My enemy My husband

My enemy My husband
tidur bersama



setelah acara selesai hailen menghampiri para sahabatnya yang datang dari amerika.


"wow, i can't believe you will get to merried so soon". ucap jennifer lawrence yang tidak percaya bahwa sahabatnya itu tiba-tiba menikah.


"you are so extraordinary girl" tambah sahabat hailen yang bernama jack.


"i quess you will marry me, this make my heart hurt a litle"


"by the way, where are you goin for your honeymoon?" tanya seth rogen kepada hailen, hal itu membuat hailen bad mood. bagaimana bisa dia akan berbulan madu dengan musuhnya itu.


"yah.. you guys ruined my mood, abviously i was set up with that man. you all know that the is my enemy and i really-really hate him" ucap hailen dengan kesal.


"but it look like you really enjoyed the kiss from your enemy" tiba-tiba sandra Bullock menggoda hailen dengan mengungkit ciuman di altar tadi, membuat hailen tambah kesal.


lalu mereka tertawa bersama lihat hailen yang sangat kesal. 'kenapa aku harus punya sahabat seperti mereka' batin hailen.


~


acara pernikahan sudah selesai setengah jam yang lalu kris wu dan hailen memutuskan tinggal di apartment mewah yang diberikan oleh orang tua mereka sebagai hadiah pernikahan.


dan disinilah hailen sekarang tinggal diapartement hanya berdua dengan musuhnya itu, bahkan sekamar. walaupun mereka sudah menikah tetapi hailen tidak sudi berbagi kasur dengan kris wu. sebenarnya masih ada satu lagi kamar yang kosong tapi kamar itu sudah di kunci oleh ibu kris wu karna anak dan menantu nya harus tidur berdua dan memberikan cucu yang banyak untuk mereka, mengingat kris wu juga sama-sama anak tunggal dengan hailen, orang tua nya sering merasa kesepian. setidaknya dengan mempunyai cucu mereka bisa bermain dengan cucunya itu.


"mandilah dulu hailen ganti gaunmu itu! apa kau nyaman memakai gaun ribet itu."ujar kris wu


"ntar lah . . aku capek. kau pergilah keluar. aku mau tidur" jawab hailen


"kau yakin ingin tidur dengan gaun itu? atau kau mau aku membantumu melepas gaun itu dan memandikanmu sayang?" goda kris wu


lansung saja hailen membuka gaunnya tapi dia sedikit kesusahan dengan resleting gaun dibelakangnya karna sepertinya menyangkut dan tidak bisa di tarik ke bawah. 'masa iya gaun mahal ini bisa lecet' batin hailen.


sudah 30 menit hailen mencoba menarik resleting gaun itu tapi tetap tidak bisa dan sekarang tangannya juga udah pegal gara-gara menjangkau-jangkau resleting gaunnya itu.


mau tidak mau dia harus minta bantuan pada kris wu.


kris wu yang sedang duduk sambil memainkan ponselnya terkejut dengan hailen yang keluar kamar mandi masih menggunakan gaun yang tadi.


"yakkk. bantuin aku membuka resleting gaun ini, ini susah sekali" keluh hailen kepada kris wu.


"minta tolonglah yang benar kepadaku, nanti aku akan menolongmu" saut kris wu dengan senyum yang menjijikan menurut hailen.


"yak. kau gila, aku ngak mau" tolak hailen dengan emosi


"yasudah kalau ngak mau. tidur aja dengan gaun itu dan tanpa mandi. dan . . tidur di luar! gaunmu akan memenuhi tempat tidur kalau tidur disini" ujar kris wu dengan santai.


"yak . . dasar brengsek" lalu cepat-cepat hailen mengubah mimik wajahnya "tolongin ya bukain, gaun ini sangat berat dan aku lelah, aku ingin istirahat" ucap hailen dengan tampang iba nya.


lalu kris wu berdiri menarik resleting gaun yang di pakai hailen emang sedikit sudah untuk ditarik kebawah. gerakan kasar kris wu menarik resleting itu sampai pinggul hailen. dan terpampang lah punggung indah hailen yang membuat kris wu meneguk Saliva nya.


ketika rasanya resleting itu terbuka hailen lansung berlari ke kamar mandi dan keluar 25 menit setelah itu. sesudah hailen selesai mandi, lansung saja kris wu gantian menggunakan kamar mandi.



setelah keluar dari kamar mandi kris wu melihat hailen yang sudah tertidur di kasur, kris wu menatap wajah hailen yang sedang tidur, di pandanginya setiap inci wajah itu dan dia mencium kening hailen dengan lembut. lalu kris wu tidur disebelah hailen sambil memeluk hailen.