My enemy My husband

My enemy My husband
S2 Kang tahu



Vio yang sudah tau tentang keberadaan Tiana di rumah Anzel pun sempat kecewa, apalagi mendengar cerita Anzel tentang Tiana yang sekarang dengan terang-terangan menggoda Anzel. Tak ada apapun yang ia tutupi dari kekasih hatinya itu, semua ia ceritakan dengan selengkap mungkin tanpa dilebihkan atau dikurangi.


Bohong rasanya apabila tak menaruh curiga pada kekasihnya, apalagi ia tinggal bersama dalam satu atap dengan gadis yang pernah Anzel sukai selama bertahun-tahun lamanya, Bukan karena ia tak mempercayai Anzel, tapi Vio lebih tidak percaya pada Tiana.


Setelah beberapa hari yang lalu Anzel mengajak Vio makan malam dirumahnya bersama kakak dan juga orang tua Anzel dan tentu ada Tiana juga di sana, dari cara berpakaian Tiana saja membuat Vio berpikir negatif pada Anzel, apakah Anzel tak tergoda dengan Tiana yang setiap hari selalu memperlihatkan lekuk tubuhnya di hadapan pria yang ia cintai, bersama Vio saja Anzel kesulitan menahan hasratnya apalagi bersama Tiana yang setiap hari menampakkan gunung kembarnya tapi Vio berusaha selalu percaya pada Anzel, ia tak ingin berpikiran yang macam-macam apalagi Anzel selalu meyakinkannya bahwa ia sama sekali tidak akan tergoda ia malah merasa jijik dengan Tiana yang sekarang.


Tiana menghampiri Anzel saat pria itu hendak melangkahkan kakinya untuk menuju ke kampus pagi ini " Zel, aku ke kampus bareng kamu ya? "


" Gue naik motor, Na. Mau jemput cewek gue! " Anzel sengaja menekankan kata-kata terakhir nya agar Tiana sadar bahwa ia bukan pria jomblo yang bisa ia gelayuti semaunya.


" Loe kan bisa di anter supir, biasanya juga naik mobil. " lanjut Anzel.


" Pengen naik motor, kan udah lama kita gak bareng sambil naik motor kaya jaman sekolah dulu, Zel. " tutur Tiana dengan sangat lembut.


Perlahan Tiana mulai menutup pakaiannya saat sedang di luar rumah, tapi tidak dengan di dalam rumah, ia selalu sengaja berpakaian terbuka agar Anzel sedikit melirik nya. Bahkan Mommy Kimmy pernah sekali menasehati Tiana tapi gadis itu selalu punya alasan gerah berada di Indo, dirinya belum bisa menyesuaikan diri dengan suhu di sini yang tidak seperti di negara A.


Jadi Mommy Kimmy membiarkannya selama ia tak keluar rumah dengan pakaian sexy seperti itu. Kimmy takut kalau ia terlalu memaksa Tiana yang ada gadis itu tak akan mau tinggal dirumahnya lagi. Kimmy membiarkan Anzel yang merubah Tiana secara perlahan.


" Udah gak usah ngadi-ngadi ya, Na. Gue gak mau cewek gue marah karena kedekatan kita. Jadi sorry gue gak bisa boncengin loe lagi." Ucap Anzel yang kemudian langsung melajukan kendaraan roda dua nya.


" Awas aja, gue gak akan biarkan kalian bahagia. Anzel cuma akan jadi milik gue. " batin Tiana.


.


.


*********


.


.


" Hai, vi. " sapa Kyara saat menghampiri kekasih sangat adik yang juga satu kampus dengannya.


" Hai juga kak. " sapa Violetta balik.


Kyara mulai dekat dengan Violetta saat Anzel memperkenalkan bahwa Violetta adalah kekasihnya saat di kediamannya beberapa waktu lalu, bahkan keduanya semakin dekat dan bersahabat sekarang, terkadang hal itu justru membuat Anzel jengkel karena setiap kali ada sang kakak, Vio seolah mengabaikannya.


Vio selalu asik bertukar cerita dengan sang kakak saat keduanya bertemu, apalagi kesukaan mereka pun sama. Sama-sama menyukai drama Korea termasuk oppa-oppa tampan yang ada dalam drama.


Kya langsung duduk di sebelah Violetta yang sedang menunggu Anzel. " Anzel belum keluar kelas ya, Vi? "


" Belum, Kak. Tau nih tumben lama banget. "


" Kantin aja yuuk, haus nih gue pengen minum yang dingin-dingin. " rayu Kyara yang tahu bahwa Vio tak akan beranjak dari tempatnya karena sudah dipastikan Anzel akan marah kalau tahu Kyara membawa kekasihnya tanpa sepengetahuannya.


" Anzel gimana nanti kak? " tanya Vio ragu-ragu


" Gue kan ngajak ke kantin, Vi. Bukan mau ajak loe pergi jauh-jauh. Aneh banget lagian si Anzel gak mau banget punya saingan, sama kakak sendiri aja gak mau berbagi. Nanti loe chat aja bilang loe nunggu dikantin sama gue. " Kyara masih terus merayu Vio agar mau menemaninya.


" Oke deh, nanti aku kasih tau si bucin itu. " ucap Vio yang membuat kedua nya terkekeh bersamaan.


.


.


.


