My enemy My husband

My enemy My husband
S2 Mendadak Bucin



Violetta yang sudah siap ingin berangkat sekolah dikejutkan dengan kehadiran Anzel di depan pintu rumahnya. " Anzel, kok loe di sini? " tanya Violetta dengan wajah bingung dengan kehadiran Anzel di kediamannya.


" jemput kamu lah, bisa gak manggilnya gak loe lagi? "


" Emang kenapa? terserah gue lah manggil apa, kan mulut juga punya gue." ketus Vio yang masih kesal pada Anzel dengan kejadian beberapa hari yang lalu. Karena sampai saat ini Anzel tak kunjung memberi status yang jelas dengan hubungan mereka.


cup


Anzel mencium bibir Vio sekilas membuat gadis itu terkejut dengan perlakuan Anzel padanya.


plak


tamparan keras mendarat di lengan laki-laki yang menjadi teman kadang mesra, menurutnya.


" Bisa gak, jangan suka cium sembarangan. Gak liat apa ini di depan rumah. " kesal Vio.


" Itu hukuman, kalau gak nurut sama aku. Sekali lagi panggil aku gak bener, aku cium lagi. " ucap Anzel dengan senyum menyeringai.


" Dasar modus! "


" Udah buruan, nanti telat nih." kata Anzel yang langsung menarik tangan Violetta menuju motornya.


" Eh, mau ngapain. " tanya Vio saat Anzel ingin memakaikan helm yang ia beli khusus untuk gadis pujaan hatinya itu.


" Mau pakein kamu helm lah, masa mau ketok kepala kamu pake helm. " kekeh Anzel.


" Aku bisa sendiri, Zel. " ucap Vio yang ingin mengambil helm dari tangan Anzel tapi langsung di tepis olehnya.


" Kamu gak nurut lagi, mau aku hukum? nanti aku cium di sini dengan durasi yang cukup lama ya, mau? "


" Engga! yaudah terserah kamu. Dasar pemaksa, nyebelin, rese. " gerutu gadis itu.


" Eeehhh bener-bener minta di cium ya, pake mengumpat segala sama orang ganteng. "


Sontak Vio langsung menutup mulutnya, karena takut Anzel menciumnya lagi secara tiba-tiba, tapi hal itu malah membuat Anzel terkekeh.


" Sini pegangan, nanti kalau jatuh gimana? masa baru dua hari aku udah jomblo lagi. " ucap Anzel saat Vio sudah berada di atas motornya.


" Apanya yang baru dua hari ? " tanya Vio yang bingung dengan perkataan Anzel.


" Apa kek. " jawab Anzel singkat yang kemudian langsung menjalankan motornya .


*********


" Hai, Vi. " sapa Kalan saat Vio dan Anzel sedang berada di kantin.


" Ngapain loe di sini, ganggu banget sih ! " sentak Anzel.


" Gue mau ketemu Vio, bukan ketemu sama loe! wwweeekkk." ledek Kalan.


" Loe apa kabar Vi, kemarin katanya loe sakit ya?" lanjut Kalan.


" Iya, tapi gue udah baik- baik aja kok, Kal. " jawab Vio dengan senyum manisnya.


" Gak usah senyum-senyum gitu deh, mau aku hukum, hah? " kesal Anzel pada gadis yang sudah ia klaim menjadi kekasihnya itu.


" Suka-suka aku dong, emang kita ada hubungan apa, kamu ngelarang aku?" ucap Vio dengan sengit.


" Yuuk, Kal kita ngobrol di tempat lain aja. " sambung Vio yang kemudian bangkit dari duduknya sambil menarik tangan Kalan, tapi langsung di cekal oleh Anzel.


" Lepasin gak tangan loe dari cewek gue. " Ucap Anzel tampak sewot saat tangan Kalan di pegang oleh Vio.


" Yang narik tangan gue itu, Vio. Harusnya loe nyuruh Vio buat lepasin tangan gue. Lagian sejak kapan Vio jadi cewek loe, hah?"


" Sejak dua hari yang lalu! " jawab Anzel singkat.


Kalan membulatkan matanya menatap tak percaya pada Anzel, kemudian pandangannya ia alihkan pada Vio yang masih tetap memegang tangannya.


" Bener udah jadian, Vi? " tanya Kalan penasaran pada Violetta.


