
Pagi hari pun tiba, mungkin kebanyakkan pengantin baru yang lain akan bangun kesiangan setelah pernikahan, tapi tidak dengan Razel dan kimmy yang justru bangun pagi sekali, membuat orang tua kimmy dan oma bingung melihatnya.
" Razel, ikut oma ke halaman belakang." ucap oma setelah mereka sarapan bersama.
" Yang, aku ke halaman belakang dulu ya. " ucap Razel sambil mengusap lembut rambut kimmy yang masih menyantap sarapannya.
deg
*jantung kimmy berdebar debar saat diperlakukan manis oleh Razel. " O**h ayolah jantungku jangan semudah itu luluh, kita harus jual mahal dulu." batin kimmy*.
" Ada apa oma? " tanya Razel saat mereka sudah duduk di halaman belakang.
" Kamu sama kimmy semalam udah buka segel belum?" tanya oma tanpa basa basi.
Razel mengusap tengkuknya yang tidak gatal mendengar pertanyaan blak-blakan oma.
" Pasti belum ya? kimmy belum mengijinkan kamu masuk sangkar ? " tanya oma lagi.
Razel yang wajahnya sudah merah karena malu hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan.
" Sudah oma duga, kimmy pasti ga akan langsung mengijinkan burung kamu masuk ke sangkarnya.
kita harus cari cara zel."
" Ehem.... "
suara deheman kimmy sontak membuat oma dan Razel langsung menoleh secara bersamaan.
" Kenapa sayang?" tanya Razel halus.
" kita semua ditunggu papa dan mama di ruang keluarga, ada yang ingin dibicarakan. ada papa Arya dan mama rossa juga." ucap kimmy yang sedang tersipu karena selalu dipanggil sayang oleh Razel.
Oma dan Razel menyudahi perbincangan mereka, sekarang mereka sedang berada di ruang keluarga untuk membicarakan resepsi Razel dan kimmy bulan depan.
" Kim, nanti siang kamu sama Razel ke butik teman mama ya buat pilih gaun pengantinnya." ucap mama rossa.
" Iya Ma." jawab kimmy.
" Zel, rumah untuk nanti kalian tempati bagaimana? sudah jadi? " tanya papa Razel .
" Sedikit lagi Pa, tapi untuk sementara nanti Razel dan kimmy akan tinggal di apartemen. Kamu mau kan sayang?" tanya Razel sambil menggenggam tangan kimmy.
Kimmy sebenarnya sangat berat untuk meninggalkan rumah yang sejak dulu menjadi tempat tinggalnya, terlebih lagi harus meninggalkan orang tua dan oma nya.
Tapi ia sadar dirinya tak boleh egois, ia harus mengikuti keputusan suaminya.
" Tapi nanti aku boleh kan sesekali menginap di sini kak?" tanya kimmy ragu-ragu.
" Boleh dong sayang, kapan pun kamu mau kesini aku ga akan melarang." kata Razel tersenyum sambil membelai rambut kimmy.
" Iya kim, kamu tenang aja nanti oma dan mama kamu akan sering sering mengunjungi kamu kok, untuk sekarang kamu fokus aja bikinin oma cicit, kalau tinggal berdua kan lebih enak, kamu bisa coba pake gaya apa aja, bisa dimana aja. didapur, di ruang tengah, di...... " Oma menggantung ucapannya saat mendapat tatapan tajam dari kimmy dan mama monic.
" Oopps... maaf oma keceplosan. " ucap oma terkekeh.
setelah membicarakan soal resepsi kimmy dan Razel, mereka semua kembali ke aktivitas masing masing.
" Kak kita kapan akan pindah ke apartemen? " tanya kimmy pada Razel saat mereka sudah berada di kamar.
" Kamu ih mesum banget, ingat ya aku belum siap. Lagian maksudnya tuh aku mau beresin barang barang aku yang mau dibawa ke apartemen."
" Kirain mau praktek, kasian burung peliharaan aku sayang masa main sabun terus, nanti yang ada aku dibikinin pabrik sabun nih kalau juna sampai tau." keluh Razel.
Kimmy yang tau maksud dari perkataan Razel pun langsung tertawa mendengar penuturan Razel.
