
" sherlin . " wajah Razel memucat melihat wanita yang kini berdiri disampingnya.
" kamu kenapa zel?" tanya sherlin dengan raut wajah khawatir.
" A-a-aku gak pa-pa." jawab Razel dengan terbata. Amarah yang tadi memuncak kini menguap begitu saja berganti dengan keterkejutan karena kedatangan sherlin yang tiba-tiba tanpa memberitahunya.
Razel langsung kembali duduk yang sekarang berdampingan dengan sherlin. Ia dan kimmy hanya mampu saling pandang , entah apa yang ada dipikiran mereka masing-masing.
" Selamat ya Brie untuk pembukaan cafe barunya,ga nyangka kamu udah punya beberapa cabang. " ucap Sherlin memuji.
" Iya sher, ya usaha kecil-kecilan lah. Makasih ya udah mau datang." sahut Brian. Yang malah membuat Razel tercengang.
oh jadi ini rencana Brian, mengundang sherlin kesini, supaya kimmy makin jauh dari gue dan makin dekat sama loe. batin Razel.
" Sama-sama Brie, kebetulan aku juga lagi ada kerjaan di sini selama tiga hari, jadi ya sekalian aja aku terima undangan kamu. Kita juga udah lama ga ketemu kan. Aku harap dengan begini kita bisa memperbaiki hubungan kita yang sempat renggang dulu." ucap sherlin penuh harap.
" Aku juga udah ngelupain masa lalu kok sher, aku udah ikhlas sama semua yang udah terjadi termasuk kamu dan Razel, karena sekarang aku udah punya kimmy." kata Brian sambil menggenggam tangan kimmy.
sontak membuat si pemilik tangan langsung menoleh. Brian menatapnya sambil tersenyum, sorot mata itu seolah memohon pada kimmy untuk mengiyakan apa yang Brian katakan pada sherlin, walau sebenarnya kimmy belum menjawab pernyataan cinta Brian. Kimmy yang tak enak hati pun dengan pasrah hanya bisa menganggukkan kepala nya tanda ia setuju dengan permintaan Brian.
" Jadi kamu nerima cinta Brian kim?" Razel berharap bahwa kimmy mengatakan tidak padanya.
" Eemmmm, aku akan coba jalanin sama kak Brie, lagi juga aku nyaman sama kak Brie." sahut kimmy yang merasa sesak di dada nya saat mengatakan itu di depan Razel.
Razel pun hanya diam membisu, dada nya terasa amat sangat sesak mendengar perkataan kimmy.
" Lalu kamu dan Razel sekarang gimana sher?" tanya Brian dengan sengaja.
" Aku sama Razel emang lagi deket aja, karena kita berdua ga mau terburu-buru sih, ya masih pendekatan dan mencoba membangun kepercayaan lagi karena aku ga mau kesalahpahaman seperti dulu memisahkan kita lagi, apa lagi sekarang kita LDR, aku sih berharap kita bisa kembali kaya dulu." ucap sherlin yang sedang menatap Razel. " gimana zel?" lanjutnya.
Razel yang sedang melamun pun tersentak kaget dengan pertanyaan sherlin." gimana apanya?"
" hubungan kita?" sherlin tersenyum manis pada Razel, lagi-lagi senyum itu membuat Razel bimbang.
" Kita bicarakan nanti ya, engga di sini." ucap Razel lembut sambil mengelus punggung tangan sherlin.
Seisi ruangan terasa menjadi panas di tambah dengan tatapan tajam yang di lemparkan Razel dan kimmy bergantian, bahkan situasi ini cukup membuat awkward Juna dan Tia. mereka hanya bisa diam dan saling pandang. bingung harus berkata apa dengan hubungan rumit mereka.
tinggal saling bilang cinta aja susah amat sih, gengsi aja di gedein. yang ini milih sama masa lalunya, yang satu lagi milih sama orang yang ga dicinta. bikin gue pusing aja. batin Tia
" Eeemmm, maaf soal yang dulu kak. Aku cuma lagi emosi aja waktu itu sama kak Razel sampai-sampai merusak hubungan kalian. Ucap kimmy menyesal.
" kak sherlin tenang aja aku ga akan ganggu hubungan kalian lagi kok." sindir kimmy sambil melirik Razel, Razel merasa seolah-olah kata-kata itu kimmy lontarkan untuknya.
...****************...