" Engga, Anzel ngarang aja tuh. " elak Vio.


" Terus kemarin kamu cium bibir aku terus sampe ke le...... " Anzel tak lagi meneruskan ucapannya saat tangan mungil Violetta langsung membekap mulutnya yang tanpa filter itu.


" Bisa gak kalau ngomong gak sembarangan. kalau ada yang denger gimana, Zel. "


" Kalian udah ngapain aja? " tanya Kalan saat mendengar ucapan Anzel sebelum mulutnya di bekap Violetta.


" Cuma ciuman. " sahut Anzel tanpa rasa bersalah yang justru membuat wajah Vio memerah menahan malu .


" Pokoknya sejak dua hari yang lalu Vio udah resmi jadian sama gue, loe gak boleh deket-deket lagi sama cewek gue! " titah Anzel.


Anzel langsung menarik tangan Vio untuk mengikutinya ke perpustakaan.


" Dasar bucin" teriak Kalan saat keduanya meninggalkan Kalan yang masih syok dengan perkataan Anzel.


" Denger ya, mulai sekarang jangan senyum sama cowok lain, jangan ngobrol atau berdekatan dengan cowok lain termasuk Kalan! aku gak suka, jadi jangan sampai aku hukum kalau kamu gak nurut. " pinta Anzel dengan tatapan serius sambil menggenggam tangan gadis yang ia cintai.


Vio hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan permintaan Anzel.


" Aku sayang kamu, Vi. " ucap Anzel lagi dengan penuh kesungguhan.


" Aku juga sayang kamu. " ucap Vio sambil tersenyum.


" Cium dikit boleh gak sih, gak tahan nih. Gemesin banget pacar aku. " goda Anzel dengan mengedipkan matanya.


" Nanti ketauan sama guru, emang mau di nikahin dadakan. " Rajuk Vio dengan manja.


" Gak apa, ikhlas aku tuh di nikahin kamu sekarang juga. " ucap Anzel santai.


" Ngaco kamu tuh, balik kelas yuuk . Nanti kelamaan di sini makin mesum tuh otak kamu. "


**********


" Mommy. " pekik Anzel saat melihat sang mommy dan daddy nya sudah berada dirumah.


Anzel langsung memeluk wanita yang sudah sangat ia rindukan itu.


" Daddy gak di peluk nih? " celetuk Daddy Razel .


Dengan cepat Anzel langsung memeluk pria yang menjadi panutannya itu.


" Kamu dari mana kok baru pulang? " tanya sang Mommy.


" Abis anterin temen Zel pulang Mom. " jawab Anzel malu-malu. Membuat kedua orang tuanya saling pandang melihat tingkah aneh Anzel.


Sadar akan orang tuanya yang curiga, Anzel langsung mencari topik pembicaraan lain sebelum Daddy dan Mommy nya bertanya lebih banyak tentang dirinya.


" Kak Kya gimana Mom? "


" Tau Mommy bingung, giliran Mommy dan Daddy ingin pulang ke Indo, dia merengek kaya anak kecil pengen ikut pulang. "


" Iya, emang ada-ada aja kelakuan kakakmu, Zel. kemarin dengan percaya diri pengen kuliah di sana, sudah di sana minta pulang. Entahlah kita lihat aja kakak mu tahan sampai berapa lama di sana. "


" Loh kok gitu Dad, Mom?


" Kakak kamu males denger ocehan grandMa setiap hari. Kata Kyara, grandma udah kaya burung kakaktua " kekeh sang Mommy.


" Persis banget sama kejadian kamu dulu ya sayang, kamu sama Oma juga dulu begitu. eh sekarang Kya juga gitu sama Mama. " timpal Daddy Razel.


" Jadi kangen oma ya, Dad. " kata Kimmy sendu.


" Iya aku juga kangen sama Oma kita yang selalu bikin kita ketawa. Ada aja kelakuan Oma yang absurd. " kekeh Razel kala mengingat betapa Oma sangat membantunya dulu saat mendekati Kimmy sampai harus membuat skenario agar Kimmy mau menikah dengannya.


" Sayang ya mom, aku gak sempet lama mengenal Oma. Oma pergi saat aku kecil, ingatan ku pun samar tentang Oma. " kata Anzel " Oma unik ya Dad. " tambahnya.


bukan cuma unik tapi Oma itu out of the box


...****************...