
Kehidupan Kyara dan Kean semakin sempurna dan bahagia sejak kehadiran malaikat kecil mereka tiga bulan yang lalu. Seorang putra yang di beri nama Keenan Adhytama Marvellio , bocah lucu yang semakin hari semakin menggemaskan itu selalu membuat siapapun betah berlama-lama menjaganya, Kyara dan Kean harus bisa membagi waktunya untuk dua keluarga yang sama-sama selalu merindukan Keenan, kadang ia menginap di kediaman Razel dan juga Kimmy, kadang di kediaman orang tua Kean, Hera dan Haris. Bahkan tak jarang mereka semua mengunjungi apartemen Kean dan Kyara hanya untuk bermain bersama Keenan, begitu pula dengan chris dan juga mona yang saat ini tengah mengandung, tak jarang Anzel dan Vio juga datang untuk bermain bersama Keenan.
Anzel akui bahwa keponakannya itu lebih tampan darinya bahkan sangat menggemaskan, masih kecil saja semua perhatian keluarga nya hanya tertuju pada Keenan, entah lah bagaimana kalau Keenan besar nanti, mungkin semua gadis akan memujanya. "Semoga besarnya gak kaya Daddymu ya Ken, jangan ikuti jejaknya yang playboy." ucap Anzel saat berada di kamar Keenan yang sedang tertidur.
" Heh, jangan suka buka aib ku di depan Keenan, Anzel. " ucap Kean tak terima saat Anzel mengungkit masa lalunya yang suram.
" Itu kenyataan, bang. Ken harus tau seperti apa Daddynya, agar dia bisa menjadi laki-laki yang lebih baik dari pada daddynya. jadi dia tidak perlu mencontoh kelakuan nakal Daddynya saat muda dulu. "
" Sialan ! sudah keluar sana. " menyebalkan sekali pikir Kean, itu semua sudah masa lalu kenapa harus di bahas, ia takut sekali akan terlihat buruk di mata putranya yang sebenarnya belum mengerti apa-apa itu.
Padahal kalau Kean pikir Anzel juga sangat mesum, bukan tidak mungkin kalau anaknya dekat dengan Anzel, Keenan akan tertular sifat mesum uncle nya itu, bahkan mungkin Anzel akan mengajarinya, pikiran Kean benar-benar negatif pada Anzel. Padahal Anzel tak terpikirkan sama sekali mengajarkan hal buruk pada orang lain.
.
.
***********
Hari pernikahan Anzel dan Vio pun tiba, pernikahan mereka di gelar sangat mewah di hotel milik adhytama grup . Anzel terlihat sangat tampan begitu pula Violetta yang terlihat sangat cantik dan mempesona membuat para tamu berdecak kagum melihatnya. Mereka benar-benar pasangan yang sangat serasi tak kalah dengan Kyara dan juga Kean.
Setelah acara pesta pernikahan itu selesai para keluarga kembali ke kamar hotel masing-masing begitu pula dengan pengantin baru yang sudah tak sabar ingin menikmati surga dunia, lebih tepat nya Anzel mungkin yang sudah tak sabar.
" Mau aku dulu atau kamu dulu yang mandi? atau mau bersama-sama" Ucap Anzel sambil menaik turunkan alisnya.
" Aku mau mandi duluan aja, kalau bareng kamu yang ada bukan mandi. " kesal Vio pada pria yang sekarang berstatus suaminya tersebut.
" Justru biar cepet, Honey. " Anzel masih mencoba merayu sang istri agar mau mengikuti keinginananya.
" No, Anzel. Aku mau mandi sendiri atau kita tunda malam pertama nya. " Ancam Vio sambil bersedekap dada.
" Yaudah deh, mandi sendiri-sendiri aja. Tapi janji nanti harus ya abis mandi. "
" Everything you want, Honey." Bisik Vio sambil menjilat ujung telinga Anzel. Seketika Anzel membeku di tempat nya tubuhnya meremang saat napas hangat Vio menyapu bagian lehernya, ia sangat terkejut dengan tindakan Violettta.
