
beberapa tahun kemudian
Razel yang usianya sekarang sudah menginjak 24 tahun dengan wajah yang semakin tampan dan terlihat lebih matang sedang duduk di kursi kebesarannya untuk menerima laporan dari asistennya. Razel sekarang menjadi pemimpin di sebuah perusahaan untuk menggantikan sang ayah yang kini sudah pensiun. Semakin hari ia semakin terlihat sangat dingin tak tersentuh, ia menutup pintu hatinya untuk semua wanita yang datang.
Banyak wanita yang mencoba mendekatinya, tak pernah ada yang bisa menggoda nya, itu semua karena seseorang yang sejak lama menjadi pusat dunianya, tapi karena kesalahannya lah wanita itu pergi meninggalkannya.
setiap hari ia hanya bisa mendengar laporan tentang keadaan dan kegiatan wanita yang sudah lama sangat ia rindukan itu, sesekali ia terbang ke negara A tempat dimana wanita itu kini berada tapi bukan untuk menemuinya tapi hanya untuk melihat wanita itu dari jauh untuk mengobati sedikit kerinduannya.
tapi karena beban pekerjaaan nya akhir-akhir ini sangat banyak, sudah lama sekali ia tak mengunjungi wanita itu.
" Gimana kabar kimmy jun?" tanya Razel pada sang asisten, yaitu Juna.
Juna yang menjadi sahabat Razel sejak kuliah, tempat Razel berbagi kesedihan, yang sangat tau bagaimana Razel selama beberapa tahun ini.
Juna menaruh beberapa lembar foto yang diambil anak buah mereka di negara A , foto yang memperlihatkan kimmy dengan segala rutinitasnya.
Razel menyunggingkan senyum melihat foto itu, hanya dengan melihat fotonya lah rasa rindu nya sedikit terobati, sebenarnya ia ingin menemui wanitanya, memeluk dan menghujani wajah wanita itu dengan banyak ciuman. tapi ia sadar diri ia tak ingin mengganggu wanita yang sedang menata hati nya itu. ia bertekad menunggu wanita itu kembali dengan sendirinya ke negara asalnya tanpa ia paksa.
" Semua baik jun?" tanya Razel lagi.
" Tenang zel, kita udah menempatkan beberapa orang untuk mengawasi mantan jodoh loe!" kekeh juna
tak...
" Loe ga ada takut- takutnya ya sama gue, loe mau gue pecat, hah?" sentak Razel.
" Loe itu sangat membutuhkan gue zel, jadi ga mungkin loe pecat asisten loe yang baik, pinter, tampan dan sangat berguna buat loe." sahut juna.
" Bisa-bisanya ya Tia masih mau jadi pacar loe, heran gue! mana belom loe kawinin tuh anak gadis orang, loe pacarin terus. nanti keburu ditikung orang aja baru rasa loe!" ledek Razel.
" Nikah zel, nikah ! gue itu kasian sama loe, udah lumutan nungguin kimmy, masa iya gue tega nikah diatas kesendirian loe, nanti loe kesepian ga ada gue, apa lagi kalo denger gue cerita enak enak nanti loe pengen gimana? masa gue harus buka pabrik sabun. " ejek juna.
" Sialan loe..! " umpat Razel
Ya begitulah setiap hari Razel dan Juna saling melempar ejekan adalah suatu hal wajib bagi mereka. mereka masih layak nya sahabat saat sedang berdua,tapi tidak saat mereka sedang bekerja, mereka sangat profesional sampai karyawan lain tak ada yang menyangka bahwa Juna adalah sahabat sang Bos.
" Masalah sherlin udah beres kan? loe ga ada niat untuk menemui kimmy? gue yakin kimmy pasti tau kalo loe udah menyelesaikan masalah sherlin. " ucap Juna mulai serius.
Razel menghela napas berat.
" kalo kimmy belum berniat kembali kesini itu artinya dia masih butuh waktu untuk menata hatinya jun."
ada saatnya kita tidak punya pilihan lagi selain diam dan mencoba untuk menerimanya.
...****************...