My enemy My husband

My enemy My husband
S2 Kenyataan menyakitkan



keesokan harinya


Untuk mengobati rasa penasarannya, Kyara memutuskan datang ke kantor Kean. Christian yang melihat kedatangan kekasih boss nya itu pun terkejut, bukan tanpa alasan tapi chris melihat ada yang aneh dari tatapan Kyara. Wajahnya yang dingin tanpa senyum seperti biasanya dan tak banyak berbasa basi membuat chris mencium aroma-aroma akan terjadi perang dunia percintaan.


" Dimana abang, Om Chris? " tanya Kyara datar.


" Di da-dalam nona. "ucap Chris terbata. Bahkan Chris bergidik ngeri melihat Kyara yang saat ini berdiri di hadapannya. Bukan gadis kecil yang lucu dan menggemaskan tapi seperti singa betina yang sedang marah karena sang jantan di goda betina lain.


Kyara meninggalkan Christian begitu saja tanpa basa-basi dan langsung berjalan mendekati pintu ruangan Kean. Kyara menarik napas dalam lalu mengeluarkan nya lewat mulut. Ia mencoba mengontrol emosinya, agar ia bisa mendengarkan penjelasan Kean dengan kepala dingin tanpa terbawa emosi. Setelah di rasa ia sudah bisa mengendalikan amarahnya saat ini, ia langsung membuka pintu ruangan Kean.


ceklek


Kean yang sedang fokus menandatangani beberapa dokumen penting pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah pintu.


" Sayang, kok kamu gak bilang mau ke sini. " ucap Kean sambil beranjak dari kursi kebesarannya dan berjalan menghampiri Kyara yang masih berdiri di pintu.


Kean merentangkan tangannya ingin memeluk Kyara tapi dengan cepat Kyara menahan dada Kean. " Aku mau bicara. "


Kean yang merasa aneh dengan sikap Kyara pun langsung mengikuti Kyara duduk di sofa, ia memilih duduk di samping Kyara sambil menatap bingung kekasihnya itu.


" Kamu kenapa, Ra? apa yang mau kamu bicarakan? " tanya Kean dengan lembut.


" Kamu gak meeting kan kemarin? Sebenarnya siapa yang kamu temui sampai harus berbohong denganku? kata Kyara tanpa ragu. Ia masih mencoba bersikap tenang dan berpikir positif.


Kean menghela napas pelan, sudah di pastikan bocah tengik itulah yang mengadu pada Kyara, benar-benar perusak hubungan orang, pikir Kean.


" Maaf, Ra. Aku terpaksa berbohong karena aku ingin menyelesaikan masalah ini sendiri, baru aku memberitahumu. " Kean menggenggam tangan Kyara, sungguh saat ini tangan Kean terasa begitu dingin, bahkan Kyara bisa merasakannya. Kean sedang gelisah ia takut kalau menceritakan masa lalunya Kyara tak dapat menerima hal itu.


" Masalah apa? bisa ceritakan padaku? Agar aku tak salah paham dan orang-orang di sekelilingku pun tak salah paham juga terhadap kamu, bang. " jelas Kyara.


" Sebelum aku ceritakan janji tak akan marah atau pun meninggalkan ku? Aku benar-benar hanya mencintai kamu, Ra. " ucap Kean dengan tatapan memohon.


Kyara menganggukkan kepalanya sambil mencoba tersenyum tipis, walau sebenarnya ia juga ragu apakah bisa menepati janjinya atau tidak, Kyara sudah mempersiapkan hatinya andai kemungkinan buruk yang terjadi pada hubungannya dan Kean nanti.


Kean mulai bercerita tentang Laura awalnya, kemudian tentang ia yang suka gonta-ganti kekasih sampai terakhir ia menceritakan Karin yang saat ini mengaku sedang hamil anaknya.


Kyara terdiam, tubuhnya mendadak lemas dan air matanya tumpah tanpa bisa ia cegah sama sekali setelah mendengar kata terakhir Kean yang mengatakan bahwa Karin hamil.


" Aku berani bersumpah sayang, itu bukan anak aku. Sekalipun aku gak sadar tapi aku yakin aku gak melakukan apapun padanya. Aku akan buktikan sebentar lagi test DNA nya keluar, untuk itu percaya padaku, tetap di sisiku sampai bukti itu ada di tanganku." pinta Kean dengan tatapan memelas sambil menggenggam erat kedua tangan Kyara.


Kyara tak mampu lagi berkata, mungkin ia salah telah menjatuhkan hati pada pria secepat itu sementara ia tak mengetahui apapun tentang masa lalu Kean. Memang Mama Kean pernah berkata Kean playboy tapi Kyara berpikir saat itu hanya lah sebatas punya banyak pacar bukan punya banyak pemuas hasrat.


Masa lalu memang tak bisa di ubah, ia harus bisa menerima masa lalu Kean karena Kyara yakin setiap orang pasti punya masa lalu baik ataupun buruk, tapi untuk masalah Karin ia masih terlalu terkejut, bagaimana kalau Karin benar mengandung anak Kean? baru mendengar cerita saja hatinya sudah sangat sakit, apalagi kalau test DNA menunjukkan itu anak Kean? ia tak akan sanggup menerima kenyataan itu, pikir Kyara.


Bahkan bersama Laura saja Kean sudah pernah menidurinya, apalagi dengan Karin mantan pacar Kean yang paling lama ia kencani setelah Laura bahkan ia nyaman saat bersama Karin, bukan tidak mungkin kan kalau Kean hanya menjamah tubuh Karin bahkan mungkin sudah meniduri Karin. Segala pikiran negatif pun muncul dipikiran Kyara.