Vio langsung berlari menuju kamar mandi karena takut Anzel menerkamnya sekarang. Saat tersadar dari keterkejutannya Anzel berteriak " Vio tanggung jawab dulu, kamu membangunkan sesuatu yang harusnya masih tertidur.
.
.
*********
" Wah, pengantin baru aura nya lain ya sayang. Lihat tuh Anzel muka nya happy banget. " sindir Kean. Pada kenyataannya Anzel turun untuk sarapan dengan wajah masam nya.
" Kalian kenapa? Biasanya pengantin baru sarapannya di kamar karena gak bisa jalan. " ucap Kyara sambil terkekeh.
" Kalian berdua gak usah pasang muka ngeledek, gak tau apa gue belum berhasil ngacak-ngacak lobang." kesal Anzel pada kakak dan kakak iparnya itu.
" Ooohhh gagal ternyata, jadi semalam si unyil belum ke cebur ke dalam lobang?" sahut Kean dengan tawa yang pecah karena merasa nasib Anzel sama mengenaskannya dengan malam pertamanya dulu saat di tolak Kyara, karena Kyara kesal padanya.
" Enak aja, punya gue kaya pisang tanduk di panggil si unyil. Mau liat ayo, kita bandingkan gedean mana. " celetuk Anzel asal. Vio dan Kyara langsung memukul Anzel secara bersamaan. Vio memukul mulut Anzel yang asal tanpa filter itu dan Kyara memukul kening Anzel dengan sendok yang ada di tangannya.
" Dasar gila, gak usah macem-macem ya. Mesum!" sentak Kyara yang tak habis pikir dengan otak sang adik yang menurutnya kurang seons itu hingga punya pemikiran mau membandingkan barang berharganya dengan milik sang suami.
" Kamu tuh ya, Hon. Kalau bicara seenak jidat aja. kalau ada yang denger gimana? bikin malu aja. Mau aku tambahan liburnya? " ancam Vio yang kesal dengan kelakuan sang suami.
" Gak, Honey. jangan! Kamu datang bulan aja bisa sampai seminggu, udah lama banget itu apalagi harus di perpanjang. Bisa berhibernasi selamanya yang ada pisang tanduk aku."
Kean yang melihat Anzel tak berdaya itu pun langsung menertawakannya dengan kencang hingga Kyara memukul mulut Kean dengan telapak tangannya. " Bisa kecilin gak volume suaranya? kalau Keenan bangun gimana?" Kyara menidurkan Keenan di atas stroller, Bayi gembul itu baru saja tertidur nyenyak saat mereka turun untuk sarapan karena sejak semalam tidurnya sangat rewel mungkin karena efek kelelahan setelah menghadiri acara resepsi Onty dan unclenya.
" Maaf sayang, aku terlalu senang pagi ini. Ternyata ada yang lebih mengenaskan dari aku dulu. " Kean sangat bahagia, kalau dulu Kyara hanya satu kali menolak nya tapi keesokkan hari nya si robert sudah bisa menjebol gawang Kyara tidak dengan si unyil milik Anzel yang harus berpuasa satu minggu karena Vio sedang datang bulan, bukankah itu lebih mengenaskan darinya dulu, pikir Kean.
" Seneng banget ya gue lagi menderita, dasar kakak ipar durjana." Hilang sudah selera makan Anzel, bagaimana tidak sang kakak ipar yang merangkap menjadi musuh bebuyutannya itu terus meledek dan menertawakannya, yang lebih membuat nya kesal kenapa barang berharga kebanggaannya di panggil si unyil, sungguh sangat memalukan, pikir Anzel.
" Sabar Zel ini ujian. " Kean terkekeh meledek Anzel yang langsung menatap tajam padanya.
" Kalau lobang yang satu gak bisa digunakan, mending cari lobang yang lain dulu, Zel sekalian ngetest si unyil segagah apa sebelum nyebur ke lobang milik Vio " celetuk Kean tanpa sadar ada dua orang wanita yang sedang menatap nya dengan tatapan membunuh.
.
.
.
Dasar kakak ipar gak waras!!!
...****************...