
"jangan.......... "teriak seorang remaja laki-laki berseragam putih biru yang membuat semua orang menoleh kepadanya.
Bocah sekolah menengah pertama yang tampan dan juga imut itu menghampiri Kyara yang masih duduk berhadapan dengan Rama.
" Dean, Ada apa?" tanya Kyara bingung.
" Jangan pacaran sama kak Rama kak, tunggu aku tiga tahun lagi, aku akan menjadi laki-laki yang selalu melindungi kakak dan gak akan pernah menyakiti hati kakak." ucap Dean sambil menatap Kyara dengan wajah serius.
" Heh bocah ingusan, inget umur loe berapa. Belajar dulu yang bener, dari pada gue aduin sama papa dan mama." selak Kalan.
" Zel, kita duluan aja yuuk ke kelas. Suasana di sini udah semakin panas kayanya." Bisik Tiana pelan ke telinga Anzel.
Anzel menganggukkan kepalanya, dan bangun dari duduknya. saat ia akan beranjak Kyara mencekal tangannya. " Tunggu, gue ikut. males dengerin mereka bertiga, bikin gue sakit kepala."
Dean adalah fans Kyara garis keras, meski usianya yang terpaut 4 tahun dengan Kyara, tak membuat hatinya goyah, tekadnya untuk menjadi pacar Kyara semakin kuat sejak setahun yang lalu.
Kyara yang cantik, pintar dan dewasa semakin hari semakin membuatnya sangat terpesona, sehingga ia sangat ingin memiliki kekasih seperti Kyara suatu saat nanti.
*************
" Minggu depan kamu sudah mulai ujian kan Kak?" tanya sang mommy saat Kyara sedang duduk di ruang tengah sambil memainkan ponselnya.
" Iya mom. " jawab Kyara singkat.
" Kamu mau kuliah dimana Ky, sudah dipikirkan mau di Indonesia atau di luar negeri?" tanya Daddy Razel yang sedari tadi sibuk mengelus rambut sang mommy sambil sesekali menciumi pipi istri cantiknya tersebut.
Kyara memutar bola matanya malas melihat sang mommy dan Daddy yang selalu bermesra- mesraan didepannya, bagai tak ingat umur pasangan suami istri itu masih saja selalu mesra membuat semua orang yang melihatnya pun akan iri, termasuk Kyara yang jiwa jomblonya meronta-ronta ingin diperlakukan seperti itu juga.
" Bisa gak sih Daddy gak mesra-mesraan didepan gadis jomblo ini." kesal Kyara.
" Mommy dan Daddy kan suami istri Ky, wajar lah kaya begini, kalau kamu tuh gak boleh kaya kita gini . "
" Gimana mau mesra-mesrain sih Dad, pacar aja gak punya, tau sendiri Kalan. Dia gak akan biarin Kyara pacaran sama sembarang cowo. Persis seperti papanya dulu yang selalu menjaga Mommy." Kimmy sangat ingat bagaimana hubungannya dulu dengan papa Kalan yaitu Brian. Sahabat sekaligus kakak untuknya.
" Ya kan dulu mah Brian suka sama kamu sayang, makanya dia selalu baik dan sangat menjaga kamu." Bisikan daddy Razel.
" Jangan-jangan Kalan suka sama kamu Ky." celetuk sang mommy.
" Gak mungkin dia mau sama aku yang dua tahun lebih tua darinya. Mommy tau kan gimana cuek dan dinginnya dia. Cuma pas aku butuh pertolongan aja dia perhatian." oceh Kyara.
" Walaupun kamu itu lebih tua, Kamu itu cantik sayang, siapa coba yang gak suka sama pesona kamu. lagian muka kamu imut gini kok." Sahut sang Daddy.
" Ada juga kok yang gak suka sama kak Kya." timpal Anzel yang baru saja keluar dari kamarnya.
" Siapa?" tanya mommy Kimmy.
" Aku lah. hahahaha." Anzel tertawa terbahak-bahak sampai sang kakak kesal dan melemparnya dengan bantal sofa.
