My enemy My husband

My enemy My husband
S2 Singa betina



Anzel yang sudah sadar perlahan membuka matanya dengan kepala yang masih sedikit pusing, ia menoleh ke arah Vio yang duduk di sampingnya dan langsung memberi senyum manis pada kekasihnya itu. Hanya sesaat sampai akhirnya ia mendengar percakapan sang kakak dengan seorang pria yang membuatnya langsung mengalihkan pandangannya ke arah sang kakak yang berdiri di sisi lain dekat ranjangnya.


Anzel sejenak memperhatikan pria yang sedang berdebat dengan sang kakak, seketika ia langsung teringat siapa pria itu.


jangan kak, dia om-om mesum ! pekik Anzel.


Kyara dan Kean pun langsung menoleh ke arah Anzel, seketika pandangan Kean dan Anzel pun bertemu. Tatapan tajam Kean dan tatapan permusuhan dari Anzel membuat suasana seketika menjadi mencekam. Seolah-olah tatapan kedua nya mengisyaratkan bahwa mereka adalah musuh bebuyutan yang mempunyai dendam pribadi yang belum selesai.


Christian menghela napas melihat keduanya, sementara Kyara hanya menatap bingung keduanya.


" Jangan bilang gitu, Hon. Om Kean orang baik Kok. " Suara lembut Vio membuat ia berhenti menatap Kean dan malah menatap balik Vio.


" Heh, bocah tengik kalau aku sadar itu kau, Aku tak akan menolongmu tadi." ketus Kean. Kenapa juga bocah tengik ini lagi yang harus ia tolong. Sudah dua kali Kean menolongnya tapi bukan mendapat Terima kasih malah bocah itu selalu membuat harga dirinya jatuh berkali-kali karena lagi-lagi ia di panggil om-om mesum di depan gadis pujaannya, Kyara.


Kenapa juga harus Anzel yang menjadi adik Kyara, kalau tidak mungkin sudah ia kuncir mulut Anzel agar tak asal kalau bicara, pikir Kean.


Kyara yang sedari tadi hanya diam dan memperhatikan perdebatan keduanya mulai penasaran sampai akhirnya ia memutuskan untuk bertanya. " Ada apa sih sebenarnya? kalian saling kenal?"


" Itu kak dia itu....... "


" Dia itu dan Anzel pernah gak sengaja bertemu lalu ada kesalahpahaman aja kak diantara Om Kean dan Anzel." Vio segera memotong ucapan Anzel karena ia takut Anzel akan bicara yang tidak-tidak soal Kean pada Kyara, makin malu saja dirinya sudah di tolong dua kali tapi malah memperlakukan Kean seolah dia adalah penjahat. Vio tak ingin hal itu terjadi karena tak enak hati pada Kean jadi Vio menceritakan kesalahpahaman yang terjadi pada Kyara.


Sebenarnya Vio memperhatikan interaksi Kean dan Kyara, di sana terlihat jelas bahwa Kean menyukai Kyara dan berusaha mendapatkan hati gadis itu. Makanya untuk membalas kebaikan Kean setidaknya Vio harus menjaga nama baik dan harga diri pria yang sudah menolongnya di hadapan Kyara, gadis yang Kean sukai.


" Zel, loe harusnya berterima kasih karena bang Ke udah dua kali nolong loe. Berhenti manggil bang Ke om-om mesum." nasihat Kyara yang merasa tak enak atas ucapan adiknya pada Kean. Terlebih Kean adalah rekan bisnis sang Daddy, bagaimana mungkin Anzel bisa tak sopan dengan pria itu.


Ah senang sekali rasanya di bela oleh gadis yang ia sukai, itulah perasaan Kean saat ini. Tapi tunggu Kyara memanggilnya apa tadi? Bang? tak Kean duga ternyata Kyara serius dengan ucapannya yang memilih memanggil Kean dengan sebutan Bang Ke. Kakak beradik ini ingin sekali ia lakban mulut mereka, dua-duanya membuat harga diri Kean terjun bebas, menurut Kean.


Vio dan Christian hanya bisa tertawa mendengar hal itu, sungguh kakak beradik luar biasa.


" Ra, panggil aku jangan seperti itu. Okelah kalau kamu mau panggil aku dengan sebutan abang, tapi yang lengkap sebutnya, Ra. abang Kean. jangan bang ke ! Aku bukan tikus mati, Ra."


Tawa Anzel pecah saat mendengar keluhan Kean, ia sangat senang melihat wajah Kean yang memerah menahan malu, Kean melempar tatapan membunuh nya pada Anzel dan malah membuat Anzel semakin senang meledeknya dengan menjulurkan lidahnya pada Kean.


" Maaf bang, Aku lupa kalau ternyata di sebutnya jadi bang ke. " kekeh Kyara.


Sejenak Anzel berpikir dengan ucapan kakaknya, mungkin memang ia harus berterima kasih pada Kean, kalau tidak ada Kean mungkin saat ini Tiana sudah menjebaknya dan membuat ia kehilangan Vio selamanya.


" Makanya jangan panggil abang lagi, mending panggil Hubby. " ucap Kean dengan menaik turunkan alisnya.


" Ehem... " deheman Anzel membuat wajah Kean langsung masam. ia yang sedang berbicara dengan Kyara malah di ganggu oleh bocah tengik itu, pikir Kean.


" Makasih ya bang ke, udah nolongin Anzel dan maaf untuk yang kemarin karena Zel udah salah paham, Tapi ingat aku berbicara begini bukan berati bang Ke bisa mendekati Kyara ya. Aku tetap gak setuju!" Bagaimana mungkin om-om seperti Kean ingin merayu kakaknya, Dia tak sadar umur apa ingin menjadikan Kyara kekasihnya, pikir Anzel.


