
" Hon, jangan lupa ya nanti malam. " ucap Anzel setelah 2 jam yang lalu mereka bertunangan.
" Nanti malam? ngapain? " tanya Violetta yang bingung dengan ucapan Anzel. Mereka kan baru saja bertunangan memang mau apa lagi nanti malam, pikir Vio.
" Malam pertama" celetuk Anzel asal. Entah itu dari hati atau hanya sekedar candaannya saja.
Belum juga Violetta menjawab perkataan Anzel, Tiba-tiba Kyara menghampiri sang adik karena mendengar perkataan mesum adiknya itu, Kyara langsung memukul bagian belakang kepala Anzel.
" Awwww, gila ya. sakit Kya ! Kalau gue amnesia gimana? " kesal Anzel sambil menatap tajam pada sang kakak. Kyara benar-benar semakin menggila semenjak hamil, hormon nya benar-benar membuatnya menjadi lebih cepat marah.
" Mana ada di pukul pelan gitu amnesia, lagian mulut loe tuh, belum sah ngajak malam pertama anak gadis orang. Dasar mesum. " sentak Kyara tak kalah emosi karena ucapan sang adik yang tidak tau malu itu. Beruntungnya para tamu baru saja pulang sehingga tak ada yang mendengar perkataan Anzel, sementara Mommy dan Daddynya masih berbincang dengan Om dan tante Vio dengan jarak yang cukup jauh dari mereka sekarang.
" Bisa ajalah amnesia, loe lupa sekarang loe kan hamil, jadi tenaga loe itu dua kali lipat karena loe sekarang berdua." kata Anzel asal. Kyara yang tadinya emosi mendadak bodoh karena ucapan asal Anzel, Kya jadi berpikir apa benar tenaganya menjadi dua kali lipat lebih besar karena dalam dirinya juga ada makhluk kecil yang sedang tumbuh di rahimnya?
Kean yang sedari tadi di samping sang istri hanya bisa tersenyum mendengar ucapan asal Anzel, sungguh benar-benar hiburan untuknya setiap melihat Kyara dan Anzel bertengkar.
" Gak gitu kak, kakak jangan mikirin omongan asal Anzel, dia tuh ngaco. " sahut Vio yang tau apa yang sedang dipikirkan kakak iparnya. " Lagian dia aja yang lebay di pukul gitu aja sakit, lemah. Gimana mau malam pertama. " ledek Vio.
" Eeehhh, kamu meremehkan calon suami mu ini ya, mau coba? yuukk... " Anzel menarik pergelangan tangan Vio dengan lembut. Baru selangkah, lagi-lagi Kyara langsung bertindak ia menjewer telinga sang adik sampai Anzel meringis kesakitan sehingga genggaman tangannya pada pergelangan tangan Violetta terlepas.
" Jangan suka asal ya, dasar gila! belum sah udah mau DP duluan. Minta gue bikin berhibernasi selamanya ya senjata loe. " kesal Kyara.
" Bercanda Kya, lepasin sakit banget ini. Pasti merah sampai besok telinga gue. Bang tolongin donk, jauhin tangan si singa betina dari telinga gue. " teriak Anzel sambil meringis menahan sakit.
" Sayang udah, Anzel cuma bercanda. Kasian itu kupingnya sampai merah, nanti kalau lepas gimana? " Kean mencoba menengahi istrinya dengan adik iparnya, sungguh Kean sangat ngilu melihat telinga Anzel saat ini, benar kata Anzel tenaga Kyara saat marah menjadi dua kali lipat, Kean pun sering merasakan betapa sakit dan tersikasanya saat Kyara mencubit perutnya bila Kean membuatnya kesal.
" Biarin, kita ganti aja sekalian pakai kuping gajah yang lebar biar kalau di kasih tau itu denger. "
" Gak gitu sayang konsepnya, lagi juga nanti kalo Anzel tiba-tiba jadi tuli karena kuping nya di tarik gitu gimana?" Kean masih mencoba membujuk sang istri karena tak tega dengan Anzel yang wajahnya memerah menahan sakit bahkan sampai mengeluarkan air mata.
