My enemy My husband

My enemy My husband
Memanas-manasi



kembali ke hotel


"Bagaimana dengan hubungan kita zel? kamu selalu bilang tak ingin terburu buru, tapi aku butuh kepastian zel, aku harus menyebut mu apa? Sahabat, tidak kita jelas lebih dari itu dan aku juga mencintaimu, menyebutmu kekasih juga tak mngkin karena kamu sendiri tak pernah mengatakan mencintaiku. kamu ga niat ninggalin aku kan zel? Apa perasaan cinta untukku sudah tak ada di hatimu? " ucap sherlin dengan air mata yang sudah membasahi pipi nya.


Ia sedang merasa takut kehilangan Razel sekarang, sebenarnya ia sangat ingin menetap di Indonesia dan menghabiskan waktu bersama Razel, tapi Sherlin yang seorang model masih mempunyai beberapa perkerjaan di negara S.


" Maaf sher, ada hal yang harus aku selesaikan dulu? aku tak bisa mengatakannya pada mu biar aku menyelesaikannya baru kita memikirkan hubungan kita ya." Pinta Razel dengan nada lembut.


Razel berpikir keras bagaimana kalo sang mama sampai tau, dia berjanji pada sherlin untuk tidak meninggalkannya saat ia sudah dijodohkan dengan kimmy. Razel mengutuk diri nya sendiri yang tak bisa berkata jujur pada sherlin tentang dirinya dan kimmy.


Kalau sampai mama tau ga cuma dijual motor gue, tapi gue bisa digantung di pohon kelapa ini." Batin Razel.


Esok hari di kantin kampus


" Kim bisa bicara sebentar." Tanya Razel yang sudah mendaratkan bokongnya di kursi depan kimmy. Kini mereka duduk saling berhadapan.


Tia yang tadi sedang bersama kimmy pun kini beranjak dari duduk nya meninggalkan kimmy dan Razel berdua. Tia tau mereka berdua butuh waktu untuk bicara dan menyelesaikan masalah mereka.


" Kebetulan, aku juga mau menyampaikan sesuatu sama ka Razel. Tanpa basa - basi kimmy langsung mengutarakan keinginannya. " Aku mau kita akhiri perjodohan ini ka, aku ga mau ngelanjutin hubungan palsu ini lagi." Tambahnya lagi.


Razel hanya bisa mematung mendengarkan perkataan kimmy.


" Kim aku...." belum sempat Razel berbicara kimmy langsung memotong perkataan Razel.


" Aku akan berbicara pada mama dan papa untuk mengakhiri perjodohan kita, jadi kak Razel tenang aja. kakak ga akan di salahin atas berakhir nya hubungan kita. " kimmy beranjak dari duduk nya meninggalkan Razel.


" Zel, kenapa lagi loe?" tanya juna menghampiri Razel yang duduk sendirian.


" kimmy pengen perjodohan ini batal, gue cinta sama kimmy tapi gue bingung gimana caranya gue ngasih tau sherlin jun, gue ga tega nyakitin dia." lirih Razel


Juna memukul kepala Razel yang langsung mendapat tatapan tajam dari sang pemilik kepala. juna dan dikta sudah tau apa yang terjadi pada Razel , ia menceritakan semua nya pada dua sahabat nya itu.


" Loe plin plan amat sih zel, kebanyakkan bingungnya deh, otak jenius loe kemana? kenapa soal asmara loe lebih bodoh dari dikta." kesal juna


" iya donk, gini-gini gue mah udah pro." sahut dikta menimpali.


Razel mendengus kesal mendengarkan ocehan dari dua sahabat laknat nya.


" Loe lepasin sherlin lah biar bagaimana pun dia harus tau, kalo loe udah dijodohin sama kimmy, dan loe juga cinta sama kimmy. loe kan bisa bersahabat aja sama sherlin, toh dia udah gede bisa ngurus dirinya sendiri, buktinya dia di luar negeri sendirian bisa. "ucap juna menasehati.


" Emang loe mau, kalau Kimmy sama Brian?" tambahnya.


" Loe sih zel, awal nya pake ngasih harapan ke sherlin, padahl udah dijodohin sama kimmy." dikta ikut menimpali.


" Loe berdua bukan ngasih gue solusi malah pada nyudutin gue." gue juga kan ga tau kalau akhirnya gue justru jatuh cinta sama kimmy." oceh Razel.


" gue udah ngasih solusi, lepasin sherlin dulu. kimmy juga ga akan mau kalau loe masih plin plan. " geram juna.


" tapi perasaan kimmy sama gue gimana ya, kemaren dia sendiri kan yang ngomong bakal ngejalanin dulu sama Brian." ucap Razel putus asa.


" Loe kaya ga paham cewe aja sih zel. Gue aja bisa liat kalau kimmy tuh suka sama loe, mungkin dia cuma pengen ngebales loe aja makanya bilang gitu." jelas dikta.


" yang jelas loe harus segera bilang sama kimmy kalo loe cinta sama dia, sebelum kimmy beneran nerima cinta Brian. " kata Juna memanas-manasi Razel.


...****************...