
"dia anak dari teman appa. dia baik, pekerja keras, dan berpendidikan". tambah appa hailen. " dan dia juga pria yang mandiri, dia mendirikan perusahaan samsung town sendiri. appa yakin kamu akan bahagia bersama dia."
"aku tidak mau menikah appa, eomma..
aku akan menikah dengan laki laki pilihanku sendiri dan aku sekarang terlalu muda untuk menikah secepat ini" jawab hailen dengan tegas. hailen sudah emosi, pulang pulang ke korea ternyata di suruh untuk menikah bahkan dengan orang yang tidak di kenal nya.
"appa tidak mau ada penolakan. dia anak teman baik appa, kalian sudah di jodohkan dari kalian masih anak anak. pernikahan kalian sudah di atur, seminggu lagi kamu akan menikah" jawab appa hailen yang tak kalah tegasnya.
"aku tidak mau menikah. pokoknya aku tidak mau menikah dengannya" hailen berdiri dari duduknya dan masuk ke kamarnya lalu menutup pintu kamarnya dengan keras.
yang dia rasakan sekarang yaitu rasa kesal terhadap orang tua nya bagaimana bisa orang tua nya menyuruh dia menikah dengan orang yang tidak di kenalnya, dan belum pernah ketemu. apakah laki laki itu manusia atau bukan, apakah dia jelek, apa dia cacat. atau laki laki seorang yang buruk rupa. dan seminggu lagi dia kan menikah dengan laki laki itu. " huh... dunia ini benar benar tidak adil" teriak hailen.
\*
sekarang sudah hari ke empat ketika appa nya bilang tentang perjodohan itu. sebentar lagi dia akan ketemu dengan laki laki yang akan menjadi suaminya itu.
saat ini hailen telah berada di restoran yang sudah di janjikan oleh kedua keluarga tersebut, tetapi dia tidak melihat laki laki lain selain appa dan ayah mertuanya.
" wahh.. menantu ibu sangat cantik, kamu sekarang tumbuh dewasa dan menjadi wanita yang sangat cantik seperti ini. terakhir ibu melihatmu dulu ketika kamu masih berumur 8 tahun" ucap ibu mertua hailen. dia tidak menyangka menantunya yang sudah di jodohkan dengan anaknya sudah dari lama a akan tumbuh sangat cantik seperti sekarang, dan kelihatannya menantunya itu sangat sopan dan lembut.
"hehe terima kasih ibu, maaf hailen sudah tidak ingat dengan ibu" jawab hailen dengan jujur karna dia sudah tidak mengingat calon ibu mertuanya karna sudah sangat lama tidak bertemu.
"haha wajar kamu tidak mengingat ibu, waktu itu kamu masih sangat kecil, ayuk duduklah dulu sebentar lagi calon suamimu akan segera sampai, tadi dia masih ada rapat dengan klien" lalu kedua keluarga itu duduk sambil berbincang bincang.
"eomma hailen permisi ke toilet sebentar ya" ucap hailen yang ingin buang air kecil "pergilah sayang" ucap eomma hailen, lalu hailen pergi ke toilet".
selang beberapa lama kris wu datang "maaf aboji omoni aku terlambat karna masih ada urusan kecil tadi di kantor" ucap kris wu yang baru sampai di restoran itu.
"tidak apa apa. duduklah" jawab appa hailen kepada calon menantu nya itu.
"kris wu..." ucap hailen. laki laki yang disebut namanya itu tak kalah terkejutnya dengan hailen.
"hailen .?" jawab kris wu
"wah.. anak anak kita ternyata sudah saling mengenal ya? huh bagus lah" ucap ibu kris wu
"iya sepertinya tidak membutuhkan waktu lama untuk pendekatan" jawab eomma hailen dengan wajah yang bahagia, karna anak dan menantunya ternyata sudah saling mengenal.
~
sedari tadi hailen hanya diam mendengarkan ocehan kedua keluarganya itu, yang asik membicarakan tentang pernikahannya. dan dilihatnya kris wu juga melakukan hal yang sama dengannya.
yah.. kris wu orang yang paling di benci oleh hailen. kenapa tidak? kris wu lah orang membuat hailen hancur ketika di sekolah menengahnya, kris wu dulunya kakak senior hailen yang selalu membully dan mengejek hailen setiap hari. tak di sangka sudah empat tahun hailen bebas dari bullyan laki laki itu sekarang bertemu lagi dengan dia dan dia akan menjadi suaminya.
\*
arti nama panggilan
eomma : mama
appa : papa
aboji : ayah
omoni : ibu
#semoga kalian menyukai cerita ini. ❤