" Oh kamu belain Anzel? emang dasar ya sama - sama mesum. " Akhirnya dengan kesal Kyara melepaskan tangannya dari telinga Anzel.
" Gak gitu sayang, aku cuma gak tega aja nanti kalau Daddy dan Mommy lihat gimana? lagi juga malu sama Om dan tante Vio, Masa udah tunangan gini masih di jewer kaya anak kecil. " Kean masih mencoba memberi pengertian pada singat betinanya, tapi ia justru mendapa tatapan tajam dari Kyara yang seolah ingin menguliti nya hidup-hidup. Sepertinya ia menyesal membantu Anzel kalau tau begini, ia akan membiarkan saja Anzel kesakitan dari pada istrinya nanti malah merajuk padanya, pikir Kean.
" Gue cuma bercanda Kya, loe emosian banget jadi bumil, tapi kalau Vio nya mau sih gue hayo aja gak apa-apa." celetuk asal Anzel.
Vio memukul lengan Anzel karena kesal juga dengan omongan calon suami nya itu yang tak jauh dari malam pertama. " Jangan suka asal ya, siapa juga yang mau di DP duluan. "
" Ya barang kali kamu khilaf dan pengen juga, Hon" Sahut Anzel.
" Udah yuuk. Kamu perlu istirahat sayang. Kita ke kamar aja, daripada di sini nanti kamu jadi darah tinggi dengerin omongan Anzel." ucap Kean tersenyum sambil merangkul pundak sang istri dan berlalu meninggalkan dua insan yang beberapa bulan lagi menuju halal itu. Untungnya sang istri tak menolaknya, ia sudah berpikir kalau Kyara akan marah padanya, tapi mood wanita itu cepat sekali berubah, pikir Kean
" Enak ya jadi mereka, udah bisa kikuk kikuk. " ucap Anzel sambil menatap punggung sang kakak dan kakak ipar nya yang perlahan berlalu menuju kamar mereka.
" Sabar, nanti juga kalau kita udah nikah kamu bisa puas-puasin kaya bang Kean dan kak Kya. " kata Violetta sambil menggangdeng mesra lengan Anzel.
" Oke, aku akan minta kapan pun dan dimana pun ya dan kamu gak boleh menolak, hon. " Anzel berucap sambil tersenyum manis dan menaik turunkan alisnya.
Vio hanya bisa menghela napas pelan mendengar ucapan Anzel, sepertinya ia salah bicara kali ini, pikir Vio.
...----------------...
Di kamar Kyara dan Kean baru saja ingin menikmati surga dunia, mereka berdua sudah sama-sama polos sekarang, Kean berhenti sejenak dari aktivitas nya untuk memandangi tubuh sang istri yang menurutnya semakin sexy.
" Sayang, kamu ngapain ngeliatin terus. Jadi gak nih. Nanti aku tutup lagi ya. " kesal Kyara karena ia ingin lebih tapi suaminya malah fokus melihatnya bukan menikmatinya.
" Kamu makin sexy sayang, apalagi dua mainan kesukaan aku ini, makin besar aja." Ucap Kean kemudian langsung memainkan dua squishy istrinya bergantian, ia menyesapnya persis seperti bayi, memainkanya pula dengan lidah nya. Membuat Kyara memejamkan matanya menikmati apa yang suaminya lakukan.
Tak lupa tangan Kean pun bermain di area bawah sang istri dengan nakalnya jari mengusap lembut area favoritenya, dan perlahan jari itu semakin nakal masuk kedalam lubang kenikmatan milik Kyara, Jarinya perlahan keluar masuk di bagian inti sang istri, membuat Kyara terus mende*sah karena mulut dan jari sang suami yang saling bekerja sama membuatnya merasa terbang melayang ke angkasa, bahkan Kyara sampai beberapa kali mencapai puncaknya hanya dengan seperti itu saja.
Kean yang sudah tak tahan langsung melesatkan robert ke dalam Goa milik sang istri. Desa*han dan erang*an keduanya terus saling bersahutan dan pertempuran panas di atas ranjang itu pun terjadi beberapa kali, hingga mereka sama-sama lemas tak berdaya.
.
.
...****************...