" Ya Tuhan sepertinya lebih sulit mendapat restu bocah tengik itu, dari pada restu Daddynya." batin Kean.


***********


Setelah Anzel di perbolehkan pulang Kyara berencana mendatangi apartemen Tiana, Ia ingin memberi pelajaran pada Tiana karena telah berani ingin menjebak adiknya, meskipun mereka seperti musuh tapi Anzel dan Kyara punya rasa sayang dan peduli yang begitu besar terhadap satu sama lain.


" Chris, bawa mobilku dan antar Anzel dan Vio pulang, kau tunggu saja di sana tak usah menyusul ku. " titah Kean pada sang asisten.


Setelah kepergian Christian, Vio dan Anzel. Kean dan Kyara juga menuju ke apartemen Tiana.


Mereka berdua tak banyak bicara Kean fokus mengemudikan mobil Kyara sambil sesekali melirik gadis itu.


Sesampainya di apartemen Tiana, Kyara langsung menekan pass code, karena memang itu apartemen milik Daddynya sehingga ia tau kata sandi apartemen itu.


" Tiana... keluar loe !" teriak Kyara yang suaranya menggema di seluruh sudut ruangan, membuat Tiana yang sedang menangis di dalam kamarnya langsung keluar menghampiri Kyara.


" Ka-akk Kya-ra ... " ucap Tiana terbata, wajahnya panik melihat kedatangan Kyara dengan pria yang entah siapa dia tak mengenalnya. karena ini baru kali pertama ia melihat Kean.


plak


satu tamparan yang sangat kencang mendarat di pipi kanan Tiana, seketika membuat pipi Tiana memerah dan panas.


" Berani loe ingin menjebak Anzel dengan cara murahan kaya gitu? gue pikir loe udah berubah setelah gue nasehatin waktu itu, ternyata gue salah. Loe sama aja kaya seorang ja*lang yang rela melakukan apapun demi mendapatkan apa yang loe inginkan meski dengan cara murahan sekalipun." ucap Kyara dengan berapi-api.


" Kak, gue bisa jelasin."


plak


satu tamparan mendarat lagi di pipi sebelah kiri Tiana, tamparan yang sangat keras karena Kyara mengeluarkan semua tenaganya untuk menampar Tiana hingga sudut bibir gadis itu mengeluarkan darah, emosinya sudah sampai di ubun-ubun saat tau apa yang terjadi pada Anzel.


" Cukup, gue gak pengen mendengar sandiwara loe lagi! loe yang nolak Anzel saat dia menawarkan komitmen untuk menunggu loe. sekarang di saat dia bahagia, loe pengen menghancurkannya dengan cara kaya gini? Apa loe gak mikirin dampaknya sama persahabatan orang tua kita? Om juna dan tante Tia udah gue anggap seperti orang tua gue sendiri, Apa jadinya kalau mereka tau kelakuan loe kaya gini? loe gak kasian sama mereka, mereka udah sedih sejak loe berubah. Apalagi kalau tau tentang hal ini, bisa hancur perasaan mereka, Na." ucap Kyara panjang lebar.


Kean yang berdiri di samping Kyara pun hanya bisa diam dan membiarkan dua wanita itu berbicara tanpa berniat ikut campur, karena memang dia tidak mengetahui permasalahan nya seperti apa. Kean hanya tau bahwa Tiana ingin menjebak Anzel.


" Kalau loe ngerasa hidup loe udah ancur sama mantan pacar loe, minta tanggung jawab sama mark, bukan sama Anzel. Loe sama aja mau manfaatin Anzel dengan cara begini. Udah gue bilang dari awal mark bukan cowok baik dan loe tetap keras kepala untuk tetap bersama dia."


" Maaf kak. " hanya itu yang bisa ia ucapkan, bahkan Tiana menunduk ia sama sekali tak berani menatap mata Kyara, Baru Tiana tau Kyara punya sisi kejam seperti ini sungguh sangat menyeramkan sampai membuat nyali Tiana menciut seketika.


" Bereskan semua barang-barang loe dan Pergi dari sini, kembali ke negara A dan ubah sikap loe kalau loe gak ingin gue laporin semua yang terjadi sama orang tua loe, mereka akan sangat malu punya anak seperti loe."


Kean baru melihat seorang Kyara yang menggemaskan berubah menjadi singa betina kalau sedang marah, sungguh sangat menyeramkan, pikir Kean.


Tiana yang di usir pun segera membereskan barang-barang nya, ia sudah tak dapat berkata-kata karena memang ia salah, rencana nya gagal, orang yang dia sayangi dan sahabatnya sekarang membencinya, sungguh perih dan panas yang ia rasakan di pipinya tak sebanding dengan rasa kehilangannya saat ini.


Bodoh, hanya itu yang bisa Tiana katakan pada dirinya sendiri, menyesal juga percuma toh mereka pada akhirnya sudah membenci dirinya, ia kehilangan semua orang yang pernah menyayanginya seperti keluarga dan sangat berarti dalam hidupnya.


Kean sudah mengurus semuanya agar hari ini Tiana langsung bisa kembali ke negara A tanpa drama. Ia takut Tiana yang nekat masih mencoba mencari cara lain untuk menjerat Anzel atau bahkan mencelakai Vio dan Kyara. Oleh sebab itu Kean menjauhkan Tiana dari mereka semua secepatnya.


.


.


...****************...