My enemy My husband

My enemy My husband
S2 Terlalu posesif



Kean pulang ke apartemen dengan perasaan yang sangat bahagia, restu dari orang tua Kyara telah ia kantongi, tinggal restu dari orang tuanya. Ia butuh usaha ekstra meyakinkan Mama hera dan Papa Haris yang meragukan hubungannya dengan Kyara dan menghilangkan pikiran buruk mereka tentang dirinya.


keesokkan harinya


" Bukannya itu Vio" gumam Kean dari dalam mobil saat melihat Vio berdiri di halte bus. Mobil Kean berhenti tepat di depan Vio.


Vio memperhatikan mobil itu dengan seksama, seperti pernah melihatnya, tapi ia lupa.


Kean menurunkan kaca mobilnya " Mau kemana, Vi? "


" Eh, Om Kean. Mau ke rumah Anzel, Om." jawab Violetta dengan sopan, ia tak bisa memanggil Kean dengan sebutan abang karena itu adalah panggilan orang terdekat Kean termasuk Kyara, sangat tidak sopan menurutnya jika ia memanggil demikian, belum lagi Anzel yang juga akan cemburu mendengar ia memanggil abang kepada pria lain, jadi ia memutuskan tetap memanggil Kean dengan sebutan Om.


" Yaudah bareng aja, aku juga mau ketemu Kyara. " ajak Kean karena merasa kasihan melihat Vio harus menunggu bus di cuaca panas begini lagi pula tujuan mereka sama jadi tak ada salahnya mereka berangkat bersama.


" Boleh om, kalau gak ngerepotin. " sahut Vio sambil tersenyum menampilkan deretan giginya.


" Kenapa naik bus? Anzel gak jemput kamu?" tanya Kean saat Vio sudah berada di dalam mobilnya.


" Engga Om, tadinya Anzel mau jemput tapi aku larang, dari pada bolak balik lebih baik aku naik angkutan umum aja, mobil aku lagi di bengkel sementara naik ojek online gak boleh apalagi kalau yang bawa motor laki-laki, mana rela Anzel aku di bonceng cowok lain. Sementara naik taksi gak boleh juga sama Anzel kalau yang bawa laki-laki aku berduaan doang di mobil dia gak ijinin juga. " Ucap Vio seperti sedang menahan kesal karena sikap Anzel yang semakin berlebihan.


Kean hanya tersenyum mendengar cerita Vio, betapa posesif nya calon adik iparnya itu, pikir Kean.


" Loh ini kita berduaan aja di dalam mobil, nanti dia marah lagi, Vi. " ledek Kean sambil tersenyum dengan mata yang tetap fokus pada jalanan. karena saat ini Kean sedang mengendarai mobil sendiri tanpa di dampingi Christian.


" Ih kebangetan banget kalau sampai cemburu, aku bakal marah banget masa sama calon kakak ipar cemburu. " sahut Vio. Vio sudah mengetahui hubungan Kean dan Kyara karena semalam Kyara menelponnya untuk menceritakan yang terjadi kemarin saat makan malam.


Kean hanya tertawa mendengarkan perkataan Violetta. Sesampainya di kediaman Kyara, Kean langsung memarkirkan mobilnya dan kemudian turun dari mobil bersama Violetta.


" Loh, kok kalian bisa bareng?" ketus Anzel dengan tatapan sinis nya. Anzel kesal karena Vio melarang ia menjemputnya tapi sekarang nyatanya gadisnya itu malah datang bersama dengan kekasih kakaknya.


" Tadi gak sengaja ketemu pas lagi nunggu bus di halte, honey. " ucap Vio lembut. Ia yang kesal berusaha menahan diri agar tak meledak. selama Anzel tak memancing amarahnya dia akan mencoba menahannya.


" Ngapain coba bareng bang Kean? tadi aku jemput gak mau jadi ini alasannya?" ucap Anzel yang tampak sewot.


" Gak gitu zel, abang sama Vio emang gak sengaja ketemu. " kata Kean membela diri


" Gak usah modus deh bang Kean jangan-jangan pura-pura pacaran sama Kyara padahal mau deketin Vio,iya kan? " tuduh Anzel dengan sengit.


