My enemy My husband

My enemy My husband
Suara-Suara laknat



Sesampainya di Bali


" Akhirnya sampai juga. " Ucap Kimmy dengan wajah sangat bahagia akhirnya bisa berbulan madu bersama sang suami.


" Hai semua." sapa Dikta yang tiba-tiba keluar dari kamar yang ada di lantai satu.


Kimmy menatap suaminya tajam, yang membuat Razel langsung menunduk karena tatapan sang istri seperti ingin menelannya hidup-hidup.


" Loh kok loe di sini Dik? " tanya Brian penasaran.


" Iya gue baru aja sampe di sini tadi pagi. gue berangkat duluan dari Jakarta di suruh Razel, sekalian ada urusan bengkel." bohong Dikta.


" Urusan bengkel apaan sampai nyasar ke Bali?" tanya Juna yang juga merasa aneh.


" Razel mau buka bengkel di Bali." jawab Dikta asal


" Udah yuuk, kita ke kamar dulu taruh kopernya.


lanjut nanti ngobrolnya." Ucap Razel mencoba mencari alasan agar tak ada lagi yang banyak bertanya.


Sebelum berangkat ke Bali Razel sengaja menyuruh Dikta berkata demikian jika ada yang bertanya, agar Dikta punya alasan untuk berangkat lebih dulu, itu juga alasan agar Kimmy tidak curiga dengan keberadaan Dikta di Bali.


" Kamar Sherlin, Brian di dekat Dikta ya. Kalau Juna sama Tia di atas dekat kamar gue sama Kimmy." lanjut Razel.


Sesampainya di kamar, kimmy langsung memicingkan matanya menatap sang suami dengan tangan bersedekap dada.


" Kamu ngapain ngajak Dikta ke sini? " tanya Kimmy dengan nada kesal.


"Jawab jujur ga usah bohong. aku tau yang Dikta omongin ga benar kan? alasan aja bilang buka bengkel di Bali." tambahnya.


" Bukan gitu sayang, aku bisa jelasin, jadi waktu kemarin aku ke bengkel si Brian nelpon nanya Sherlin beneran jadi ikut atau engga sama kita di Bali, nah saat aku ngobrol ga sengaja Dikta denger kalau Sherlin mau ikut sama kita dan Brian juga. jadi Dikta juga pengen ikut, kan aku ga enak yang. Biar gimana pun Dikta juga sahabat aku, jadi biar adil aku ajak aja, kan biar mereka saingan secara sehat." jelas Razel panjang lebar.


" Tapi aku maunya Kak Brie yang sama Sherlin, Dikta tuh playboy Kak. Karena kamu udah bikin aku kesel, malam ini kamu ga dapat jatah sampai kita selesai bulan madu." ancam Kimmy.


" Yah yang, jangan gitu dong kan kita honeymoon buat apa kalau ga ngelakuin apa-apa."


" Bodo amat." kimmy yang kesal berlalu begitu saja meninggalkan Razel menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Razel menjambak rambut nya frustasi, burung kebanggaannya tak bisa memasuki sangkar selama seminggu, itu akan sangat menyiksanya. terlebih lagi melihat Kimmy yang sekarang setiap hari saat tidur selalu menggunakan gaun tipis yang memperlihatkan lekuk tubuhnya.


" Si.. al!" umpat Razel.


**********


malam hari


Saat mereka selesai makan malam, para wanita sibuk nonton drama Korea di ruang tengah, sementara Dikta sudah kembali ke kamarnya dan Brian sibuk dengan laptopnya, sementara Juna dan Razel berbincang di halaman belakang dekat kolam renang.


" Muka loe kenapa sih zel dari sore di tekuk aja udah kaya dompet tanggung bulan. " sindir Juna.


" Kimmy ngambek sama gue. terus gue di liburin selama kita di sini." keluh Razel.


" emang kenapa, kayanya tadi ga ada masalah waktu loe sampai di sini." tanya Juna dengan wajah serius.


" Gara-gara gue ajak Dikta ke sini, sementara Kimmy maunya Brian aja yang gue ajak, biar Brian bisa deket sama Sherlin, ya Kimmy pengen banget ngejodohin mereka berdua lah." lirih Razel.


" Aneh kok Kimmy pengen banget Brian sama Sherlin, kalau Sherlin nya nolak gimana?"tanya Juna lagi.


" itu juga yang gue pikirin. aneh banget sikapnya. cuma karena hal sepele aja ngambek."


" Zel, Jangan-jangan bini loe ngidam pengen ngejodohin orang." ucap Juna asal.


" Bini gue belum hamil Junet, lagi juga kalau hamil masa ngidam pengen jodohin orang, aneh banget. dah ah gue mau tidur dulu." Razel bangkit dari duduknya meninggalkan Juna yang masih merasa aneh dengan sikap Kimmy.


Razel masuk ke dalam menghampiri sang istri yang sedang menonton drama Korea di ruang tengah bersama Tia dan Sherlin." Sayang tidur yuuk. " ucap Razel sambil mengelus pundak Kimmy.


" Ayo, aku juga udah ngantuk ka." jawab kimmy manja.


Kimmy beranjak dari duduknya dan langsung bergelayut manja di lengan sang suami.