" Berisik banget nih anak, mulutnya lancip banget. pantes aja gak ada cewe yang mau sama dia." ledek Kyara.
" Enak aja, aku mah milih-milih cari cewe gak mau dapet yang kaya kakak, berisik, ceroboh, suka bertindak seenaknya, pokoknya masih banyak deh kurangnya.
" Mommy, kak Kya tuh. " Adu sang adik yang langsung menghambur memeluk sang mommy. Membuat sang Daddy menggeser duduknya karena kini putra bungsunya itu duduk ditengah di antara ia dan sang istri.
" Dasar manja, pengaduan. Dia yang duluan ngeledek, tapi di ledekkin balik gak mau." Kyara beranjak dari duduknya menuju kamarnya.
*********
" Kal, Rama gimana ya. apa gue Terima aja ya jadi pacar gue. Pengen gue ngerasain pacaran lagi, kan udah lama Kal gue menjomblo." Ujar Kyara saat mereka sedang berada di cafe milik Papa Kalan.
" Kenapa sih emang kalau jomblo, kan ada gue. loe bisa jalan sama gue kapan pun loe mau dan kapan pun loe butuh gue selalu ada, kapan pun loe sedih bahu gue siap sedia buat jadi tempat loe menangis. loe bisa peluk gue saat loe lagi bahagia. Apa itu masih kurang?" cetus Kalan.
" Tapi kita cuma sahabat gak bisa lebih dari itu Kal , gue juga gak bisa cium loe seenaknya." Ucap Kyara santai membuat Kalan yang sedang meminum-minumannya langsung tersedak.
uhuk. uhuk. uhuk
" Kal, loe kenapa?"
" Loe gak salah, pengen pacaran cuma pengen ciuman? gak waras loe."
" Ya gak gitu doang, gue cuma pengen kaya mommy yang diperlakukan romantis sama daddy, di sayangi dan merasa di cintai gitu Kal.
" Ujian aja yang bener, nanti loe kuliah disana banyak cowo ganteng, gue gak akan larang loe pacaran lagi, tapi gak pake kontak fisik ya."
" Kan loe gak bisa mengawasi gue terus, gue kuliah loe masih pakai seragam putih Abu-Abu. Apalagi kalau gue kuliah di luar negeri, gak akan ada yang posesif lagi sama gue dan gue bisa bebas." goda Kyara.
" Jangan macem-macem ya Ky, Kuliah aja di sini. Gue gak mau loe terjerat pergaulan bebas di sana, apalagi loe gampang di bodohi sama cowok-cowok buaya.
" Loe suka ya sama gue?" tanya Kyara dengan tatapan menyelidik.
" Gak usah pede, loe emang paling cantik di sekolah. Tapi loe bukan tipe gue." jawab Kalan santai." Gue cuma menjalankan perintah Papa buat selalu menjaga loe, loe kan udah dianggap anak perempuan kesayangan Papa.
" Kalau loe udah 17 tahun, kita pacaran aja yuuk Kal. hubungan kita tuh di bilang bersahabat tapi berlebihan, di bilang pacaran tapi kaya sahabatan. bikin bingung. Mending pacaran aja sekalian."
plak
Kalan menyentil kening Kyara, langsung membuat Kyara meringis kesakitan karena jidatnya sedikit memerah.
" Belum pacaran aja udah KDRT. sakit tau." keluh Kimmy
" Biar loe sadar diri, Makanya kalau ngomong jangan suka ngelantur. Mana ada cewek nembak cowok duluan."
" Emang kenapa? Sekarang udah tahun berapa Kal, kalau cowoknya cuek kaya loe mah, gue harus agresif. "
" Loe suka sama gue?"
" Ya engga sih, cuma ya dari pada gue jomblo loe juga jomblo terus hubungan kita sahabat tapi rasa pacar cuma bedanya kita gak ciuman aja."
" Udah yuuk gue anter loe pulang dari pada makin lama di sini loe makin ngaco."
...****************...