
Hai guys, aku mau mengumumkan novel baru aku sekuel dari My enemy My husband dengan judul Semalam dengan mantan ku
Jangan lupa mampir dan tolong di subscribe, like, komen, gift dan vote nya ya, akan Up tiap hari. Mohon dukungannya untuk author receh ini π
.
.
...****************...
Ciiiitttttt
Mobil yang ditumpangi, dua orang pria tampan berhenti mendadak saat ada sebuah motor menghadang jalan mereka.
Seorang gadis cantik pun turun dari motor matic nya, ia menghampiri mobil itu dan menggedor jendela mobil tersebut dengan sangat kencang.
" Keluar kalian. " Teriak si gadis cantik tersebut yg masih mengenakan helmnya.
Dua orang pria yang berada di dalam mobil pun langsung keluar menghampiri gadis itu.
Gadis cantik itu langsung menaikkan kaca helm nya, alangkah terkejut dia melihat pria yang kini berdiri di depannya.
" Kak Dean? "
"Alenka?" Dean pun sama terkejutnya dengan gadis itu. Ia tak mengira akan bertemu kembali dengan gadis yang membuatnya patah hati untuk kedua kalinya.
" Loh kalian saling kenal? " Tanya Dion penasaran.
" Hemm. " Jawab Dean singkat hanya dengan deheman. Keduanya saling memandang dengan tatapan penuh permusuhan.
" Loe ngapain? Nguntit gue ya?" tanya Dean sambil menatap tajam Alenka.
" Gak usah kepedean deh kak, ngapain juga aku ngikutin kamu kaya gak ada kerjaan aja. " gerutu Alenka yang kesal dengan tuduhan tak berdasar mantan kekasihnya itu.
" Nih kamu lihat baju aku kotor gara-gara mobil kamu ngebut terus, genangan air di hajar juga. Gak mikir apa pengendara motor bisa kena cipratannya !" Oceh Alenka .
Sangat sial nasibnya pagi ini, pikirnya. Sudah terlambat, terkena cipratan air kotor, lalu harus bertemu dengan mantan pacarnya, sama sekali bukan hal yang ia harapkan.
" Harusnya loe salahain nih sebelah gue, Dion." Ucap Dean sambil menunjuk ke arah Dion. " Dion yang bawa mobil."
" Kan loe juga yang nyuruh gue buru-buru, De. " sahut Dion yang tak terima di salahkan oleh sahabatnya sekaligus Boss nya itu.
" Aku gak peduli siapa yang bawa mobil, sekarang kalian harus tanggung jawab, Aku itu lagi buru-buru ini. " Kesal Alenka dengan wajah cemberut nya.
" Hari ini aku ada wawancara kerja, sekarang karena kalian aku jadi telat apalagi baju yang aku pakai sekarang udah kotor begini, Udah pasti gak akan diterima kalo kaya gini. " keluh Alenka dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
" Ribet banget si loe, nanti gue telepon perusahaannya buat nerima loe. " Celetuk Dean asal. Entah kenapa ia tak suka melihat Alenka yang hampir menangis seperti itu.
" Heh anda pikir anda siapa? Pemilik perusahaannya? mana mungkin kakak punya kuasa sebesar itu." Cibir Alenka. Bisa-bisanya Dean mengatakan hal semudah itu, pikir Alenka.
Dean menatapnya tajam " loe ngeremehin gue? "
Bisa-bisanya gadis di depannya ini meragukan kekuasaannya, pikir Dean.
" Kalo loe di tolak di sana kerja di kantor kita aja. " celetuk Dion asal yang langsung mendapat lirikan tajam dari Dean.
" No. " jawab Dean dan alenka serentak.
Bagaimana bisa Dion berkata demikian, Dia yang punya perusahaan tapi kenapa Dion berani sekali memberi penawaran tanpa bertanya dulu padanya. Pikir Dean.
" Kalo ngomong jangan asal, mau gue jahit mulut loe. " Ancam Dean, yang sama sekali tak terlihat sedang bercanda.
" Aku juga mana mau kerja sama Boss playboy kaya dia" tunjuk Alenka pada Dean.
Hal yang sangat mengerikan menurut Alenka jika ia bekerja dengan Dean. Didekat Dean membuatnya sangat muak dengan pria itu.
" Nih duit buat loe, beli baju baru sana. " Dean berucap seraya mengeluarkan beberapa lembar uang dari dalam dompetnya.
" Tapi ini udah telat, wawancara kerja aku gimana. " Lirih Alenka dengan tatapan sendu. " Aku butuh banget kerjaan ini. "
Dean menghela napas pelan sambil memijat pelipisnya yang terasa pusing, ia di kejar waktu untuk meeting. Tapi ia juga harus bertanggung jawab pada gadis merepotkan di depannya ini.
" Dion, loe anter Alenka cari baju terus anter ke perusahaan tempat dia mau interview, loe jelasin kenapa Alenka telat. Bilang ini salah kita. " Titah Dean pada sang sahabat sekaligus orang kepercayaannya.
"Gue bawa mobil sendiri aja, pak Wira pasti udah nunggu kita di kantor. Loe naek motor sama Alenka ya."
" Siap, pak boss. " Jawab Dion sambil memberi hormat yang membuat Dean terkekeh dengan tingkahnya.
Setelah keduanya sepakat, Dion pergi bersama Alenka dan Dean menuju ke kantornya.
bersambung