My enemy My husband

My enemy My husband
S2 Anak-anak kita



Belasan tahun kemudian


Kimmy sudah melahirkan seorang bayi perempuan yang sangat cantik, Ia mirip sekali dengan Kimmy sang mommy, tapi mempunyai mata dan bibir seperti Daddynya. Anak perempuan yang diberi nama Kyara Graciella Adhytama, kini sudah berusia 18 tahun dan mempunyai seorang adik laki-laki yang mirip seperti Razel bisa di bilang fotocopyan sang Daddy yang diberi nama Anzel Putra Adhytama yang berusia 17 tahun, usianya hanya berbeda satu tahun dengan sang kakak.


Sementara Tia dan Juna juga mempunyai satu orang anak perempuan berusia 17 tahun bernama Tiana putri Arjuna. Setelah melahirkan Tiana, Tia sempat kembali hamil namun ia mengalami keguguran dua kali, sehingga membuatnya enggan mempunyai anak lagi.


Dan Brian pun sudah menikah dengan sherlin, Semenjak Sherlin hamil ia tak lagi menggeluti dunia modelnya, mereka memutuskan tinggal di Indonesia, Sherlin dan Brian di karuniai dua anak laki-laki, anak pertama mereka bernama Kalan Ardiansyah yang berusia 16 tahun dan putra kedua mereka Dean Ardiansyah yang berusia 14 tahun.


Dikta pun sudah menikah dengan seorang wanita cantik yang tak lain adalah seorang karyawati di kantor Razel bernama Dewi, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki yang berusia 14 tahun bernama Dion pratama.


" Morning Mom, morning Dad." Ucap seorang gadis cantik berseragam putih Abu-Abu, saat menghampiri orang tuanya yang sedang sarapan bersama.


" Lama banget sih kaya siput, gak liat apa ini udah jam berapa?" Ucap sang adik yang sudah kesal menunggu kakaknya turun untuk sarapan bersama .


" Sudah, lebih baik kita sarapan dari pada ribut nanti yang ada malah telat." kata Mommy Kimmy yang masih cantik dan awet muda di usianya yang sudah tak lagi muda.


Kyara menjulurkan lidahnya pada sang adik yang merengut kesal, sebelum ia mulai menyantap sarapannya.


Selesai sarapan mereka memulai aktivitas masing-masing, Razel berangkat ke kantor dan Kyara juga Anzel pergi ke sekolah.


" Zel, kamu Hati-hati ya, jangan ngebut bawa motornya." Ucap Kimmy pada sang putra yang sangat suka mengendarai motor sama seperti sang suami semasa kuliah dulu.


" Siap Mom." Ayo buruan mau berangkat bareng gak, lelet banget sih." gerutu sang adik pada kakaknya yang masih meminum susunya.


Kyara mengelap bibir nya dengan tisue dan beranjak dari duduknya. " Bawel banget sih orang lagi minum juga, kalau kakak tersedak gimana?"


Sang Mommy dan Daddy hanya bisa menghela napas melihat perdebatan keduanya, kejadian ini bukan hal baru bagi mereka, tapi hal seperti ini layaknya sarapan pagi bagi mereka yang selalu terjadi setiap hari, Ini lah aktivitas awal mereka di pagi hari menyaksikan perdebatan kedua anak kesayangan mereka.


Setelah perdebatan panjang akhirnya mereka sampai juga di sekolah, walaupun saat mereka datang gerbang sekolah hampir saja di tutup.


" Besok-besok kalau mau bareng gue naik motor, bangun lebih pagi, kalau kakak lama, kakak naik mobil aja gak usah nebeng lagi." Kata Anzel sambil melepas helm yang berada di kepalanya.


" Kalau udah mepet terus harus naik mobil kan macet Zel, yang ada kakak makin terlambat nanti." Ucap Kyara.


" Bodo amat." Anzel berlalu meninggalkan kakaknya menuju kelasnya sendiri yang berada di lantai 2.


Kyara, Kalan, Anzel, Tiana, Dean dan juga Dion. Mereka semua bersekolah di sekolah yang sama yang terdiri dari berbagi jenjang pendidikan seperti SD, SMP, SMA. Bahkan orang tua mereka memasukkan mereka di sekolah yang sama sejak sekolah dasar hingga saat ini mereka selalu bersama.


