My enemy My husband

My enemy My husband
S2 Bang Sat



" Ngapain dulu, lama amat ngobrol di depan?" tanya Anzel dengan tatapan tajam saat melihat sang kakak baru masuk ke dalam rumah.


" Ngobrol doang, Zel cuma sekedar basa-basi. Masa mau langsung di usir? " sahut Kyara yang sebenarnya agak jengkel dengan sikap Anzel yang seolah sedang menginterogasinya.


Anzel adalah pria possesif, tak hanya pada kekasihnya tapi juga pada wanita-wanita di sekitarnya yang ia sayangi seperti Mommy dan Kakaknya Kyara.


" Kakak kira gue gak liat, dia cium-cium jidat loe seenaknya. Emang kalian ada hubungan apa? ketus Anzel yang jelas sekali wajahnya memperlihatkan ketidaksukaannya pada Kean, meski Kean telah menolongnya sekalipun.


Walaupun Anzel belum mengenal Kean tapi menurut Anzel, Kean adalah pria dewasa dan mungkin saja pengalamannya sudah banyak dengan wajah tampan dan rupawan serta kekayaan yang bisa di bilang melebihi Daddynya mana mungkin pria seperti itu tak suka bermain wanita, walaupun daddy Razel tidak seperti itu tapi tidak dengan Kean yang terlihat sudah pro menurutnya, buktinya Kyara secepat itu bisa ia taklukan.


" Gue udah besar Anzel, loe sama Kalan harus berhenti mengatur siapa yang boleh dan gak boleh berkencan sama gue. " jengah rasanya, Anzel dan Kalan masih memperlakukannya seperti saat SMA dulu.


" Mending bahas Tiana aja, ini lebih penting. " Kyara mencoba mengalihkan pembicaraan agar Anzel tak banyak bertanya lagi, sungguh menyebalkan Anzel yang seperti itu, bahkan Mommy dan Daddy nya tidak sampai seperti itu, pikir Kyara.


" Kita harus bilang Daddy dan Mommy kalau mereka pulang nanti, Gue gak mau nanti Tiana berkata lebih dulu dan memutar balikkan fakta." Anzel pikir ia harus bertindak lebih dulu sebelum Tiana mengadu yang macam-macam pada Mommy dan Daddynya. Ia hanya sedang waspada siapa tau Tiana punya rencana lain untuk menjebaknya kembali.


" Nanti kalau berpengaruh sama persahabatan mereka dengan Om juna dan tante Tia gimana,


Zel." Sahut Kyara yang sebenarnya lebih memikirkan tentang persahabatan orang tuanya, sungguh tak enak kalau sampai semua itu berakhir hanya karena masalah ini.


" Kita tetap harus bicarakan ini, untuk Om juna dan tante Tia gue rasa mereka harus tau, supaya gak terjadi kesalahpahaman. Biar mereka tau bagaimana sikap Tiana selama di sini."


" Yaudah nanti kita bicarakan lagi. " Kyara berjalan berlalu meninggalkan Anzel, ia menuju lantai dua kamarnya, lelah sekali seharian ini. Banyak kejadian mengejutkan dan tak terduga. Ah sial, dia jadi membayangkan wajah Kean dan..........


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


ciuman itu


*************


di tempat lain


Kean yang baru saja sampai di rumah orangtuanya langsung di kejutkan dengan keberadaan adik sepupunya Mona yang juga pacar dari Christian.


" Bang Ke ! " pekik Mona yang langsung berlari memeluk kakak sepupunya itu.


" Kok kamu ada di sini?" tanya Kean pada adik sepupunya itu, Mona adalah anak dari adik Hera, Mama Kean, bahkan bisa di katakan Mona seperti adik kandung untuk Kean karena Mona lebih dekat dengan orang tua Kean daripada orang tuanya sendiri. Jujur saja Kean paling malas berhadapan dengan Mona yang mulutnya sama seperti Christian, Sungguh pasangan paling serasi bukan, pikir Kean.


" Abang, ade nya pulang bukan di sambut. Malah nanya gitu, seharusnya bang Ke seneng dong. " ujar Kyara dengan senyum sok polosnya itu, bagaimana bisa senang, yang ada dia merasa terganggu dengan kehadiran Mona, untung saja aku sudah pindah ke apartemen, batin Kean. kalau bisa sudah di pastikan adiknya itu akan mengusiknya setiap hari, yang ada dia akan terkena stroke di usia muda, pikir Kean.


