
" Terima kasih atas kerja samanya Tuan Razel. " ucap salah seorang rekan bisnis Daddy Razel sambil mengulurkan tangannya.
Daddy Razel menerima jabatan tangan itu seraya berkata " Semoga kerja sama ini berjalan dengan baik. "
brak
Suara pintu yang di buka sangat kencang membuat dua orang yang sedang berjabat tangan sontak menoleh ke arah pintu.
" Astagahhh, Kya! " pekik Razel. Ini lah kebiasaan Kya yang tak pernah mengetuk pintu, hobby nya menerobos tanpa permisi. Sejak kecil sudah seperti itu, di saat Mommy dan Daddy nya sedang tanggung-tanggung nya Kya sering sekali masuk tanpa mengetuk. Sementara dia akan marah kalau kamar Daddy dan mommy nya di kunci. Serba salah bukan jadi Razel.
" Uupss, sorry Dad. Kyara kira gak ada tamu. " ucap Kya malu-malu apalagi mendapat tatapan yang sulit diartikan dari rekan bisnis Daddynya.
" Oh, iya Tuan Kean perkenalkan ini putri saya Kyara." ucap Daddy Razel memperkenalkan Kyara pada rekan bisnisnya.
Kean mengulurkan tangannya memperkenalkan diri pada Kyara. " Kean. "
" Kyara. "
" Maaf , dia memang selalu masuk tanpa permisi, Tuan. " kata Daddy Razel yang tak enak hati .
" Ah, tidak apa. Tuan Razel." Kean hanya menjawab singkat pikirannya tak lagi fokus melihat gadis muda dan cantik di depannya. Jiwa playboy nya meronta-ronta ingin sekali merayu gadis di hadapannya itu, tapi ia sadar gadis ini bukan gadis sembarangan, dia adalah putri dari rekan bisnisnya.
" Daddy mau makan siang sama Tuan Kean, kamu ada apa kesini? " tanya Daddy Razel.
" Mau makan siang sama Daddy. " jawab Kyara malu-malu, karena sedari tadi Kean terus menatapnya.
Kean hanya terus menyimak interaksi anak dan ayah itu. Wajah malu-malu Kyara sangat menggemaskan menurut Kean.
" Kamu bisa ikut kami, kalau mau. Kita makan siang bersama, bagaimana? "
Kyara menoleh kearah Razel sebelum menjawab pertanyaan Kean, Seolah ia bertanya lewat sorot matanya, Daddy Razel yang mengerti arti tatapan mata Kyara menganggukkan kepalanya.
Sebenarnya Kyara tak nyaman jika makan siang bersama Kean juga, karena niat awalnya hanya ingin makan siang berdua dengan Daddynya, Tapi sudah terlanjur ada di kantor Daddynya, perutnya pun sudah lapar, jadi lebih baik dia ikut saja bersama Daddy dan rekan bisnisnya, pikir Kyara.
Mereka Berempat menuju sebuah restoran yang tak jauh dari kantor Razel.
" Kamu kuliah di universitas mana Kya? " tanya Kean, ia mulai penasaran tentang gadis itu. Karena selama ini tak ada yang tahu perihal anak pemilik Adhytama group semua tertutup, tentu semua itu sengaja Razel lakukan karena ia tak ingin privasi anak-anaknya terganggu.
" Di Universitas X, Om. " jawab Kyara singkat. Entahlah dia tak banyak bicara di depan orang asing, bukan karena malu atau canggung tapi karena ia ingin terlihat elegan dimata orang lain. Cukup orang terdekatnya saja yang tau seberapa bar-bar nya dia, terutama Anzel sang adik yang sering terkena amukannya.
Uhuk. uhuk. uhuk
Christian, asisten Kean yang ikut makan siang bersama mereka pun tersedak mendengar Kyara memanggil boss nya dengan sebutan Om. ia hanya bisa tertawa dalam hati. Betapa tua boss nya itu, pikirnya.
