
Juna mulai mengendarai mobilnya bersama Dikta yang duduk di kursi penumpang, mereka berkeliling komplek perumahan Kimmy. " Jun, berhenti! itu ada pohon mangga." kata Dikta saat melewati sebuah rumah yang terdapat pohon mangga besar dan tinggi.
" Loe yang manjat ya Dik, gue gak bisa takut ketinggian." kata Juna.
" heh bang.. ke sejak kapan loe takut ketinggian?" tanya Dikta." Loe lupa kita bertiga sama Razel pernah paralayang."
" Semenjak nikah gue takut ketinggian Dik, soalnya gue mainnya dibawah mulu. dibawah aja udah bikin gue terbang melayang-layang." sahut Juna
" Sial loe! gak jelas banget omongannya." umpat Dikta. " Yaudah gue yang manjat loe jaga di sekeliling ya jangan tinggalin gue."
Akhirnya mereka turun dari mobil, Juna dan Dikta merinding melihat pohon mangga besar dan tinggi serta sangat lebat.
" Gue merinding Jun, ini gak ada mak kunti kan di atas sana? tuh loe denger gak itu suara apaan Jun." Dikta memegang erat lengan Juna karena ketakutan.
" Bukan suara apa-apa, loe negatif aja deh pikirannya, ingat Dik demi 20 juta. Visi Misi kaya Raya ini namanya." celetuk Juna
Dengan sangat hati-hati Dikta mulai melompati pagar rumah tersebut dan Juna menunggunya di luar pagar untuk memantau keadaan.
Dikta mulai memanjat pohon mangga tersebut dengan perlahan, jantungnya mulai berdebar dengan perasaan takut akan bertemu mak kunti di atas sana, untung saja hal yang ia pikirkan tak terjadi.
" Dik cepetan itu ada satpam lagi keliling komplek." Teriak Juna panik.
" Sabar, ini tinggal satu lagi. Kan Kimmy mintanya 3 biji." sahut Dikta tak kalah panik.
Saat mereka berdua tengah panik, seorang warga melihat aktivitas mencurigakan saat ia melintas melewati rumah tersebut. dan ketika melihat seseorang melompat keluar pagar, warga tersebut langsung berteriak " Maling.... maling..."
Seketika semua orang langsung datang mengeroyok Juna dan Dikta sebelum mereka menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
Sampai akhirnya security komplek yang melihat pun langsung menghentikan warga yang main hakim sendiri.
Dikta dan Juna menjelaskan bahwa mereka hanya mengambil mangga untuk istri Juna yang sedang hamil. karena mereka tak mungkin bilang bahwa Razel lah yang menyuruh Mereka karena sebelumnya Razel sudah memperingatkan untuk tak membawa-bawa namanya.
Akhirnya mereka meminta maaf kepada semua warga karena sudah membuat keributan dan juga meminta maaf kepada pemilik pohon mangga karena sudah mengambil mangganya tanpa ijin, setelah selesai dengan kesalahpahaman yang terjadi Juna dan Dikta kembali ke kediaman Kimmy dengan wajah yang sudah babak belur.
" Muka loe berdua kenapa bisa babak belur ? ketangkap warga?" tanya Razel yang sedari tadi menunggu dua sahabatnya di ruang tamu.
" Udah tau pake nanya lagi" sahut Juna
" Efek ngambil mangga orang jam dua malam nih, sampe dikira maling kita. Juna sih mending noh, lah muka gue zel jadi kaya gini, ketampanan gue jadi hilang." Ucap Dikta sambil meringis kesakitan.
" Ya, sorry deh tapi kan gue bertanggung jawab. pengorbanan loe berdua ga sia-sia, kan gue kasih duit plus biaya berobat loe gue yang tanggung." jelas Razel.
" Yaudah kita pulang dulu zel, nih mangganya. Jangan lupa di transfer." ujar Dikta.
" Yaudah besok loe berdua gak usah masuk kerja, gue kasih cuti sakit 3 hari."
Setelah kedua sahabatnya pamit pulang, Razel menuju kamarnya untuk membangunkan sang ibu hamil yang sudah tertidur pulas.
