My enemy My husband

My enemy My husband
memperjuangkan



" Ka Razel.. " ucap kimmy yang terkejut dengan kedatangan Razel dihadapannya. " ko kakak bisa ada di sini?" tanya kimmy.


Razel langsung mengambil posisi duduk di sebelah kimmy tanpa mempedulikan pertanyaan dari kimmy, dia menatap tajam pada Brian yang sekarang duduk berhadapan dengan nya.


Razel berusaha menahan amarah nya agar tak meledak didepan kimmy, karena ia tak ingin melanggar janjinya untuk tak ikut campur dengan hubungan gadis itu dengan Brian, Dia takut kimmy kembali marah padanya.


" ih, aku tanya kakak ngapain ada di sini, kenapa di cuekin." kimmy mengerucutkan bibirnya.


" gue habis ketemu temen, tadi pas mau balik gue ngeliat loe baru masuk resto, kaya nya asik banget ngobrol nya sampai ga lihat ada gue di sini." Razel berbicara tanpa menoleh pada kimmy, ia terus menatap Brian dengan tatapan membunuh.


Brian seakan tak peduli dengan Razel yang terus saja menatap tajam padanya. fokus nya kini pada kimmy yang raut wajah nya sedikit panik.


" kim, sejak kapan kamu dekat sama Razel, kenapa panggil dia kakak sekarang ? kamu ada hubungan apa? " Brian mencecar kimmy dengan banyak pertanyaan.


" gue sama kimmy itu udah..... " belum juga Razel menyelesaikan kalimat nya, kimmy langsung memotong perkataan nya.


" udah temenan ka sekarang, soalnya orang tua aku sama ka Razel ternyata sahabat lama." ucap kimmy panik, ia takut Razel berbicara yang tidak-tidak tentang hubungan mereka, apa lagi kalo sampai Brian mengetahui bahwa mereka sudah dijodohkan.


" oooohhh gitu, aku kira kalian ada hubungan spesial sekarang." jawab Brian yang masih menaruh curiga pada Kimmy dan Razel.


" Udah kan makan nya? pulang yuuk! " ajak Razel yang langsung berdiri sambil menarik tangan kimmy untuk bangkit dari duduk nya.


" Aku ga mau pulang sama ka Razel!" ucap kimmy tampak sewot. " lagian juga kan aku dateng nya sama ka Brie. "


" gue sekalian mau kerumah loe, mau ketemu sama om Reza dan tante monic ada titipan dari mama dan papa." jelas Razel mencari alasan.


karena tak ada jawaban dari bibir kimmy, Razel pun mendekatkan wajah nya ke telinga kimmy


" Mau pulang sekarang sama gue, atau gue cium di sini!" bisik Razel pelan.


" Oke aku pulang sama ka Razel." Razel tersenyum puas karena berhasil membuat gadis itu menurut padanya.


" Ka Brie maaf banget, aku pulang duluan ya sama ka Razel. kata kimmy lirih.


Brian menganggukkan kepalanya.


" Yaudah hati-hati, nanti kalau sudah sampai dirumah kabari aku, besok kita ketemu lagi ya kim ada yang aku ingin bicarakan besok."


" Tapi sebelum kalian pulang aku ingin bicara sebentar dulu ya kim sama Razel berdua." pinta Brian


Razel menoleh pada kimmy menyerahkan kunci mobilnya, dan menyuruh kimmy menunggunya di dalam mobil.


kini tinggal Brian dan Razel yang duduk saling berhadapan dan saling menatap tajam.


" Loe ada hubungan apa sama kimmy? sejak kapan kalian akrab?" Brian yang sedari tadi penasaran langsung melontarkan pertanyaan pada Razel tanpa basa-basi.


" Bukan urusan loe!" tegas Razel.


" gue tau loe masih menyimpan perasaan sama sherlin kan? gue harap loe tetap pada tujuan loe, yaitu kembali bersama sherlin, jangan keluar jalur! ucap Brian penuh penekanan.


" loe suka sama kimmy? bukannya loe cuma bersahabat sama dia?"


" gue udah nyaman sama kimmy sejak lama. dulu gue memang menganggap dia sahabat gue. tapi sekarang engga lagi, gue akan memperjuangkan dia dan gue ga akan membiarkan loe merebut milik gue lagi, sama seperti loe dulu ngerebut sherlin dari gue."


setelah mengatakan itu Brian beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Razel yang terlihat sangat marah mendengar perkataan Brian.


...****************...