
Tia dan Juna tercengang mendengar perkataan Kimmy. " Jadi loe nyuruh oppa gue kesini cuma karena pengen nasi goreng buatannya?" tanya Tia
" Zel, emang loe udah jatuh miskin, sampai gak bisa beli nasi goreng ?" timpal Juna.
" Sial.. an loe, kalo ngomong suka asal aja! masih mampu gue beli ama gerobaknya juga." Ucap Razel sombong. " Udah buruan deh bikin, tuh bahannya ada di kulkas, jadi gak usah banyak tanya dari pada loe gue pecat." ancam Razel.
" Dan jangan lupa yang enak, awas kalo Kimmy jadi sakit makan nasi goreng buatan loe!" lanjut Razel. " Kalo nanti Kimmy suka sama nasi goreng loe, gue kasih loe liburan berdua ke Paris selama seminggu, gue tanggung semua biaya buat loe liburan. " ucap Razel menaik turunkan alisnya.
Seketika kekesalan Juna dan Tia menguap hilang entah kemana mendengar kata liburan di Paris gratis tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun.
" Wah, Oppa kalo gitu biar aku bantu masaknya biar enak, jadi kita bisa liburan gratis."bisik Tia di telinga sang suami.
" Iya yeobo, kalo gini kan aku jadi semangat. gak apa-apa deh di ribetin begini asal imbalannya gede." kekeh Juna sambil berbisik.
Akhirnya Juna membuat nasi goreng sesuai permintaan istri sang bos dan tentu di beritahu oleh Tia bahan dan cara membuatnya, karena Tia tak boleh membantu sama sekali bahkan memotong bakso dan sosis pun tak boleh , nasi goreng itu harus benar- benar Juna yang mengolah semuanya.
Setelah jadi mereka berempat duduk di meja makan dengan jantung yang berdebar. kecuali Kimmy dia menatap nasi goreng itu dengan tatapan yang sulit di artikan.
Kimmy menyendok nasi goreng itu secara perlahan, dan mulai memasukkan sendok itu kedalam mulutnya. Kimmy mulai mengunyah sambil memejamkan mata merasakan nasi goreng yang berada di dalam mulutnya.
Razel, Tia dan Juna menatap Kimmy dengan gelisah, menantikan komentar yang akan di berikan olehnya.
" Lumayan, aku suka. makasih Kak junet." ucap Kimmy tersenyum manis.
Razel yang merasa aneh akhirnya mengambil sendok untuk mencoba nasi goreng buatan Juna, karena ia tak percaya bahwa Juna bisa membuat nasi goreng.
oek.....
Razel membuang nasi goreng yang ada di dalam mulutnya. Tia yang penasaran juga akhirnya mencoba nasi goreng tersebut, hal yang sama pun di lakukan oleh Tia.
" Rasanya aneh Oppa." ucap Tia.
" Sayang, udah ya aku gak mau kamu sakit perut makan nasi goreng yang gak jelas ini." Kata Razel pada sang istri.
" Tapi aku suka kak, ini masih bisa di makan. tenang aja kak aku gak akan kenapa-napa." tegas Kimmy yang tak ingin di larang.
Kimmy bahkan makan dengan sangat lahap, sampai tak tersisa satu butir nasi pun di piringnya.
" Yeobo, itu kan rasanya aneh kenapa Kimmy doyan ya?" tanya Juna, pasalnya karena penasaran melihat reaksi Razel dan Tia ia juga mencoba nasi goreng itu dan memang rasanya sangat aneh.
" lidahnya mati rasa kali oppa." sahut Tia.
" Gimana rasanya sayang, perut kamu aman? baik-baik aja kan? tanya Razel was - was.
" Kenyang aku kak, sekarang ngantuk mau bobo." jawab Kimmy.
" Jun, loe nginep aja di sini tidur di kamar tamu." titah Razel.
" Tapi liburan ke Paris gimana zel." tanya Juna ragu-ragu.
" Nasi goreng loe itu gak enak, masa minta liburan. masih untung gak gue pecat loe." celetuk Razel.
" Kan loe gak bilang harus enak, tapi loe bilang kalo Kimmy suka, nah itu buktinya biar gak enak dia tetap suka, berarti jadi dong liburannya." Oceh Juna.
