My enemy My husband

My enemy My husband
S2 Tiga bocah tengik



memang Kyara menyukaiku chris????


Sungguh pertanyaan yang sangat bodoh, sepertinya otak boss nya berkurang seons semenjak jatuh cinta. Pria itu tidak peka atau bagaimana,pikir christian. Baru kali ini boss nya terlihat bodoh menghadapi wanita, padahal Kean adalah seorang playboy.


" Sepertinya begitu boss. " jawab Christian singkat. sungguh malas rasanya ia menanggapi boss nya yang sedang jatuh cinta hanya membuatnya ikut pusing karena pertanyaan konyol boss nya itu.


" Aku akan ke rumah Kyara sekarang saja Chris, aku tak sabar ingin bertemu dengannya." Kean sangat antusias ingin bertemu wanita yang sudah mengguncang otaknya itu. eh maksudnya mengguncang hatinya.


" Aku ikut boss? "


" Tidak usah, aku mau bertemu calon mertua bukan mau meeting bersama klien. Kau pulang saja mona pasti sudah menunggumu. Dia harus berterima kasih padaku karena membuat mu pulang cepat hari ini." sahut Kean.


Senyum terus mengembang di wajah tampannya, sambil melajukan mobilnya sendiri Kean terus bersenandung seolah menunjukkan hatinya yang sedang berbunga-bunga.


Namun betapa kagetnya Kean saat ia sampai di kediaman Kyara. " kenapa jadi seramai ini?" gumam Kean.Ia yang berpikir ini adalah acara makan malam keluarga dikejutkan dengan keberadaan saingannya yaitu Kalan dan Dean. Bahkan ia datang di sore hari bermaksud ingin berduaan dengan Kyara tapi nyatanya Kean harus berhadapan dengan tiga orang bocah tengik termasuk Anzel.


" Maaf ya bang, aku gak tau ternyata Anzel mengundang Kalan dan Dean juga. Mereka sudah di sini pas pulang sekolah, katanya mau makan malam juga. " Ucap Kyara tak enak hati, ia bisa melihat jelas raut wajah tak nyaman Kean.


" Gak masalah kok, Ra. Daddy kamu masih di kantor?" tanya Kean basa- basi, sebenarnya ia sudah tau karena ini belum jam pulang kantor. ia saja yang pulang lebih awal karena ingin cepat- cepat bertemu Kyara.


" Iya masih dikantor. " jawab Kyara .


" Ehem..... " deheman Anzel membuat dua orang yang masih berdiri di depan pintu sontak menoleh ke arah tiga orang bocah yang sedang duduk di ruang tamu sambil menatap tajam keduanya.


" Kapan masuknya kalau berdiri terus didepan pintu gitu? "


" Bawel banget sih loe." kesal Kyara yang sudah sangat jengkel sejak tadi dengan adiknya yang sudah berani mengundang Kalan dan Dean tanpa sepengetahuan nya.


Kean kini duduk sendirian di hadapan tiga bocah tengik di ruang tamu ,karena Kyara membantu mommynya memasak di dapur atas paksaan Anzel yang berkata ini urusan laki-laki.


Sumpah Demi apapun mereka bertiga memperlihatkan tatapan membunuh pada Kean seolah ingin menguliti Kean hidup-hidup.


Entah mengapa Kean seperti sedang di sidang, sungguh suasana menjadi mencekam. Keringatnya mengucur di dahi, tangannya mendadak dingin bahkan kakinya terlihat gemetar dengan detak jantung yang berdebar kencang.


Kean mencoba bersikap biasa saja dia sama sekali tak memperlihatkan wajah tegangnya di hadapan tiga bocah tengik ini. malu sekali rasanya kalau sampai mereka tau iya terintimidasi oleh tatapan tiga bocah di hadapannya ini.


" Ada apa memanggilku?" tanya Kean sambil menyandarkan punggungnya di sofa dengan kaki menyilang dan tangan melipat di dada.


" Om ada hubungan apa dengan calon pacarku? " tanya Dean tanpa basa basi.


Kean berdecak kesal mendengar pengakuan Dean, Seenaknya saja mengaku-ngaku, calon pacar? yang benar saja, belajar saja yang benar bocah tengik, untuk apa memikirkan calon istri orang lain. Ingin sekali Kean menjawab demikian.


" Apa urusannya dengan mu, baru calon pacar bukan? Tentu aku masih punya kesempatan." sahut Kean dengan senyum menyeringai.


aku bahkan tak ingin menjadikan Kyara sebagai kekasih aku ingin menjadikannya istriku sehingga kalian tak punya kesempatan merebutnya dari ku. " batik Kean.


" Kyara sahabatku, itu jelas menjadi urusan kami karena kami tak ingin Kyara berada di tangan orang yang salah. " ucap Kalan menimpali.


" Kalian bahkan belum mengenalku, bagaimana bisa kalian berpikir aku adalah orang yang salah? " ucapan Kean membuat Dean dan Kalan terdiam tak bisa menjawab.


" Aku tetap tidak setu..... " Anzel tak lagi melanjutkan ucapannya saat Kyara datang dan malah menepuk bibirnya.


" Berhenti mencampuri urusanku!! atau kalian bertiga di larang makan malam di sini!!" Ketus Kyara. " Dan Loe Anzel, kenapa gak tau Terima kasih gitu, kalau gak ada abang bagaimana hubungan loe sama Vio sekarang. Bisa - bisa nya malah ada di pihak Kalan dan Dean."


Kean tersenyum penuh kemenangan saat Kyara datang dan membelanya dari tiga bocah tengik itu. Kyara menarik pergelangan tangan Kean dengan lembut agar bangun dari duduknya dan mengajak Kean ke ruang tengah dari pada harus duduk di ruang tamu membuat Kean tak nyaman dengan kedatangan sahabat-sahabatnya yang posesif itu.


Mereka berjalan beriringan, dengan tangan Kean yang masih di genggam Kyara, sejenak Kean menoleh ke belakang menjulurkan lidahnya pada tiga bocah tengik yang masih duduk dengan menatap tajam padanya.


wwweeekkkkkkk


.


.


...****************...