Kean yang punya insting tajam tentu langsung tau apa yang sedang dipikirkan oleh asisten kurang ajarnya itu. Ia menatap tajam Christian yang membuat asistennya itu berhenti tertawa dalam hatinya.
" iya tak masalah tuan, saya hanya tersedak. " sahut Christian dengan sopan, tak seperti berbicara dengan Boss nya biasanya asisten itu selalu berbicara asal, lidah nya tajam sekali.
Perbincangan terus terjadi, Kean yang penasaran dengan Kyara makin dibuat penasaran karena gadis itu tak banyak bicara. hanya menjawab seperlunya saja. Baru kali ini ia di abaikan oleh seorang gadis, apalagi oleh gadis ingusan menurutnya.
.
.
******
.
.
" Chris, cari tau tentang gadis itu! " titah Kean pada sang asisten saat mereka berada di dalam mobil, gadis itu bukan tipenya. apalagi usia mereka yang terpaut cukup jauh. Kean lebih suka gadis dewasa yang sudah paham banyak hal, sementara Kyara terlihat masih polos dan tubuhnya jg mungil, tidak sexy seperti wanita-wanita yang sering ia kencani. tapi kenapa ia sangat menginginkannya, pikir Kean. Ia terus bertanya pada dirinya sendiri.
" Ya ampun, Ke. Apa kamu tidak sadar diri? umur mu berapa? kalau kamu jalan bersama gadis itu yang ada orang akan menganggap kalian seperti Om dan keponakan, ah tidak bukan! tapi seperti sugar Daddy dan dia sugar Baby.
Kean memukul mulut sang asisten yang duduk di sebelahnya. Berani sekali dia, tak ada takutnya pada boss nya sendiri, sementara pada orang lain dia amat sopan. Pikir Kean.
" Kamu mau akau pecat kah Chris? kenapa asal saja bicara mu. Aku belum setua itu Christian! ucap nya tak terima dengan pernyataan christian yang menyebut dirinya seperti sugar Daddy.
kemarin seorang bocah laki-laki menyebutnya om-om mesum, tadi Kyara memanggilnya om bahkan sekarang asistennya terus mengingatkan betapa tuanya dia, sungguh benar-benar menyebalkan menurutnya.
" Tapi itu kenyataan nya, Ke. Usia nya belum genap 20 tahun, dan usia mu sudah 32 tahun. Lihat perbedaannya. Itu sangat jauh, Ke. Tubuhnya yang kecil dan mungil itu terlihat menggemaskan tapi tidak dengan mu. Tubuhmu yang tinggi dan besar membuat nya makin terlihat seperti anak sekolah yang berjalan dengan Daddy nya.
Ah mulut Christian itu, membuat Kean sangat ingin menjahitnya sekarang juga, bagaimana bisa di mengatakan hal-hal itu dengan entengnya, seperti tanpa beban dan dosa. Mau dipecat tapi kerjanya bagus, tidak dipecat lama-lama bikin Kean darah tinggi, Pikir Kean.
" Cepat lakukan perintah ku, tak usah menjawab terus Christian ! " Sentak Kean yang sudah sangat panas kupingnya mendengar ocehan sang asisten yang mulutnya lancip itu.
" Tak usah di pertegas, aku tau aku sudah tua. Persetan dengan usia. Itu urusan ku jadi berhenti membahas soal usia lagi. Mengerti! " sepertinya Kean benar-benar kesal, ia lebih memilih memejamkan matanya dari pada nanti Christian menjawab lagi ucapannya.
" Apa ia lupa kemarin dia mengatakan apa. " Seingat Christian boss nya kemarin bilang
Aku malas mengajarinya kalau sampai berhubungan dengan seorang bocah yang belum berpengalaman.
" Baru melihat gadis muda dan cantik didepan nya saja ia langsung lupa dengan ucapannya kemarin." batin Christian.
.
.
...****************...