" Sayang bangun, ini katanya kamu mau mangga." Razel membangunkan sang istri yang masih terlelap sambil menggoyangkan lengannya agar istrinya itu mau membuka mata.
Kimmy mengerjapkan matanya menatap sang suami yang memegang tiga buah mangga.
" Oh, yaudah kak taro aja di kulkas aku makannya besok siang kok, sekarang aku ngantuk banget mau tidur lagi" ucap Kimmy santai.
Razel yang terkejut dengan perkataan sang istri langsung melayangkan protesnya " Tapi kan kamu mintanya jam dua malam yang, Dikta udah cape-cape manjat sampai di keroyok warga tapi kamu mau makannya besok siang?"
Kimmy yang baru mau menutup kembali matanya seketika langsung melotot menatap tajam sang suami yang sedang melayangkan protesnya.
Sabar. sabar untung aja lagi hamil kalau engga udah gue hukum sampe pagi sampe gak bisa jalan. batin Razel.
*******
keesokkan harinya
" Heh kimchi, parah loe ya laki gue sampe babak belur begitu gara-gara mangga." Kesal Tia saat ia memutuskan datang kerumah Kimmy untuk melayangkan protes kepada sahabatnya yang sedang hamil tapi membuat orang lain kerepotan dengan ngidam nya yang absurd.
" Masih parahan Dikta, dia pula yang manjat petik mangga nya, Juna kan gak ngapa-ngapain malah dapat duit lagi." Cibir Kimmy.
" Tapi tetap aja muka tampan oppa gue jadi rusak."
" Dari pada kalian ribut nih mending makan mangga pakai sambel rujak buatan Oma." sambung Oma.
" Kayanya enak nih, gue coba yaa kim." Kata Tia antusias.
" Nah kan loe ngerasain juga nih mangga hasil semalem laki loe sama Dikta, enakkan?" sindir Kimmy.
Tia hanya tersenyum sambil merasakan lidah nya yang terbakar karena rasa pedas dari sambel rujak buatan Oma.
" Heh tiang listrik, loe gak pulang? laki loe kan lagi babak belur, bukan di urusin malah kesini." celetuk Kimmy.
" Gue cuma bentar kim, jarak dari sini kerumah gue kan cuma 30 menit, sebelum kesini juga gue udah ngurusin oppa gue, dan sekarang Juna lagi istirahat, gak bisa di apa-apain jadi mending gue kesini, dari pada nanti gue gak tahan deket dia." kekeh Tia.
" Dasar mesum." kesal Kimmy.
Setelah memakan rujak, Kimmy dan Oma memutuskan menonton drama Korea sementara Tia sudah kembali ke rumahnya.
Sore hari pun tiba, Razel pun sudah pulang dari kantor. Saat melihat istrinya sedang mengambil pakaian dari dalam lemari, Razel memeluknya dari belakang." Kamu mau godain aku ya, cuma pakai handuk gini."
" Aku abis mandi sayang, ini baru mau pakai baju. kamu aja yang tiba-tiba datang."
Kimmy berbalik menghadap Razel dan tiba-tiba ia merasakan perutnya bergejolak, Kimmy berlari kekamar mandi memuntahkan semua isi perutnya.
Dengan lembut Razel membantu memijat tengkuk Kimmy.
" Perut aku mual banget deh kak." keluh Kimmy.
" Tapi aku kan gak pakai parfum sayang, cuma pakai kis.pray." timpal Razel.
" Engga tau, seharian perut aku gak mual sama sekali, kok pas ada kamu mual ya kak."
" Yang, jangan aneh-aneh deh, kemarin minta aku pakai kis. pray, jangan bilang sekarang minta kita pisah kamar, aku gak mau ya." protes Razel.
Selama dua hari Kimmy selalu saja muntah-muntah ketika bertemu dengan Razel tapi saat sang suami pergi ke kantor mualnya pun hilang begitu saja.
" Kak aku gak sanggup deh kayanya kalau begini terus, gimana kalau kamu tutup aja wajah kamu." saran Kimmy.
" Tutup pakai apa?" tanya Razel was-was
" Pakai topeng Lee Min Ho"
...****************...