" Mama, kenapa memberiku nama Kean? Rasanya aku ingin ganti nama saja. " keluh Kean dengan wajah masam nya. Ia tak mengerti kenapa semua orang memanggilnya bang Ke, Kean bingung. Sebenarnya cukup sopan memanggil orang yang lebih tua dengan sebutan abang, tapi bang Ke? itu sebuah sopan santun atau penghinaan ?


" Mama dengar keponakan mama memanggilku dengan sebutan apa? Bang Ke ! itu tidak sopan Ma. " gerutu Kean sambil menatap tajam sang adik yang tidak punya adab itu.


" Itu nama nya sopan, memanggil kamu dengan sebutan abang, dari pada mama kasih nama SATRIA , nanti kamu dipanggil Bang Sat. " ucap sang mama dengan entengnya. Membuat Kean melongo mendengarnya. Itu umpatan atau bagaimana? bisa-bisa nya mama nya berucap begitu, pikir Kean.


Christian dan Mona yang berada di sana pun tertawa dengan sangat kencang, bahkan papa nya ikut terkekeh, Kean seperti sedang di bully oleh satu keluarga, pikirnya.


" Tapi Ma, sebutan abang gak cocok dengan wajah ku yang mirip dengan orang Korea ini. Kenapa mama tidak memberi nama Lee minho, song Joongki atau apalah. " kata Kean yang masih mempermasalahkan perihal namanya.


" Kamu kira mama tau kalau saat dewasa wajahmu akan mirip seperti orang Korea begini. Lagian kenapa juga wajahmu tidak mirip dengan Papa dan Mama? Jangan-jangan kamu tertukar saat di rumah sakit, Ke. " jelas sang Mama yang langsung membuat Kean merengut kesal. Benar- benar seperti ibu tiri, seenaknya saja bicara seperti itu, ibu macam apa yang dengan mudah mengatakan hal itu, pikir Kean.


" Aku memang gak mirip dengan Mama dan Papa tapi apa Mama lupa aku lebih mirip dengan grandpa. Mama saja yang tidak mirip dengan grandPa, Jangan-jangan Mama bukan anak grandPa. " sahut Kean asal, sungguh sangat pandai dia menjawab, tak akan ada yang bisa mengalahkannya perihal berdebat.


" Dasar anak kurang ajar ! " Pekik Hera yang langsung memukul Kean dengan bantal sofa.


Papa haris hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah keduanya, Sama-sama pandai bicara dan tak mau mengalah itu lah sifat Kean yang di turunkan dari mama nya, sementara sifat playboynya dan pintar merayu jelas dari Haris, Papanya.


Setelah lelah bertengkar, akhirnya Hera dan Kean menghentikan perdebatannya.


" Mona, kamu sedang liburan di sini atau bagaimana? " tanya Kean penasaran. Mona sebenarnya tinggal sendirian di negara D sejak kuliah dan akhirnya ia pun memutuskan bekerja di negara D sementara orang tuanya berada Di Indonesia, tapi berbeda kota dengan Kean.


" Aku memutuskan untuk pindah bekerja di perusahaan mu, aku sudah bosan di negara D. Apalagi sejak Chris melamar ku, aku ingin tinggal dan menetap di sini bersama suami ku nanti. " jawab Mona yang malah menatap Christian yang duduk disampingnya sambil menggenggam tangannya.


Cih, bisa - bisa nya mereka bermesraan di rumah ku bahkan di depan keluarga ku , batin Kean. Kenapa juga Christian terus menggenggam tangan Mona, memang Chris pikir Mona mau menyebrang jalan, pikir Kean.


" Kalian tidak bisa menikah sebelum aku menikah ! enak saja ingin melangkahi ku, aku lebih tua dari kamu Mona, jadj jangan mendahuluiku! " Kean paling tidak suka kalah apalagi mengalah sedari kecil, oleh siapapun itu .


" Salah sendiri kelamaan jomblo. Bang Ke lebih banyak bermain-main dengan banyak wanita, tak pernah serius. " cibir Mona yang sangat tau bagaimana kelakuan kakak sepupunya itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Aku sudah punya calon istri !!!!!!!


.


.


...****************...


jangan ngaku-ngaku dah Bang Ke, emang Kyara udah nerima loe jadi calon lakinya πŸ™„