" Puas banget ya ngetawain aku? kamu kapan siapnya sih yang? susah ini nahan nya apa lagi kalau udah deket kamu." rengek Razel.
" Nanti sampai hati aku yakin buat memberikannya sama kamu." tegas kimmy yang berlagak sok jual mahal.
sebenarnya kimmy bukan tak yakin pada Razel itu hanyalah alasannya saja,dengan pernikahannya yang mendadak ini ia hanya canggung untuk bermesraan dengan Razel, karena mereka sudah lama tidak bertemu selama bertahun- tahun jadi kimmy merasa aneh kalau tiba- tiba harus melakukan hubungan suami istri dengan Razel.
kimmy hanya ingin menjalani hubungannya dengan Razel secara perlahan dan membangun kembali kedekatan mereka yang sempat merenggang. agar saat ia melakukannya sudah tak ada rasa canggung lagi.
"sedikit jual mahal sama suami gak masalah kan ya? Itung-itung ngerjain dia dulu anggap aja balas dendam kecil. sambil menghilangkan rasa canggung gue." lucu juga ngeliat dia merengek. " batin kimmy.
" Kurang yakin apa lagi sih, aku tuh sungguh- sungguh cinta sama kamu, aku ini nungguin kamu bertahun-tahun. masa kamu ga bisa merasakan kalau cuma kamu yang ada di sini." ucap Razel sambil memegang tangan kimmy dan menaruhnya di dada nya.
mereka saling memandang satu sama lain, Kimmy bisa melihat tatapan penuh kesungguhan dari sang suami, mata itu memancarkan cinta yang begitu dalam untuknya.
sampai akhirnya Razel mendekatkan wajah nya pada kimmy, secara perlahan bibir itu menempel di bibir kimmy, merasa tak ada penolakan Razel langsung ******* bibir itu dengan lembut hingga membuat kimmy terbuai dan mulai membalas ciuman sang suami.
Saat sedang asik menikmati ciuman yang memabukkan itu, tiba tiba suara dering ponsel Razel menyadarkan kimmy.
kimmy langsung melepaskan tautan bibirnya, ia yang merasa sudah kalah oleh perasaannya sendiri hanya bisa tertunduk malu dengan wajah merona.
Razel langsung mengusap bibir kimmy yang basah oleh ulahnya.
" Makasih ya, untuk sekarang kita cicil dulu aja gak pa pa, aku akan tunggu sampai kamu siap tapi untuk yang tadi bolehkan kalau aku sering sering melakukan nya? tanya Razel dengan mata berbinar.
" Angkat dulu tuh ponselnya berisik banget tau." ucap kimmy mencoba mengalihkan pembicaraan yang membuat dirinya malu.
" Siapa sih, ganggu aja! " Razel berdecak kesal sambil mengangkat ponselnya.
"Heh junet ngapain loe nelponin gue ! " ucap Razel kesal saat tahu siapa yang menghubunginya.
" Nanti sore loe ditunggu di cafe Brian bos." jawab Juna singkat.
" Kan udah gue bilang jun, jangan ganggu masa cuti gue, gue lagi usaha buat meluluhkan hati si pemilik sangkar ini " oceh Razel pada sang asisten lewat sambungan teleponnya.
Tawa juna pun pecah saat mendengar perkataan Razel " Jadi loe belum boleh masuk ke sangkar? pasti malam pertama loe sama sabun ya? " ledek Juna.
" Diem loe !" sentak Razel. " mau ngapain si Brian ngajak ketemu di cafenya?"
" ini gue cuma mau menyampaikan pesan dari Brian bahwa nanti sore sherlin mau ketemu sama loe dan juga kimmy di Cafe Brian." Sherlin dan Brian ga enak menghubungi loe langsung, apa lagi loe udah berpesan untuk jangan ada yang ganggu loe."
" Sherlin ada di Indo?" tanya Razel penasaran
" iya kayanya semalam baru sampe deh zel." sahut juna .
" Yaudah nanti gue tanya kimmy dulu, mau ga ketemu sama sherlin." setelah berkata begitu Razel langsung mematikan sambungan telpon nya.
apa gue harus ngomong ya sama kimmy, nanti pas ketemu sherlin kalau suasana hatinya malah memburuk gimana? bisa makin lama berhibernasi nya ini burung kebanggaan gue.
...****************...