasa kantuk yang masih menggelayutinya.
Anzel mencoba membangunkan Vio dengan cara melahap dua gundukan kenyal sang istri, mengisapnya seperti bayi yang sedang kehausan sesekali menggigit kecil ujung gunung kembar itu agar sang pemilik bangun dari tidur nya. Hanya lenguhan dan dessahan yang keluar dari mulut Vio dengan mata yang masih terpejam, sepertinya sang pemilik gunung kembar itu masih merasakan kantuk yang luar biasa.
Karena Vio tak kunjung membuka matanya , tangan Anzel mulai nakal ia meraba bagian inti Vio memainkannya dengan jarinya tak lupa mulutnya yang tetap memainkan gunung kembar sang istri.
Ditengah rasa kantuk yang luar biasa, akhirnya dengan terpaksa Vio membuka matanya.
" Aakkhhh, Zel. A-aku Akhhh. "
Anzel tersenyum menyeringai di tengah-tengah permainan nya, hanya cara ini yang bisa langsung membangunkan sang istri, tapi ternyata tidak hanya sang istri yang terbangun tapi si unyil miliknya pun ikut terbangun dan sekarang sudah berdiri dengan gagahnya.
Anzel melepaskan kegiatannya, ingin rasanya menerkam sang istri sekarang, tapi ia tak tega karena tau milik istrinya pasti masih sakit, lagi pula istrinya masih terlihat lelah dan juga pasti sangat lapar .
" Makan dulu sayang, kamu belum makan apa-apa. katanya tadi lapar, nanti baru tidur lagi ." ucap Anzel lembut sambil mengelus pipi istrinya.
" Lagi enak malah berhenti. " kata Vio sambil mengerucutkan bibirnya.
" Emang mau lagi? bukannya masih perih? " tanya Anzel tanpa rasa bersalah.
" Kenapa melakukan itu kalau tau punya ku masih sakit, makanya jangan suka mancing-mancing deh. " kesal Vio yang kini sudah berubah posisi menjadi duduk di tepi ranjang.
" Kamunya yang susah di bangunin, giliran dengan cara gitu cepet meleknya. Mentang-mentang udah tau enaknya gimana. " ledek Anzel yang langsung mendapat cubitan di perutnya dari Vio.
.
.
***********
setahun kemudian
Kebahagian Anzel dan Vio semakin sempurna saat ini dengan hadirnya seorang bayi perempuan yang sangat cantik, ia lahir satu minggu yang lalu. Bayi perempuan itu di beri nama Aletta Kirania Adhytama .
" Hon, udah satu minggu kok belum gede juga ya Aletta? " tanya Anzel sambil menatap sang putri yang sedang asik meminum Asi.
" Aletta baru satu minggu, Anzel. Kamu pikir anak kita apa satu minggu langsung gede?" kesal Vio yang tak habis pikir dengan pertanyaan aneh suaminya.
" Aku kan cuma mau cepet-cepet ajak dia main, Hon. Kalau bayi kecil begini kerjanya cuma tidur sama minum Asi terus. Gak bisa di ajak main. "
" Ajak Keenan main aja sana. Keen juga kan sekarang udah bisa jalan, jadi seru kalau main sama dia." sahut Vio menimpali.
" Gak ah, udah makin gembul. Mana berat kalau di gendong, udah gitu Gak bisa diem, lari sana lari sini, apa aja di pegang, di ambil di lempar. Pusing aku jaganya, cape ngajak main Keenan. " keluh Anzel. Memang keponakannya yang satu ini sangat amat aktif, ia yang baru bisa berjalan tentu tak mau diam, bahkan ponsel baru milik Anzel harus menjadi korban.
Anzel yang berniat memberikan ponsel agar bocah itu bisa anteng sebentar harus menelan pil pahit, Saat baru beberapa menit ponsel itu Keenan lempar sampai kacanya retak. Alhasil Anzel meminta ganti ponsel baru pada Kean.
" Nanti juga anak kita seperti itu sayang, namanya anak-anak umur segitu lagi aktif-aktifnya. Kamu jaga Keenan aja udah mengeluh, sekarang sok ingin Aletta cepet gede, nanti udah gede kamu ngeluh capek kalau ngejagain dan ajak mainnya.
" Iya juga sih, semoga aja putri kita gak serusuh Keenan ya, Hon. " Vio hanya terkekeh mendengar ucapan sang suami.
" Tapi Keen gemesin tau, Hon. Dia happy banget pas tau punya adik perempuan. Gak mau jauh-jauh dari Aletta. " ucap Vio. Semenjak kelahiran Aletta memang Keenan sangat senang bahkan Keen selalu ingin dekat dengan Aletta seperti sekarang, Alhasil Kyara dan Kean sementara menginap di rumah Mommy dan Daddy nya karena Keenan yang tak mau pulang meninggalkan Baby Al.
" Iya, Hon. Semoga aja nanti mereka bisa selalu akur dan saling sayang sampai dewasa nanti. Keenan pasti bisa jadi kakak yang baik untuk menjaga dan melindungi Aletta. "
.
.
********END*********
Akhirnya tamat, maaf ya up nya jarangยฒ karna memang sibuk, Terima kasih banyak-banyak utk yg sudah mendukung karya receh aku yang tdk sempurna ini, maaf kalo masih byk kurangnya.semoga kedepannya bisa lebih baik lagi di karya berikutnya.
See you di cerita Dean.. insya Allah secepatnya
tungguin dan dukung terus ya. Terima kasih semuanya ๐๐๐๐