My enemy My husband

My enemy My husband
oppa



kris wu meraih tengkuk hailen ******* lembut bibir manis itu kemudian mengigit kecil bibir bawah hailen meminta akses untuk lidahnya masuk, setelah mendapatkan akses dari hailen kris wu langsung menelusuri rongga mulut hailen dengan lidahnya mengabsen setiap deretan gigi hailen


"umhhhhh" hailen tanpa sadar membawa tangannya dan mengalungkan tangannya pada leher hailen.


serasa puas dengan dengan bibir hailen, kris wu menurunkan ciumannya ke area leher, menghisap kecil leher jenjang dan putih bersih itu sehingga meninggalkan tanda merah keunguan.


dengan perlahan kris wu membuka pakaian yang digunakan oleh hailen, setelah pakaian hailen semua pakaian hailen terlepas kris wu memandangi lekuk tubuh hailen dengan berdecak kagum, hailen merasa malu dan kikuk ketika dia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya tetapi di tahan oleh oleh tangan kris.


kris wu mencium kembali bibir hailen, sebelah tangannya digunakan untuk menahan tengkuk hailen sedangkan tangan yang lainnya digunakan untuk meraba bagian tubuh hailen yang lain.


(bayangin aja sendiri kelanjutannya, aku geli lanjutinnya, tidak seenak menulis cerita BL hehe).


hailen terbangun dari tidurnya, lalu meraba kasur sebelahnya tetapi tidak mendapatkan kris wu di sebelahnya.



hailen mendudukkan tubuhnya tiba\-tiba selimut yang menutupi melorot mempilkan dadanya yang tak berpakaian, hailen ingin berteriak tetapi dia langsung teringat dengan yang mereka lakukan semalam bersama kris wu hal itu sukses membuat pipinya memerah.



"siang istriku" ucap kris wu yang memasuki kamar, otomatis hailen menarik cepat selimut untuk menutupi bagian dadanya terekspos tadi.



"untuk apa di tutupi? aku sudah melihat semuanya semalam kok. tampa terkecuali" goda kris wu dengan memainkan matanya



hailen hanya mendengus kesal dengan wajah yang sudah memerah.


"sekarang udah jam berapa?"



"jam sebelas, mungkin lewat"



"apa?" tanya hailen kaget, bagaimana bisa dia tertidur sampai jam sebelas siang.



"aku tau kamu lelah, aku sudah menyiapkan sarapan buat kamu" ucap kris wu sambil mengelus surai lembut hailen.



"kamu mau aku gendong ke kamar mandi?" tanya kris wu dengan lembut.




kris wu tidak ingin berdebat dengan istrinya, dia keluar dari kamar, tetapi sebelum mencapai pintu hailen sudah bertanya lagi.



"oppa tidak bekerja?" tanya hailen.


kris wu membalikkan tubuhnya, dia terkejut dengan pertanyaan hailen, bukan pertanyaan lebih tepatnya dengan panggilan yang di sebut oleh hailen, hailen memanggilnya dengan sebutan oppa, tidak biasanya istrinya itu memanggilnya oppa, membuat hati kris wu menjadi senang.



kris wu kembali melangkahkan kakinya kepada hailen, setelah duduk disebelah hailen kris wu mengecup kening, mata, pipi, ujung hidung dan bibir hailen membuat hailen heran dengan tingkah suaminya.



"oppa hari ini tidak bekerja, oppa menemani istri oppa dirumah" jawab kris wu setelah melepaskan kecupannya.



"tetap panggil oppa seterusnya ya sayang, sekarang mandilah" ucap kris wu dengan lembut lalu berjalan keluar kamar.



hailen dengan langkah pelan menuju kamar mandi mereka, dia berdiri di depan cermij besar yang berada di kamar mandi mereka memperhatikan tubuhnya yang penuh dengan tanda yang dibuat oleh kris wu, leher serta dadanya penuh dengan tanda merah dan juga terdapat di beberapa bagian tubuhnya yang lain. setelah itu dia membawa tubuhnya berendam didalam bathtub.


~



setelah selesai dengan acara mandinya hailen menemui kris wu yang sedang berada di meja makan.



"sudah selesai?" tanya kris wu



"sudah" jawab hailen lalu memakan makanan yang sudah di siapkan oleh kris wu.