My enemy My husband

My enemy My husband
ngidam Mangga



" Zel, kemeja kamu baru di setrika ya? wangi kispray nya masih nyengat banget." kata Oma saat Razel dan Kimmy sudah berada di meja makan untuk sarapan bersama.


" Emang kemeja kamu gak ada lagi zel?" sambung mama Kimmy.


" Kayanya kemarin Juna udah bawain baju-baju kamu kesini kan zel?" Papa Kimmy ikut menimpali.


" Kemeja aku banyak, cuma masalahnya Kimmy gak ijinin aku pakai parfum Pa, Ma, Oma. Kimmy cuma bisa cium wangi kis.pray aja, jadi terpaksa aku semprotin kis. pray sebagai pengganti parfum." Kata Razel panjang lebar.


" Iya Kimmy mual malah sampai muntah gara-gara bau parfum." Jelas Kimmy.


Sontak membuat Oma dan orang tua Kimmy tertawa terbahak-bahak.


" Yang, mereka aja pada ketawa kemeja aku pakai kis. pray, gimana karyawan aku? Masa ia bos pemilik perusahaan gak sanggup beli parfum harus pakai kis. pray." keluh Razel saat Kimmy mengantarnya sampai ke depan pintu.


" Yaudah kalau kamu mau tetap pakai parfum jangan dekat sama aku. mau?" ancam Kimmy.


" Oke aku gak akan pakai parfum, demi kamu." Razel mencium kening Kimmy dan mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam mobil menuju kantornya dengan perasaan jengkel.


sesampainya di kantor


" Wangi apaan nih zel, kayanya beda sama parfum yang biasa loe pakai." Tanya Juna penasaran.


" Biasa bibit gue yang didalam perut bikin ulah. Kimmy gak suka gue pakai parfum bikin dia muntah, jadi biar tetap wangi gue disuruh pakai kis. pray." gerutu Razel.


Tawa Juna pecah seketika mendengar keluhan Razel, ternyata tak hanya ia yang di repotkan oleh bibit Razel, tapi si penanam bibit pun ikut di repotkan oleh permintaannya yang aneh.


" Baru di dalam perut aja udah bikin rusuh, gimana udah lahir zel." Juna berbicara sambil coba menahan tawanya yang sedari tadi tak mau berhenti sampai menggema di seisi ruangan.


Razel menimpuk Juna dengan pulpen yang berada di meja kerjanya karena kesal dengan ocehan sang asisten.


" Dasar asisten gak ada akhlak, berani-beraninya anak gue di bilang rusuh." Kesal Razel .


" Bercanda zel. Yaudah gini aja gue punya ide. mending loe siapin kemeja sama jas lain mulai sekarang di kantor, jadi nanti pas loe sampai sini loe ganti baju terus pakai parfum yang biasa loe pakai, kan Kimmy ga tau. Nanti pas pulang kerumah loe ganti lagi pake kemeja yang loe pakein kis. pray. gimana ide gue, bagus kan?" kata Juna menaik turunkan alisnya.


" Bagus juga ide loe, yaudah suruh Dewi ke toko langganan gue, beli kemeja sama jas gue . orang toko udah tau ukuran gue, sekalian beliin gue parfum yang biasa gue pakai."


" Siap, laksanakan pak bos!" sahut Juna.


********


" Kak, aku pengen mangga deh." Ucap Kimmy yang bergelayut manja di lengan sang suami saat Razel pulang dari kantor.


Razel memicingkan matanya menatap sang istri, jantungnya sudah berdebar tak karuan.


Firasat gue kok gak enak ya, jangan sampe ini anak minta gue ngelakuin hal yang aneh-aneh. batin Razel.


" Kamu mau beli mangga sayang? mau aku beliin?" tanya Razel dengan lembut.


" Engga kak, aku maunya mangga yang di petik langsung dari rumah orang lain." Kata Kimmy santai.


" Terus aku harus panjat pohon gitu? " tanya Razel was-was.


" Aku mau diambilin sama Dikta kak mangganya. tapi jangan bilang ya ambilnya, aku mau mangga yang dipetik secara diam-diam kak."