" Heh KakKy, seenaknya aja loe ajakΒ² cewek gue tanpa pamit ! jangan ngelunjak yaa. Dia cuma milik gue ! " Ucap Anzel tak ingin di bantah.


refleks Kya langsung menjewer telinga sang adik karena mulutnya yang begitu kurang ajar selalu memanggilnya dengan singkatan KakKy ( Kak Kya)


" Awwww, Ampun Kya, sakit. Lepas gak! Gue laporin Mommy ya loe ngelakuin KDRT sama gue." Anzel meringis kesakitan karena Kya menarik telinga nya dengan kekuatan penuh, hingga daun telinganya memerah.


" Coba masih berani panggil gue kakky?" gue jewer dua-duanya! " kesal Kya dengan tangan yang masi menarik telinga sang adik.


" Ampun, Kya ! janji gak lagi. lepas sakit ini. " Dengan terpaksa dan perasaan yang masih amat jengkel, akhirnya Kya melepas tangannya dari telinga Anzel.


" Bikin malu aja loe, emang gue anak bocah loe jewer. Loe udah jatuhin harga diri gue didepan yang lain tau gak. " gerutu Anzel dengan kelakuan sang kakak yang sudah membuatnya di tertawakan semua orang di kantin.


" Dasar, cewek bar-bar. pantes aja jomblo! Mana ada yang mau, punya cewek tipe begini! " oceh Anzel lagi, sepertinya dia belum terima dengan apa yang dilakukan kakaknya terlebih lagi didepan sang kekasih, sungguh harga dirinya sebagai lelaki terasa diinjak-injak, pikir Anzel.


" Cih, gue kaya gini cuma sama loe ya, kalau gak rese kaya loe gak akan kasar lah gue ! " kata Kya membela diri.


" Bodo amat ! " Anzel mencebikkan bibir nya pada sang kakak yang sudah membuat moodnya berantakkan.


" Hon, sakit liat nih telinga pacar kamu yang ganteng ini sampe merah, kalau telinga aku jadi melar makin lebar gimana? " rengek manja Anzel pada sang kekasih.


" loe mau aja sih, Vi. pacaran sama cowok rese dan manja kaya Anzel. " sambung Kya lagi


" Bener tuh Vi, mending sama gue aja yang dewasa dan gak kalah ganteng dari pada si posesif itu. "


sindri salah seorang teman Anzel, sambil melirik ke arah sang sahabat yang langsung menatapnya dengan tatapan membunuh.


" Gue colok mata loe ya, berani godain cewek gue ! " sentak Anzel.


Sean hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat ke posesifan sang sahabat


" Santai, bro. Esmosian aja sih! Baru di godain belum di colek dikit. "


" Loe pikir cewek gue sabun colek ! minta gue patahin tangannya kali ya berani colek-colek."


Anzel tau temannya hanya sekedar bergurau tapi tetap saja, gurauan itu terkadang membuatnya kesal sendiri, kenapa juga sean senang sekali menggodanya, padahal ia sendiri tau bahwa bercandanya akan berujung pada perdebatan nantinya.


" Kapan-kapan kita culik aja, Sean pacarnya. Pengen liat gue sepanik apa kalau pacarnya gak ada." Kya yang sedari tadi membuatnya kesal, kini semakin membuatnya berkali lipat kesalnya. Anzel tak habis pikir, Bisa-bisanya kakak nya punya ide gila seperti itu, pikirnya.


Anzel tak lagi menanggapi omongan sang kakak, ia terlalu malas untuk meladeni perempuan gila seperti kakaknya, lebih baik yang waras saja yang mengalah, pikir Anzel.


" Berisik, mending loe berdua pergi deh. ganggu banget sumpah!" Usir Anzel pada sahabat dan juga kakaknya yang menurutnya sangat mengganggu dirinya yang hanya ingin berduaan dengan sang kekasih.


" Kak, liat deh itu si V gemesin banget. Ya ampun aku sampai kebawa mimpi loh pengen ketemu V BTS. " ucap Vio yang sedari tadi asik sendiri menatap layar ponselnya melihat idolanya V BTS, sampai ia tak peduli dengan perdebatan Anzel dan Sean.


" Aku mah tetep ahjussi garis keras, Vi. Yang tua lebih mempesona, apa lagi yang model hyun bin. ya ampun.. kapten Ri lesung pipinya menggoyahkan iman gue Vi. "


" Kang tae oh juga ganteng Kak, aku baru banget selesai nonton drama nya semalem. Banyak banget yang menggoyahkan iman ya kak. " Tanpa sadar Vio sudah membuat amarah Anzel sampai ke ubun-ubun karena sedari tadi ia hanya membicarakan banyak oppa Korea. Itulah penyebab ia tak suka apabila sang kakak dekat dengan kekasihnya, Vio seolah-olah mengabaikannya dan hanya membahas pria yang diakui Vio sebagai pacar -pacar halu nya.


" Kalian berdua bisa gak, gak bahas Oppa Korea mulu. Kamu juga sayang, gak liat apa aku juga gemesin gak kalah sama si V, nih coba liat. " kesal Anzel saat sang kekasih selalu memuji pria lain di depannya.


" Kang tae oh juga, beda tipis sama aku. Gak kalah ganteng lah aku sama dia. " lanjut Anzel lagi.


" Loe mah bukan kang tae oh, Zel. " ucapan Kya membuat Anzel mengerutkan dahinya menatap bingung ke arah kakaknya.


" Terus apa dong?" sahut Anzel yang penasaran.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


kang tahu πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚



kaya nya cakepan kang tae oh ⬆️ dah Zel, dari pada elo πŸ™„πŸ€­


.


.


.


loe mah kang siomay..


.


.


πŸƒβ€β™€οΈπŸƒβ€β™€οΈπŸƒβ€β™€οΈ kaboorrrrrr