
Hai guysss, aku mau infoin nih ada novel baru aku yang berjudul Revenge, silahkan di lihat dulu cuplikannya. coba di intip dulu yaa!
Bab 1
Brak
" Sky, kita harus pulang malam ini ke Indonesia. " Sang asisten Kevin baru saja masuk ke dalam ruangannya dengan napas tersengal karena berlari dengan sekuat tenaga saat menerima telepon yang mengejutkan dirinya.
" Bikin kaget aja sih, untung gue gak punya penyakit jantung belum kawin nih gue." sentak Sky. " Ada apa sih memang sampai gue di suruh pulang, kan gue di sini masih dua bulan lagi. " tanya Sky heran pada sahabat sekaligus asistennya.
" Julia.... Julia kecelakaan. "
Tak ada tanggapan dari Sky, membuat Kevin mencoba menggoyang bahu Sky yang terpaku mendengar ucapannya. " Sky loe dengar gak gue bilang apa?"
" Siapkan pesawat sekarang, kita pulang ke Indonesia. " Sky langsung meraih jasnya dan beranjak dari duduknya. Ia berjalan tergesa tak peduli dengan Kevin yang tertinggal di belakangnya, Kevin berusaha berjalan cepat untuk mengimbangi langkahnya.
.
.
Di tempat lain
Seorang pria tampan melajukan mobilnya dengan sangat kencang tak peduli waktu sudah menunjukkan pukul 01.00 dini hari. Perjalanan yang cukup memakan waktu 3 jam harus ia tempuh meski tubuhnya terasa lelah. Beruntung dengan jalanan yang sepi membuatnya leluasa untuk berkendara.
Pikiran Nathan benar-benar kacau, sungguh hancur hatinya saat ini setelah mendapat kabar bahwa wanita yang ia cintai mengalami kecelakaan, bayangan saat mereka bersama kembali terlintas. Ada penyesalan terdalam di hatinya, ia hanya berharap wanita yang dicintainya baik-baik saja saat ini, tanpa terasa air matanya jatuh tanpa bisa ia tahan.
Setelah 3 jam berkendara akhirnya Nathan sampai di sebuah rumah sakit. Dengan langkah panjang ia menghampiri ruang perawatan dimana wanita yang ia cintai di rawat.
Nathan duduk di sebuah kursi di samping ranjang dimana wanita itu terbaring lemah, dengan banyak peralatan medis yang menempel di tubuhnya karena luka nya cukup parah, hal itu tentu saja membuat ia khawatir karena wanita itu belum juga sadarkan diri terlebih saat dokter mengatakan wanita itu mengalami koma. Seakan dunia Nathan runtuh dalam sekejap.
" Kenapa bisa begini, Clou? Aku mohon buka mata kamu. Aku janji akan menebus semua kesalahan aku dengan membahagiakan kamu seumur hidup aku, tapi aku minta jangan menghukum ku dengan cara seperti ini. " tangis Nathan pecah melihat wanita yang amat sangat ia cintai itu tak berdaya, lebih baik Cloudya memakinya, memukulnya apapun itu asal jangan menyaksikan Cloudya menderita, dadanya terasa amat sesak melihat keadaan Cloudya.
Setelah puas melihat keadaan Cloudya ia menghampiri sebuah kamar dimana sang istri Julia juga dirawat. Keduanya mengalami kecelakaan hebat bersamaan entah bagaimana bisa mobil keduanya bertabrakan, namun kondisi Julia jauh lebih mengenaskan dari pada Cloudya.
" Bahkan sampai saat ini, kenapa kamu selalu membuatku di posisi sulit, Jul. Belum cukupkah kamu menghancurkan impianku? sekarang kamu mau menghancurkan hidup wanita yang aku cintai." Nathan bukan tak merasa iba pada sang istri, tapi rasa kecewa dan sakit hatinya jauh lebih besar dari pada rasa ibanya pada wanita yang sudah dua tahun menemaninya selama ini.
...----------------...