" Kita tunda acara lamarannya, sampai hasil test DNA itu keluar dan jangan temui aku atau menghubungi aku bukan aku tak mempercayaimu tapi aku hanya ingin sendiri dan menata hati ku lebih dulu sebelum mengambil keputusan ." Kyara berpikir bagaimana mungkin ia menggelar acara lamaran saat status anak Karin belum jelas, bukan kah sama saja ia merebut seorang ayah dari anaknya kalau sampai melakukan hal itu. Kyara ingin Kean mempertanggung jawabkan perbuatannya kalau sampai itu terbukti anak Kean.


Setelah mengatakan itu Kyara langsung bangkit dari duduknya, baru saja ia berjalan selangkah pergelangan tangannya langsung di tarik oleh Kean hingga tubuhnya membentur dada bidang Kean.


Kean memeluk Kyara dengan sangat erat seolah-olah takut Kyara akan meninggalkan nya.


" Jangan begini sayang, aku gak bisa. Aku tau aku salah, aku punya masa lalu yang sangat buruk mungkin aku gak pantas untuk kamu. Aku juga gak bisa merubah masa lalu tapi aku yakin aku bisa mengubah masa depan aku agar lebih baik saat bersama kamu. " Kean meneteskan air matanya di sela-sela pelukannya. Kyara pun bisa merasakan tubuh Kean yang bergetar menandakan Pria itu sedang menangis sambil memeluknya.


Kyara melepaskan pelukan itu secara perlahan dan menghapus air mata Kean. Perlahan Kyara menempelkan bibirnya pada bibir Kean dan Kean pun membalas ciuman itu, hanya ciuman lembut bukan ciuman yang menuntut.


Kyara melepaskan penyatuan bibirnya dan mengusap wajah tampan Kean. " Aku pamit, Aku mencintaimu, bang. " Kyara berlalu keluar dari ruangan Kean setelah mengatakan hal itu.


Bukan Kean tak ingin mengejarnya, ia yakin Kyara butuh waktu menerima semuanya. " Aku juga mencintaimu, Ra. Sangat mencintaimu bahkan lebih mencintaimu." gumam Kean saat Kyara sudah menghilang di balik pintu.


Christian yang melihat Kyara keluar dengan mata sembab, yang ia yakini bahkan Kyara masih menangis keluar dari ruangan Kean membuat Christian bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi.


Christian masuk dengan perlahan keruangan Kean melihat Boss nya sama kacaunya dengan Kyara, baru kali ini Chris melihat Kean sekacau ini, bahkan saat Laura mengkhianatinya pun ia tak semenyedihkan ini. Kean menangis sambil meninju tembok di depannya sampai tangannya terluka dan mengeluarkan darah.


Ia tak peduli dengan pandangan Chris yang mungkin menganggapnya lemah saat ini sebagai seorang pria, tapi inilah dia hatinya sesedih ini melihat bagaimana mata Kyara menampakan kesedihan dan kekecewaan saat menatapnya.


" Berhenti melukai tanganmu Kean!" sentak Christian yang sangat kesal dengan cara Kean melampiaskan emosinya." Apa yang sebenarnya terjadi, Ke? " tanya Christian.


Kean mengusap kasar wajahnya. " Kyara udah tau semua, Chris. Gue benci sama diri gue sendiri kenapa bisa gue punya masa lalu yang begitu buruk. gue menyesal kenapa dulu gue mengikuti emosi gue setelah pengkhianatan Laura sehingga gue terjebak dengan permainan gue sendiri. "


" Loe ga bisa merubah masa lalu, Ke. Tapi loe bisa memperbaiki masa depan. Apa Kyara tau semuanya? termasuk kehamilan Karin? " Christian menebak-nebak apa yang sebenarnya terjadi terlihat bagaimana kacaunya Kyara dan juga Kean saat ini.


Kean hanya menganggukkan kepalanya kemudiaan menceritakan semuanya termasuk awal mula ia menemui Karin di cafe yang tak ia sadari kalau itu milik orang tua Kalan sehingga Kalan melihatnya bersama Karin.


" Bodoh, gue udah bilang jangan ketemu sendiri. Kenapa IQ loe jadi anjlok begini? " Christian sangat kesal dengan kebodohan Boss sekaligus sahabatnya itu, ia sudah memperingatkan kalau ingin bertemu Karin harus bersamanya agar ia bisa menjelaskan dan mencari alasan agar tak ada yang salah paham dengan Kean kalau ada yang tak sengaja melihat mereka seperti kemarin, tapi Kean tak memikirkan resiko itu karena ia takut Karin nekat menemui Kyara, ia sampai lupa tak memberitahu Chris saat menemui Karin karena ia terburu-buru, membuat ia berada di posisi sulit seperti sekarang, bertemu berdua dengan Karin yang sedang menangis sambil memohon tentu membuat siapa saja yang melihatnya akan salah paham,. pikir Christian.


" Christian sopan sedikit, kita sedang di kantor bukan di club malam. Aku ini boss mu jangan bicara santai padaku apalagi memaki ku. Mau ku pecat, hah? " sentak Kean, bukan nya memberi solusi malah memakinya dengan tak sopan,pikir Kean . Kean memang sedang kacau tapi ia masih bisa kesal dengan mulut Christian yang asal itu. Kesedihannya tiba-tiba berganti dengan rasa kesalnya pada Christian.


Bukan kah Boss nya duluan yang memulai bicara santai padanya, tapi kenapa harus dia yang di salahkan, Harusnya juga kalau sedang di kantor ia mengurusi pekerjaan bukan masalah pribadi bossnya, pikir Christian.


Brak


bugh


bugh


bugh


...****************...