Tujuannya agar mereka semua semakin dekat dan bisa saling menjaga layaknya keluarga, sama seperti orang tua mereka yang bersahabat tapi sudah menganggap satu sama lain adalah keluarga.


jam istirahat


" Pusing kepala gue sama ulangan tadi Na." Keluh Anzel pada Tiana saat mereka sedang berada di kantin. Anzel dan Tiana berada di kelas yang sama mereka sangat dekat bahkan beredar gosip bahwa mereka berpacaran, tapi Anzel juga Tiana tak terlalu mempedulikan omongan teman-teman mereka. Mereka merasa tak perlu menjelaskan hubungan apa yang mereka miliki, walaupun nyatanya mereka hanya bersahabat.


" Makanya jangan ngegame mulu, kalau nilai loe jelek, gue bilangin sama Daddy biar tuh PC dijual sekalian." Ujar Kyara sambil, tertawa meledek sang adik.


" Nih Ky, minuman pesenan Loe. " Ucap Kalan sambil menyerahkan gelas yang berisi jus jeruk pada Kyara.


Walaupun lebih tua tapi Kyara tak ingin dipanggil kakak oleh Tiana dan juga Kalan kecuali hanya Anzel, Dean dan Dion yang memanggilnya kakak. Ia lebih nyaman dipanggil nama saja. Karena Kyara sudah menganggap Tiana dan Kalan adalah sahabat terdekatnya.


" Jangan dibaikin Kal, nanti baper doi." sahut Anzel.


" Apaan sih loe, sirik aja ! gak ada yang baik ya sama loe. weeekkkk." Ucap Kyara sambil menjulurkan lidahnya kepada sang adik yang membuat Anzel merengut kesal pada sang kakak.


" Malam minggu jalan yuk Ky!" Ajak Rama teman sekelas Kalan yang terbiasa ikut berkumpul bersama mereka.


Kyara menautkan kedua alisnya mendengar ajakan Rama yang secara tiba-tiba di depan Anzel, Kalan dan juga Tiana."Kencan?" tanyanya.


"heemmm." yang hanya di jawab gumaman oleh Rama.


plak


Kalan memukul kepala Rama, dan langsung mendapat tatapan tajam dari si pemilik kepala.


" Gak usah ngajak-ngajak Kya kencan, loe bukan tipenya, inget umur."


" Ky, kalau si Kalan kaya gini terus, percaya sama gue, loe bakal jomblo seumur hidup." ucap Rama sambil mengusap kepalanya.


" Loe gak tau kan, selama dua tahun semenjak Kyara mulai pacaran, udah berapa kali dia dateng ke gue sambil nangis-nangis." jelas Kalan.


" Itu kan karena belum ketemu sama cowo yang tepat, kalau sama gue sih udah pasti tepat gak akan bikin Kyara nangis-nangis." jawab Rama dengan percaya diri.


" Loe itu playboy, jadi jangan macem-macem. Belajar aja yang benar. umur loe juga dibawah Kyara, gak cocok." jelas Kalan.


" Terus cowo yang tepat buat Kyara siapa sih Kal?" pancing Anzel.


" Apa yang kaya loe?" sambung Tiana.


Seketika Kalan melotot pada Anzel dan Tiana. karena perkataan keduanya membuat Kalan menjadi salah tingkah. Anzel dan Tiana hanya terkekeh melihat Kalan yang langsung panik.


" Gue mah cuma sahabatnya aja, berusaha melindungi Kyara dari para cowo buaya kaya si Rama." ucap Kalan membela diri.


" Tapi gue jadi jomblo karena loe terlalu over Kal." keluh Kyara.


" Nanti juga kalau udah jodohnya datang sendiri gak usah di cari, lagi juga loe kan masih muda Ky barangkali nanti pas kuliah ketemu cowo yang tepat." Kalan mencoba memberi penjelasan pada Kyara.


Kyara memang paling dekat dengan Kalan yang pintar dan juga dewasa, walaupun kadang menyebalkan, cuek dan dingin. Semenjak Kyara mempunyai pacar setiap ada masalah atau pun pacarnya menyakitinya, Kyara selalu datang pada Kalan mencurahkan semua isi hatinya sambil menangis, hal itu lah yang membuat Kalan sangat melindungi Kyara karena tak ingin sang sahabat mendapatkan laki-laki yang salah lagi.


" Sekali ini aja deh jalan sama gue Ky. walaupun gue lebih muda, tapi gue juga bisa dewasa kok kaya Kalan dan gue janji akan berhenti jadi playboy." Rama masih mencoba merayu Kyara agar menerima ajakannya.


"jangan....... "


...****************...