" Yaudah kak, kasih aja kenapa. kamu juga gak akan bangkrut cuma membiayai mereka liburan satu minggu di Paris." Keluh Kimmy.
" Oke, karena kimmy yang minta jadi gue kasih loe liburan di Paris, tapi gak dalam waktu dekat. Loe tau kan di kantor masih banyak pekerjaan.
" Oke, thanks Boss gue yang tampan dan baik hati." ucap Juna seraya mengedipkan satu matanya pada Razel, yang tentu langsung mendapat tatapan tajam dari Bos nya yang nol adab itu.
" Kimchi, loe ngerasa gak sih ada yang aneh." ujar Tia.
" Aneh kenapa?" tanya kimmy yang penasaran.
" Loe kaya orang lagi ngidam deh kim, Jangan-jangan loe hamil." kata Tia antusias.
" Wait..." Oh iya gue baru sadar, gue sama Razel gak pernah libur. kita gas terus olahraga ranjangnya.
" Jangan-jangan benar sayang apa yang Tia bilang kamu lagi hamil." Razel langsung memeluk Kimmy dan menciumi seluruh wajah sang istri.
" Malu kak di lihatin tuh sama Junet dan Tia, lagian kan juga belum tentu aku hamil." lirih Kimmy.
" Besok pagi kita check ke dokter ya sayang, sekarang kita tidur, kamu harus banyak istirahat."
Razel dan Kimmy berjalan menaiki tangga menuju kamar mereka.
" Semoga Kimmy benar hamil ya oppa, dan aku bisa cepat nyusul." Ucap Tia sambil berjalan bersama Juna menuju kamar tamu.
keesokkan harinya setelah pulang dari dokter memastikan kehamilan Kimmy, mereka berdua langsung memberitahu keluarga Kimmy dan Razel, dua keluarga itu sangat bahagia menantikan cucu pertama mereka.
Maka dari itu, selama Kimmy hamil semua keluarga memutuskan Kimmy dan Razel akan tinggal sementara di kediaman keluarga Kimmy.
Razel tak mempermasalahkannya justru ia merasa lebih tenang ketika ia pergi ke kantor Kimmy tidak sendirian seperti di apartemen. Ada banyak orang yang menjaga sang istri selama ia sibuk bekerja di kantor.
" Kak, kamu pake parfum apa sih? ko bau nya gak enak banget. Aku jadi mual banget kak." keluh Kimmy saat Razel sudah berpakaian rapi ingin berangkat ke kantor.
" Parfum yang biasa aku pakai kok sayang, malah ini parfum kesukaan kamu kan yang." jawab Razel
" Gak ah gak suka, coba ganti yang lain! " titah Kimmy.
Kimmy mencoba memilihkan parfum lain untuk Razel, kebetulan Razel mempunyai berbagai macam parfum, Kimmy mulai menciumi parfum itu satu persatu tapi tak ada satu pun yang ia sukai, semua parfum itu malah membuatnya semakin mual bahkan sampai harus memuntahkan semua isi perutnya di dalam kamar mandi.
" Kak, dari pada kamu pake parfum aku malah muntah terus dan kita gak bisa berdekatan mending pakai yang lain, yang bisa bikin kamu wangi tanpa aku merasa mual." Razel mengerutkan keningnya mendengar sang istri berbicara, apakah ada selain parfum yang bisa membuatnya wangi?" Kamu tunggu bentar di sini, aku mau ambil sesuatu di bawah." Kata Kimmy yang kemudian langsung melangkahkan kakinya keluar kamar menuju lantai satu.
Setelah mendapatkan apa yang diinginkan, Kimmy langsung menuju kamar menemui Razel.
" Nih Kak pakai ini aja di jamin wangi. aku suka kok wanginya, enak malahan bikin aku gak mual kalah nyium ini."
Kimmy menyodorkannya pada Razel, yang langsung membuat Razel terperangah.
" Ini kan bukan parfum yang" protes Razel.
" gak apa-apa kak yang penting wangi, aku juga gak mual dekat kamu."
iya wangi tapi ini KIS... PRAY sayang.....
...****************...