My enemy My husband

My enemy My husband
Menagih janji



" Engga Pa, Ma. pokoknya Kimmy ga mau dijodohin!"


" Kamu mau menerima perjodohan ini, atau kembali ke luar negeri tinggal sama mak lampir."


plak


papa kimmy mendapat pukulan di lengan nya dari sang istri.


" Mak Lampir itu ibu mertua kamu pa." ucap mama kimmy dengan nada menyindir.


" Maaf ma, papa kan bercanda. itu kan julukan kimmy buat oma nya." sahut papa kimmy.


Dulu Kimmy dan keluarga nya termasuk oma nya tinggal di luar negeri, oma kimmy sangat cerewet dan berisik melebihi burung bellbird, oma dan kimmy selalu saja berdebat mungkin karena kimmy adalah cucu oma satu-satu nya jadi itulah cara oma menyayangi kimmy.


Tapi saat kimmy beranjak remaja dia merengek pada mama dan papa nya untuk kembali ke Indonesia karena tak tahan dengan ocehan sang oma. Akhirnya setelah perdebatan yang panjang orang tua kimmy memutuskan kembali ke Indonesia saat kimmy duduk di bangku SMP kelas dua.


" Kimmy akan pertimbangkan soal perjodohan itu, yang jelas kimmy ga mau balik lagi ke luar negeri apa lagi tinggal sama oma, yang ada gendang telinga kimmy bisa pecah denger teriakkan oma setiap hari."


Mama kimmy hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala nya melihat tingkah sang suami dan sang putri.


keesokan hari nya di kampus


" Kimchi, muka loe kenapa kusut banget udah kaya benang layangan." oceh Tia saat mereka baru saja menyelesaikan ospek dan hendak menuju kantin.


" Gue lagi kesel Ti, cerita nya panjang deh pokoknya nanti gue ceritain sama loe." Tia hanya menganggukkan kepalanya.


" Eh kim, gue kemarin chatan sama ka brie. dia baru aja buka usaha cafe nya sendiri. sekarang sih baru ada di kota tempat dia kuliah sekarang. Katanya kemungkinan nanti dia buka cabang di sini kim."


ka brian? " tanya kimmy penasaran.


" yaa gak pa pa kim, kan kita udah lama ga tau kabar nya ka brie jadi ya gue iseng- iseng aja nge chat duluan, dia makin ganteng tau kim."


Kimmy dan Tia sebenarnya masih sering berhubungan dengan Brian walau hanya sebatas chat, tapi beberapa bulan terakhir mereka jarang berkomunikasi, mungkin karena brian sibuk dengan kuliah dan bisnis cafe yang baru dia rintis.


" Ka brie ko ga hubungin gue ya, bahkan ngasih tau soal cafe baru nya aja ga." ucap kimmy dengan wajah cemberut.


" Emang perasaan loe sama ka brian gimana si kim? katanya loe nyaman sama dia, tapi sampe sekarang ya masih sahabatan aja." oceh Tia yang merasa sangat penasaran dengan isi hati sahabatnya.


" Dari dulu gue cuma nyaman aja sama ka brie, belum ada cwo yang bisa bikin gue nyaman selain dia, tapi untuk perasaan gue belum yakin Ti, makanya mending sahabatan dulu aja deh."


Saat Kimmy dan Tia sedang duduk di kantin sambil berbincang tiba-tiba Razel datang menghampiri.


" Hai kimchi, hallo Tiang listrik." sapa Razel sambil melambaikan tangan nya pada Kimmy dan Tia.


" Kebetulan loe di sini, ada yang mau gue bicarain sama loe" ucap kimmy saat Razel duduk di hadapan nya.


" Sama gue juga, ada yang mau gue omongin sama loe. gue mau nagih janji loe pas ospek kemarin. loe sendiri kan yang bilang apapun syarat yang gue kasih bakal loe lakuin."


...****************...


Mohon dukungan nya untuk novel receh ini, tolong masukin my enemy my husband ke favorite kalian dan jangan lupa di like setiap bab nya, juga di vote dan kembang kopi nya juga, dan jangan lupa follow author ,, maaf kan author banyak maunya πŸ™πŸ™πŸ™ salam gembira.