Kyara yang sedari tadi sabar menunggu pembicaraan itu selesai pun akhirnya kesal sendiri melihat adiknya yang amat sangat berlebihan.


" Anzel loe apaan sih, tiap di tolong bukan bilang Terima kasih malah marah-marah gak jelas. Lebih baik Vio di anter bang Kean dari pada harus nunggu bus kan kasian. Loe kelewat posesif tau gak . " kesal Kyara.


" Gue udah tawarin buat jemput dia sendiri yang gak mau. " Anzel tetap membela dirinya karena merasa tidak ada yang salah dari tindakannya.


" Kamu tuh kenapa berlebihan banget sih, aku malu setiap ada yang nolong aku malah kamu marah-marahin, aku lama-lama capek zel di giniin terus. " Vio tak bisa lagi menahan air matanya sejak tadi, entah kenapa Anzel makin lama makin keterlaluan posesif nya.


Sudah sering Anzel seperti ini, terakhir kali teman Vio, anak dari sahabat om dan tantenya hampir mendapat bogem mentah dari Anzel hanya karena menyapa Violetta dengan sebutan cantik.


Kala itu Anzel sudah menarik keras baju Aska karena berani menggoda Vio, padahl Aska hanya menyapa Vio tak ada niat menggoda sedikit pun.


" Aku pergi, percuma ada di sini. kamu selalu aja cari masalah. " Vio berlalu meninggalkan Kyara dan Kean yang menatap prihatin pada Vio.


Anzel mencoba mengejar Vio tapi Kyara menahan pergelangan tangannya. " Sebelum loe kejar dia, pahami dulu apa salah loe, lalu minta maaf sama Vio, percuma loe kejar sekarang kalau loe masih emosi dan berpikir bahwa loe gak salah. percuma aja Anzel. Biar aja Vio menenangkan diri dulu. "


Anzel mengacak rambutnya frustasi, entah kenapa akhir-akhri ini hubungannya dengan Vio seperti ini, selalu saja bertengkar, apa salah kalau dia posesif? apa dia berlebihan? pikir Anzel.


Anzel masuk ke dalam rumah, berjalan menuju kamarnya mencoba merenungi sikap nya pada Vio akhir-akhir ini. Sementara Kyara dan Kean pergi untuk makan siang bersama di luar.


" Loh bang, kok kita ke kantor. Katanya mau makan siang? " tanya Kyara yang bingung dengan tujuan mereka yang tadinya ingin ke restoran tapi sekarang malah berada di kantor Kean.


Kean hanya tersenyum, keluar dari mobil sambil menggandeng tangan Kyara masuk ke dalam kantornya, para pegawai hanya bisa melongo melihat pemandangan di depannya, ini kali pertama boss mereka membawa wanita ke kantornya karena biasanya dibawa ke hotel πŸ˜†


Kyara berdecak kesal karena tak mendapat jawaban dari Kean " Abang jawab, ko dari tadi cuma senyum doang sih. "


" Kita makan siang di kantor aja sayang, sudah di siapkan sama Chris, setelah makan siang kamu temenin abang kerja dulu ya, biar semangat di temenin pacar, eh calon istri aja boleh gak sih? goda Kean yang membuat pipi Kyara merona karena malu.


Kyara masuk ke dalam ruangan Kean, mereka duduk di sofa yang berada di depan meja kerja Kean. Christian sudah memesan makan siang untuk Bossnya dan juga Kyara.


" Silahkan di nikmati boss dan nona Kyara. " ucap Christian sebelum ia keluar dari ruangan boss nya.


" Sayang, aku mau makanan pembuka dulu. " ucap Kean dengan tatapan yang sulit diartikan.


" Hah, makanan pembuka?" tanya Kyara bingung karena tak melihat makanan pembuka di atas meja.


Kean yang tersenyum melihat raut wajah bingung sang kekasih langsung menarik tengkuk Kyara dan mendaratkan bibirnya pada bibir Kyara. Kyara yang terkejut akhirnya memejamkan matanya saat Kean melu*mat dan menyesap bibirnya. Hidangan pembuka yang manis, pikir Kean.


.


.


.


.


.


.


brakkkkkk


Astaga Kean, Apa yang kamu lakukan?


.


.


...****************...