
Saat weekend Kimmy dan Razel memutuskan datang ke Cafe Brian untuk melihat keadaan sang sahabat yang mungkin sedang sedih saat ini. Sebenarnya bukan hanya itu saja yang membuat Kimmy ingin bertemu Brian, karena ada hal lain yang ia inginkan dari Brian.
" Loh kalian ngapain ada di sini?" tanya Razel saat melihat dua sahabat laknatnya sudah ada di Cafe Brian dan mereka sedang duduk sambil menikmati minuman mereka.
Razel dan Kimmy memutuskan untuk duduk satu meja dengan Juna dan Dikta, Kimmy pun penasaran apa yang sahabat suaminya lakukan di Cafe Brian, karena seingat Kimmy sang suami tak turut serta mengajak kedua sahabatnya itu untuk berkumpul di Cafe milik Brian.
" Eh Zel, lama amat loe. kita udah 20 menit di sini nungguin loe." sahut Dikta.
Razel duduk di sebelah sang istri berhadapan dengan Dikta dan juga Juna." Suka-suka gue dong, lagi juga kan kita gak janjian ketemu di sini."
" Kok aku jadi curiga ya, kenapa kalian ada di sini." timpal Kimmy.
" Kita cuma mau tau aja kim, yang loe pengenin dari Brian apa, loe pasti lagi ngidam pengen sesuatu dari Brian kan?" tanya Juna penasaran.
" Mau tau banget ya? Kepo banget sih!" cibir Kimmy."
" Tia mana kok tumben gak ikut? biasanya Kalian udah kaya panci sama tutupnya ke mana-mana selalu bersama." lanjut Kimmy yang kembali melontarkan pertanyaan pada Juna.
" Biasa Kim, perempuan lagi kedatangan tamu bulanan, jadi gak mau ke mana-mana perutnya lagi gak enak katanya." jawab Juna.
" Bini lagi sakit bukan ditemenin malah keluyuran gak jelas cuma pengen tau urusan gue" kata Razel yang heran dengan kelakuan sahabatnya itu.
" Kita cuma pengen tau Zel, penderitaan apa yang akan di alami Brian." Ucap Dikta.
" Bener Zel, loe lupa kita bertiga menderita selama ini ngikutin maunya kecebong loe itu." Sambung Juna.
Kimmy menatap tajam Juna dan Dikta, membuat mereka berdua menelan salivanya dengan susah payah karena melihat tatapan membunuh dari ibu hamil itu. " Enak aja anak aku di bilang kecebong. ini tuh bibit kualitas premium tau."
" Rame amat ngomongin apa sih." Brian yang baru saja keluar dari ruang kerjanya di lantai dua langsung menghampiri para sahabatnya yang sedang berkumpul.
" Tuh kak Brie, mulutnya pada laknat banget bilang anak aku kecebong." Kimmy langsung menggeser kursinya agar bisa lebih dekat dengan Brian dan bergelayut manja di lengan pria itu tanpa mempedulikan bahwa sang suami berada di sebelahnya sedang menatapnya dengan tatapan tajam, matanya dipenuhi api kecemburuan melihat sang istri bermanja dengan pria lain meskipun itu sahabatnya.
Brian yang tau hal itu malah memanas-manasi Razel, ia mengelus lembut rambut panjang Kimmy yang semakin membuat Kimmy semakin nyaman.
Razel semakin merengut kesal melihat interaksi istrinya dan juga sahabatnya itu. " Yang kamu kenapa duduknya jauh dari aku, malah geser ke si Brian. Suami kamu di sini loh kalau mau bermanja-manja." Ucap Razel yang masih berusaha mengontrol nada bicaranya agar tak membuat Kimmy malah merajuk padanya.
" Aku kangen sama kak Brie, kan aku udah lama ga sedekat ini sama kak Brie, sayang." jawab Kimmy dengan sendu karena ia tau pasti suaminya sekarang sedang merasa cemburu dan akan melarangnya untuk dekat dengan Brian.
" Boleh, tapi bisa gak kalau gak usah gandeng lengan Brian, dia punya Sherlin loh sayang." ucap Razel dengan lembut sambil berusaha mendekatkan kursinya juga agar dekat dengan sang istri.
