
Christian adalah anak dari sahabat orang tua Kean, sejak orang tuanya meninggal. Orang tua Kean lah yang mengurus Christian, menganggap Christian seperti adik untuk Kean, Karena usia nya hanya berbeda dua tahun lebih muda dari Kean.
Ayah Christian dulunya adalah orang kepercayaan papa Kean, Oleh sebab itu sekarang Papa Kean mengangkat Christian menjadi asisten dan juga orang kepercayaan Kean, lebih tepatnya mata - mata untuk mama dan papa Kean, ia akan melaporkan banyak hal pada orang tua Kean tentang apa saja yang di perbuat oleh Boss playboy nya itu. Apapun yang Christian lakukan Kean tak pernah bisa memecatnya karena Christian bekerja langsung pada Papa Kean hanya sang Papa yang bisa memecatnya.
" Bagaimana Chris ini sudah satu minggu, kamu belum memberikan info apapun tentang Kyara. " Kesabaran Kean yang setipis tisue membuat ia mengoceh terus selama satu minggu ini, setiap hari ia akan menanyakan hal yang sama pada Christian.
" Sabar, boss. Nih saya baru dapat Info tentang nona Kyara, Dia pernah setahun kuliah di negara A, tapi entah apa penyebabnya akhirnya dia pindah kuliah di indonesia." jelas Christian yang sedang dalam mode serius.
Kean hanya menyimak tanpa menanggapi perkataan sang asisten. Dia terus mendengarkan setiap informasi yang Chris jelaskan. Dari warna kesukaan Kyara, makanan, film yang ia sukai dan semua hal menyangkut Kyara di jelaskan semua dengan sangat detail oleh Christian dan tak ada yang terlewatkan sedikitpun.
" Untuk kekasih seperti nya dia tak punya, Boss. Tapi ada beberapa anak laki-laki yang bersahabat dengannya menyukai nona Kyara. Mereka kakak beradik yang berusia 18 tahun dan 16 tahun. Orang tua mereka juga bersahabat dengan Tuan Razel dan istrinya. "
Kean menghela napas kasar mendengar perkataan terakhir Christian, ada dua bocah mengincar wanita yang ia sukai. kenapa saingannya harus anak kecil yang jelas lebih muda darinya.
" Apa Kyara menyukainya, Chris? " tanya Kean yang membuat Christian mengerutkan keningnya. pertanyaan aneh macam apa ini, pikir Christian.
" Saya gak tau, Boss. Saya gak bisa melihat hati nona Kyara. " jawab Christian asal. Bagaimana bisa ia tau perasaan orang lain, apakah boss nya pikir ia adalah cenayang.
" Kamu punya foto dua bocah itu? " tanya Kean lagi tanpa mempedulikan celetukkan sang asisten, malas berdebat rasanya. Ia lebih fokus mencari tau tentang gadis yang sudah berani mengusik hatinya.
" ini boss foto keduanya." Chris memberikan foto-foto Kalan dan Dean pada Kean. tampan, muda dan cukup kaya , mereka juga pintar di sekolah. membuat rasa percaya diri Kean terjun bebas saat ini, bukan masalah tampan atau pintar dan kaya karena untuk urusan tampan, mapan, kaya dan pintar dia juga memilikinya tapi masalahnya adalah faktor usia.
Perkataan Christian seminggu yang lalu benar-benar mengusik pikirannya. Om-om sugar Daddy, Tua, Kata-kata itu berhasil membuat ia terus kepikiran.
" Singkirkan semua nya, aku tak mau lagi melihatnya. " kesal Kean. Sejak kapan ia menjadi minder seperti ini untuk mendekati wanita, biasanya wanita lah yang akan datang tanpa dia minta.
" Menyerah, Boss? " tanya Christian dengan wajah polos tanpa dosa, Kean berpikir apa yang Christian ucapkan itu sebenarnya pertanyaan atau sindiran.
" Aku tak akan menyerah Chris, hanya karena masalah sepele. " ucapnya penuh keyakinan. Kean meyakinkan dirinya bahwa Kalan dan Dean tak mungkin bisa mengalahkannya dalam menarik hati wanita, dua bocah ingusan seperti mereka bisa apa, pikir Kean.
" Bagaimana agar aku terlihat lebih muda, Chris? " Kean berharap Christian akan menjawab pertanyaannya dengan serius kali ini. " Apa aku harus mengubah penampilan ku, Chris. agar terlihat lebih muda seperti mereka? "
" Eeeemmmm, sepertinya bukan penampilan anda yang harus diubah, boss." perkataan Chris itu sontak membuat perasaan Kean menjadi buruk, Firasatnya mengatakan bahwa Christian pasti akan menjawab asal lagi kali ini.
