My enemy My husband

My enemy My husband
kemarahan



"sini peluk dulu kan kita udah lama jarang ketemu"


sebelum kimmy protes, Razel langsung menarik tangan kimmy agar jatuh dalam dekapan nya, menghirup dalam-dalam wangi rambut gadis itu.


kimmy yang merasa nyaman pun ikut terbuai dalam dekapan dada bidang Razel, aroma parfum Razel sangat ia sukai sehingga membuat nya nyaman dalam dekapan Razel sampai membuat kimmy memeluk balik Razel.


" Jadi berangkat ga?" ucap Razel setelah melepaskan pelukkan nya pada kimmy.


wajah kimmy merona malu saat Razel melepaskan pelukkan nya dan menatap nya.


"yaudah kita berangkat." kimmy menunduk malu ia bahkan tak bisa menatap balik Razel yang saai ini juga sedang menatap nya.


" Maaf ya kim, biar akting kita meyakinkan jadi aku peluk kamu, kan kita udah jarang ketemu biar dikira kita saling memendam rindu." Razel menjelaskan agar kimmy tak salah paham dengan tindakan nya dan membuat hubungan mereka menjadi canggung.


Razel sebenarnya tak mengerti dengan perasaan nya sendiri, berkali- kali pula dia menyangkal rasa yang mungkin sudah sedikit tumbuh di hatinya Tapi karena rasa gengsi nya dia selalu menampik hal itu.


jleb jantung kimmy berasa di tusuk ribuan jarum. mendengar perkataan Razel, memeluk nya hanya untuk akting? padahl jelas dirumah nya tak ada siapapun.


" Akting? di sini ga ada siapapun ka." tanya kimmy heran. semakin hari sikap Razel membuatnya bingung sendiri, kadang manis tapi kadang- kadang dia dihempaskan begitu saja seperti sekarang.


" Kan ada CCTV biar meyakinkan kim kalo orang tua kamu liat." Razel masih mencoba mencari alasan yang masuk akal.


" Aneh banget sih. udah lah kita jalan aja." ucap kimmy dengan kesal sambil menghentak- hentakkan kaki nya.


*********


di kantin kampus


" loe kenapa lagi kimchi, makin hari bukan makin cantik tapi tuh muka makin asem aja." celoteh Tia dengan nada mengejek.


" Dia suka kali kim sama loe, cuma dia nya aja ga mau ngaku, mungkin karena gengsi kali."


" Engga mungkin, lagian kaya nya dia masih ada rasa juga sama si sherlin, mungkin dia niat balikan kalo nanti perjanjian gue sama dia berakhir setelah enam bulan." ucap kimmy sendu.


" Ko loe sedih kayanya, loe udah mulai suka ya sama Razel? " tanya kimmy dengan senyum mengejek


" Ga, gue masih biasa aja. Oh iya semalem gue abis video call sama ka Brie." kata kimmy untuk mengalihkan pembicaraan Tia.


Razel yang baru sampai dikantin bersama juna dan dikta tak sengaja mendengar kimmy bercerita tentang brian seketika darah Razel mendidih dan ia mengepalkan tangan nya erat.


" ooohhhh jadi itu alasan kenapa ponsel loe sibuk terus semalem, sampe gue telpon berkali-kali ga nyambung-nyambung." sahut Razel dengan tatapan tajam.


" Emang apa urusan nya sama ka Razel?" tanya kimmy yang merasa aneh dengan kemarahan Razel.


" Kamu lupa kalo kita dijodohin? jadi selama ini kamu masih berhubungan sama brian? bicara apa aja semalam sampe lama banget, video call lagi! Razel terus saja mengoceh tanpa henti seperti kekasih yang sedang menginterogasi pacar nya karena cemburu.


" kakak kenapa marah? kita kan cuma pacaran pura-pura, lagi juga hubungan aku sama ka Brie itu bukan urusan ka Razel. aku pun ga pernah mempertanyakan hubungan kakak sm sherlin. kakak ngomongin apa aja tiap chat atau telpon aku juga ga pernah mau tau." kimmy sudah sangat marah langsung beranjak dari duduk nya dan meninggalkan Razel begitu saja."


" Ka Razel kenapa sih? loe suka sama kimmy? kaya lagi cemburu gitu." sindir Tia


Razel yang juga bingung atas kemarahan nya sendiri langsung beranjak dari duduk nya dan berlari mengejar kimmy, tak mempedulikan dikta dan juna yang memanggilnya.


Tapi sayang saat Razel sampai ke depan kampus kimmy sudah tak ada. Razel menjambak rambutnya frustasi, dengan langkah gontai ia menuju motor nya dan bergegas pulang, Razel lebih memilih pulang dari pada harus menyusul kimmy kerumah nya, karena ia tahu gadis itu masih sangat marah padanya saat ini.


...****************...