*********


Saat tengah malam, Tiba-tiba Kimmy membangunkan Razel, ia meminta suaminya membuatkannya teh manis hangat. Saat


Razel berniat turun ke dapur untuk membuat teh dan melewati kamar Junet dan Tia samar-samar ia mendengar suara aneh dalam kamar, karena penasaran ia menempelkan telinganya di depan pintu kamar Juna.


"Akkkkhhh chagiya ini masih sempit aja,


" Kak kamu ngapain di situ?" ucap Kimmy sambil berdiri di depan pintu kamarnya dengan raut wajah bingung melihat sang suami bukannya berada di dapur malah menguping di depan kamar orang lain.


Razel tersentak mendengar suara sang istri, wajahnya berubah merah karena malu dan kesal sekaligus. malu, karena ketahuan menguping dan kesal karena ia tak bisa melakukan apa yang Juna dan Tia sedang lakukan.


" Itu loh yang, Tia sama Juna ga tau malu banget berisik banget sampai kedengeran keluar kamar pas aku lewat pengen ke dapur " jawab Razel.


" terus karena penasaran kamu jadi nguping gitu?


" Ya ga usah nguping sebenarnya udah terdengar suaranya, cuma biar makin jelas aja makanya aku nempelin telinga aku di pintu. " ucap Razel tersenyum lebar yang menampilkan sederet gigi putih bersihnya.


Kimmy yang jadi penasaran pun menghampiri kamar Tia. jiwa kepo nya pun meronta-ronta mendengar cerita sang suami.


Kimmy membelalakkan matanya bahkan belum sempat telinga itu ia tempelkan di pintu kamar Tia tapi suara laknat itu sudah samar-samar bisa ia dengar.


" Yaa ampun si junet sama beo ga bisa apa suaranya di kecilin dikit." kimmy hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan kelakuan sang sahabat.


" Yaudah aku bikinin kamu teh dulu ya sayang." kata Razel yang hendak berlalu meninggalkan sang istri, tapi saat baru melangkah Kimmy mencekal tangannya.


" Ga usah ka, udah ga pengen. aku pengen yang lain aja sekarang." Kimmy menggandeng lengan sang suami sambil berjalan menuju kembali ke kamarnya.


" Mau apa yang? mau kaya Tia dan Juna ya? tanya Razel antusias.


" Ga kak, kan libur. aku mau tidur aja udah ngantuk banget ini" ucap kimmy santai sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur.


" Kamu emang ga pengen yang? saling men. desah kaya Tia sama Juna, aku pengen banget nih udah ga tahan yang." Razel masih mencoba merayu sang istri.


Kimmy juga sebenarnya menginginkannya apalagi saat mendengar Tia dan Juna, tapi sayang rasa kesalnya tak kunjung menghilang oleh sebab itu ia memilih tidur untuk meredam hasratnya.


" Aku ngantuk kak, mau tidur. udah kamu tidur aja dari pada aku perpanjang liburnya."


ya nasib, sabar yaa besok kita coba rayu sang pemilik sangkar. batin Razel sambil mengusap burung kebanggaannya.


*******


pagi hari


" Asem banget tuh muka kaya ketek gue kalau ga mandi." ledek Juna.


" Sia.. lan loe! " umpat Razel


" Masih ngambek bini loe ?" ucap Juna sambil berbisik karena mereka sedang berada di meja makan untuk menyantap sarapan.


" Mata loe item banget Zel, kaya zombie." ledek Dikta menimpali.


" Ini semua karena Juna sama Tia yang ga bisa meredam suara laknat mereka semalam, gue jadi ga bisa tidur." kesal Razel.


" Suara apaan? Tanya Sherlin dan Brian berbarengan.


" Suara suami istri kalau lagi enak-enak." sahut Juna." lagian loe ngapain pake ngedengerin sih


zel. "


" Suara loe berdua yang kedengeran sampai keluar kamar pas gue mau turun ke dapur." cibir Razel


" Tau nih burung beo, ga lihat sekitar men.. desah sembarangan. kasian nih kuping-kuping jomblo pada ternodai kalau mereka sampai denger." Oceh Kimmy.


Tia dan Juna hanya bisa tersenyum malu sambil menggaruk tengkuk mereka yang tidak gatal.


" Kan kalian udah nikah, kalau pengen tinggal ikutin apa yang Juna dan Tia lakuin." celetuk Brian.


" Ga bisa Brie, lagi di liburin burungnya si Razel soalnya si pemilik sangkar lagi ngambek." ceplos Juna.


Seketika kimmy menatap tajam sang suami dan Razel langsung menendang kaki Juna yang berada di bawah meja makan, membuat si pemilik kaki tiba- tiba berteriak.


" Oppa kamu kenapa? tanya Tia panik mendengar sang suami berteriak.


" gak pa-pa chagiya ini kaki aku kesemutan." jawab Juna saat mendapat tatapan tajam dari Razel.


...****************...


maaf semua yang sudah menunggu sebenarnya udah up langsung 2 bab dari hari minggu sore, tapi sampai senin statusnya masih sedang di review ga tau kenapa tumben lama banget pihak NT nya 🙏


yang sabar ya yg pd menunggu, author selalu usahain up sehari 1 bab ko. ga pernah libur


ngomong² pada nungguin ga ya? ge'er banget aku yaa 😅