Razel menghela napas lega karena bukan ia yang di repotkan oleh keinginan sangat istri tapi lagi-lagi sahabat lak..natnya yang akan ia repotkan.


gak apa-apa ngeluarin duit mulu, yang penting ngidamnya Kimmy terpenuhi dan gue gak perlu ngelakuin hal yang aneh-aneh. batin Razel.


" Yaudah nanti aku hubungi Dikta buat ke sini cari mangganya." Ucap Razel dengan lembut.


" Jangan sekarang Kak nanti jam 2 malam ya ambilnya."


" Apa?"


********


" Loe mau duit gak?" tanya Razel balik.


" Mau lah dengan senang hati gue mah kalau ada duitnya." jawab Dikta antusias." terus gue harus ngapain?"


" Cariin bini gue mangga, dia lagi ngidam." kata Razel.


" Ah gampang itu mah." Ucap Dikta dengan sombong.


" Tapi mangga yang loe petik langsung dari rumah orang saat jam 2 malam."


Dikta membulatkan matanya dengan mulut yang menganga lebar dengan perkataan Razel yang tak masuk akal. " Zel, loe kan mampu beli mangga bahkan sama kebonnya sekalian, kenapa mesti ngambil dirumah orang tanpa ijin, loe gak bangkrut kan zel?"


" Sue loe! ini tuh permintaan orang hamil yang lagi ngidam, bukan masalah duit."


" Anak bos masih dalam perut aja udah bikin ribet, apalagi udah lahir ini. " gumam Dikta.


Saat itu Dikta langsung menghubungi sahabat


lak.. natnya yang lain yaitu Juna untuk datang ke kediaman Razel.


" Loe berdua ya, ngapain sih pake acara hubungin gue segala, loe gak liat ini jam berapa?" gerutu Juna saat menghampiri Razel dan Dikta di ruang tamu.


" Dikta tuh, gue kasih dia tugas, eh malah hubungin loe." celetuk Razel.


" Loe mau duit gak? nanti gue kasih loe duit kalau gue berhasil menjalankan misi dari Razel, asal loe mau bantu gue." Dikta menaik turunkan alisnya menatap Juna.


" Misi apaan emang?" Juna sangat antusias mendengar kata duit dari mulut Dikta, seperti biasa kemarahannya langsung lenyap begitu saja.


Dikta menjelaskan semuanya pada Juna, membuat Juna menggeleng-gelengkan kepalanya tak habis pikir dengan ngidam Kimmy yang sangat absurd. " Semoga Tia kalau hamil gak aneh kaya gini." batin Juna


" Zel, kalau begitu caranya kita itu kaya orang mau maling tau gak? kalau ketauan gimana? bisa di pukulin warga kita zel dikira maling ." oceh Juna.


" Kalo ketangkap sama warga jangan bawa-bawa nama gue, malu kalau orang tau gue nyuruh kalian ambil mangga di rumah orang, bisa rusak reputasi gue." sahut Razel santai


" Terus gimana sama kita Zel? resikonya parah Zel, bukan cuma dikira maling. Kalau nanti pas gue manjat ada Mak kunti lagi nongkrong di atas pohonnya gimana? merinding ih gue." Dikta bergidik ngeri membayangkan akan bertemu dengan mak kunti.


" Aneh aja loe, mana ada mak kunti di pohon mangga. kalau ada loe ajak aja pacaran biar nongkrongnya jangan di pohon mangga lagi tapi nongkrongnya di cafe." kekeh Razel.


bugh


Juna melempar bantal sofa pada sahabatnya yang nol adab itu. " ente kadang-kadang, suka ngadi-ngadi aja."


" Kalau resikonya sebesar itu untuk mempertanggung jawabkan semuanya gue akan kasih kalian 20juta, gimana?" Tawar Razel.


" Oke, siap gue." Kata Dikta dengan antusias


" Gue juga siap laksanakan." Ucap Juna menggebu-gebu.


" Duit aja loe pada gercep, dasar sahabat lak.. nat bantuin temen kalau ada duitnya aja."


Kedua sahabatnya hanya tersenyum dengan menampilkan semua deretan gigi mereka.


...****************...


jangan lupa like, komen, gift dan votenya ya.


mohon dukungannya, jangan lupa juga masukin novel ini ke favorite kalian yaa πŸ™πŸ™