" Bagaimana keadaan Julia, Vin? " tanya Sky pada sang asisten. Sky merasa gagal menjadi seorang Kakak, ia gagal memenuhi amanah dari sang Papa untuk selalu ada untuk adiknya itu. Menjadi pengganti sang Papa di perusahaan setelah papanya meninggal, menjadi seorang Kakak dan juga ayah secara bersamaan untuk Julia tak mudah baginya. Papanya meninggal 3 tahun yang lalu, dan Mamanya meninggal setahun setelah kepergiaan sang Papa membuat tanggung jawabnya semakin besar sebagai anak laki-laki pertama di keluarganya terlebih tanggung jawabnya pada Julia sang adik.
Sky yang punya jiwa posesif pada sang adik kerap kali membuat Julia tak nyaman sehingga mereka kerap kali bertengkar, Sky tak bisa menjadi ibu yang lembut, penuh kasih sayang dan pengertian. Sky lebih keras pada sang adik, itu lah caranya menunjukkan kasih sayangnya untuk Julia, tapi percayalah mereka amat sangat saling menyayangi, karena mereka hanya memiliki satu sama lain,karena tak ada keluarga lain lagi selain mereka berdua.
Entah kenapa firasat Sky tak baik kali ini, Ia hanya ingin cepat sampai di Indonesia untuk melihat langsung keadaan sang adik.
Rasa bersalah pun sungguh sangat menyesakkan dadanya, andai saat itu ia memilih menetap di Indonesia mungkin saat ini sang adik masih baik-baik saja, pikirnya.
" Bagaimana dengan Nathan? apa dia tau istrinya kecelakaan? " Sky bertanya dengan nada datar.
" Nathan sudah menuju rumah sakit sejak mendengar kabar itu, mungkin sekarang ia sudah sampai di sana. " jawab Kevin. " Apa loe mau nelpon adik ipar loe? " tawar Kevin pada sahabatnya itu.
" Jangan, biarkan dia jaga Julia. Mungkin saat ini hatinya juga sama hancurnya denganku. " Kevin menganggukan kepalanya, dia pikir mungkin benar kata Sky, pria itu pasti saat ini sama kacaunya dengan Sky. Tanpa Sky dan Kevin tau sebenarnya tujuan Nathan ke rumah sakit bukan karena mengkhawatirkan sang istri, Melainkan sang wanita yang ia cintai sejak lama bahkan sebelum ia menikah dengan Julia.
Nathan yang tau akan kedatangan kakak iparnya memilih menunggu di ruangan Julia, ia tak ingin kakak iparnya curiga dengan yang ia lakukan di kamar Cloudya. Nathan berusaha menjaga nama baik Cloudya agar tak terlihat buruk di depan kakak iparnya, apalagi Julia selalu menyebut Clou dengan panggilan pelakor.
Sesampainya di Indonesia tanpa menunggu lama Sky dan Kevin langsung menuju rumah sakit.
" Nathan, bagaimana keadaan adikku? " tanya Sky yang baru saja tiba dirumah sakit.
Nathan yang sedang menunggu di depan ruangan Julia hanya terdiam, ia bingung harus berkata apa pada Sky.
" Katakan kenapa kau hanya diam, Nat. Kenapa aku tak boleh masuk ke ruangannya? Sedang apa dokter didalam sana? " sentak Sky yang sudah sangat kesal. Ia tak di ijinkan masuk oleh perawat dan sekarang adik iparnya itu malah diam seribu bahasa.
" Kritis, Julia sedang kritis Sky. " jawab Nathan singkat.
ceklek
Setelah menunggu cukup lama pintu ruangan Julia akhirnya di buka, seorang pria berjas putih menghampiri ketiganya.
" Bagiamana, dok? adik saya baik-baik saja bukan? " tanya Sky tidak sabaran. Ia bisa melihat raut wajah menyesal dari sang dokter.
" Katakan, ada apa dok. " tanya Sky lagi.
Jangan lupa mampir ya ! mohon dukunganya🙏
.
.