" Oh iya Kak Brie gimana gosip itu? apa benar Sherlin selingkuh sama model laki-laki itu?" tanya Kimmy penasaran, ia langsung melepaskan pegangan tangannya dan beralih menatap Brian.
Razel semakin kesal karena perkataannya di abaikan oleh sang istri yang lebih memilih berbicara dengan Brian.
Juna dan Dikta hanya bisa tertawa sedari tadi melihat penderitaan Razel yang diabaikan oleh istrinya sendiri.
" Tapi perasaan Kak Brie gimana? apa Kakak baik-baik aja melihat mereka berteman cukup dekat?"tanya Kimmy lagi.
" Cemburu pasti Kim, itu manusiawi apalagi aku dan Sherlin lagi LDR, tapi kalau aku menuruti kecemburuan aku yang gak berdasar buat apa, yang ada kita malah bertengkar dan membuat hubungan ini malah makin rumit nantinya. Aku percaya Sherlin pasti bisa menjaga hatinya buat aku." jelas Brian panjang lebar.
Kimmy ikut senang mendengar perkataan Brian. Ia turut bahagia dan berharap hubungan Brian dan Sherlin bisa terus berlanjut sampai mereka menikah nanti sama seperti ia dan Razel .
" Kamu kesini ada apa, katanya lagi ngidam sesuatu, kamu mau apa?" tanya Brian sambil tersenyum manis ke arah Kimmy yang sudah dianggap sahabat sekaligus adik oleh Brian.
"Nah ini yang ditunggu-tunggu." sahut Dikta.
" Penasaran banget ini gue si Kimmy mau ngasih penderitaan apaan sama si Brian." ucap Juna ikut menimpali.
" Bener, gue pengen lihat si Brian menderita, jangan cuma kita yang di buat menderita. " kata Razel antusias.
" Aku pengen makan kak, tapi aku mau nya makan di suapin sama kak Brian." jawab Kimmy dengan wajah yang sangat menggemaskan.
Tapi malah membuat ketiga orang yang sedari tadi sudah menunggu jawaban Kimmy dengan wajah tegang seketika mereka langsung membulatkan matanya dengan mulut yang menganga lebar.
" Masa cuma itu yang? kok giliran aku kebagian yang gak enak ngidamnya." protes Razel
" Ya kan kamu Daddy nya kak, Bukan Kak Brian. Emangnya ini anak di tanam nya pakai benih kak Brie?Wajar lah kalau kamu direpotkan." gerutu Kimmy.
" Aku..... "
" Ini semua tergantung sama amal ibadah kalian, makanya gue dapetnya yang gak merepotkan." sahut Brian yang sengaja memotong ucapan Razel.
" Betul itu, kak Brie kan selalu baik sama aku, makanya baby nya sayang, gak mau merepotkan uncle baiknya." ucap Kimmy sambil tersenyum ke arah Brian.
" Emang kita gak baik apa ya Zel? " tanya Dikta dengan wajah bingung.
"Yang gak baik tuh Razel, karena pernah menyakiti hati Kimmy di masa lalu." Juna ikut menimpali.
" Loe berdua bisa diem gak, loe juga jun bisa gak jangan bahas masa lalu mulu ! " kesal Razel .
Setelah pulang dari cafe Brian, Razel tak lagi banyak bicara pada Kimmy, ia kesal dengan istrinya yang sedari tadi menempel terus dengan Brian dan bermanja dengan sahabatnya itu.
Sesampainya di kamar Razel langsung membersihkan diri ke kamar mandi, meninggalkan sang istri tanpa sepatah kata.
Kimmy yang sedari tadi kesal dengan sikap sang suami langsung mengeluarkan semua unek-uneknya saat melihat sang suami yang sudah keluar dari kamar mandi." Kamu kenapa sih kak? cemburu? aku kan gak ngapa-ngapain sama Kak Brie, itu juga di depan kamu, bukan di belakang kamu kaya gitu. Ini juga kan mau nya bayinya bukan aku. Kakak lama-lama ngeselin. tidur aja sana diluar!" kesal Kimmy yang langsung berlalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri tanpa mendengar penjelasan Razel terlebih dulu.
yang cemburu gue, kenapa malah dia yang marah-marah dan ngambek. salah lagi aja gue! nasib. nasib