" Lalu apa yang harus ku ubah? " ucap Kean yang masih berusaha tenang dan santai.
" Wajah anda Boss, sepertinya harus di ganti. Atau umur anda di kurangi, supaya bisa menyamakan diri dengan mereka.
Astagah jawaban macam apa itu, kenapa bisa papa nya mempekerjakan asisten seperti Christian untuk dijadikan orang kepercayaannya, yang ada ia akan terkena stroke ringan di usia 30an ini, pikir Kean.
" Keluar sekarang, kepala ku jadi sakit berbicara dengan mu, Chris. "
" Jangan membantah, cukup keluar saja sekarang juga. " sentak Kean yang sudah tau apa yang ingin dikatakan asistennya sebelum Chris membuka mulutnya.
.
*********
.
ditempat lain
Banyak hal yang mereka bicarakan, canda tawa bahkan membahas masa mereka sekolah dulu. Vio hanya menyimak obrolan para sahabat itu.
" Sayang Dion gak ada di sini. " ucap Dean yang sangat merindukan sahabatnya itu.
" Iya bener, coba ada dion. Udah formasi lengkap kita sekarang. " sahut Kalan menimpali .
Tak ada gelagat yang mencurigakan dari Tiana sejak tadi ia berusaha menjaga sikap di depan sahabatnya yang lain, sebenarnya ia kesal saat Anzel membawa Vio, tapi ia tak mungkin menolak kehadiran Vio,apa yang akan di pikirkan Anzel kalau sampai ia melakukan itu.
Setelah cukup lama berada di sana, Anzel memutuskan pulang dan mengantar Vio lebih dulu.
Sementara Kyara pulang bersama Kalan dan Dean karena memang sejak awal ia tak membawa mobil, tapi Kalan dan Dean lah yang menjemputnya.
" Mampir ke cafe Papa dulu ya Ky? " Kyara tak menjawab ia hanya menganggukan kepalanya tanda setuju, memang sudah lama ia tak kesana. Cafe Papa Brian sekarang semakin berkembang pesat,bahkan ia sudah mempunyai cabang dimana-mana dan bahkan cafe itu tak pernah sepi pengunjung.
.
.
" Kita kenapa ada di sini Chris? " tanya Kean pada sang asisten yang menepikan mobilnya di sebuah cafe.
" Kan boss ngantuk, kita minum kopi dulu lah biar gak ngantuk. Di sini enak boss kopi nya, terkenal dan selalu ramai." Kean memang mengatakan ia mengantuk, tapi bukan ingin minum kopi, yang ia inginkan adalah cepat sampai di rumah dan melanjutkan tidur nya yang sempat terganggu karena ada meeting mendadak di hari liburnya.
" Aku lelah dan ingin tidur, Chris. Aku kurang tidur sejak semalam, bukan ingin minum kopi. Yang ada nanti aku malah gak bisa tidur. " Kesal Kean pada asistennya yang sangat kelewat cerdas itu, menurutnya.
Dengan langkah gontai ia mengikuti sang asistennya, Saat baru saja masuk kedalam tiba-tiba Christian menghentikan langkahnya hingga Kean yang tak sadar pun langsung menabrak tubuh sang asisten.
" Kamu bisa tidak jangan berhenti mendadak." sentak Kean yang sejak tadi kesal semakin di buat kesal oleh asistennya itu.
" Boss, lebih baik kita pulang dan tidur saja tidak usah minum kopi. " sahut Christian yang terkejut melihat Kyara bersama Kalan dan Dean. Apa jadinya kalau boss nya tau bisa-bisa dia akan mengamuk karena cemburu.
" Kenapa, tadi aku mau pulang kau minta beli kopi sekarang aku sudah turun kamu tidak jadi beli kopi, mau mu apa sih Christian." Sungguh benar-benar kesal, ia merasa dipermainkan oleh Christian, tiada hari tanpa membuat ulah, pikirnya.
" Itu boss, nona Kyara bersama kakak beradik yang menyukainya. " tunjuk Christian dengan ekor matanya.
Kean mengedarkan pandangannya mengikuti arah mata Christian" Cih, bocah ingusan yang mengincar wanita ku rupanya. " Kean berdecak kesal melihat Kya di kelilingin para berondong.
" Chris, sedang apa mereka di sini? " pertanyaan aneh macam apa itu, pikir Christian. Mana ia tau apa yang dilakukan Kyara bersama mereka.
" Mungkin berkencan boss, ini kan hari sabtu. " sahut Christian tanpa beban.
" Sembarangan! mana mungkin Kyara mengencani dua bocah seperti mereka. " Asisten macam apa bukan menenangkan boss nya malah memanas-manasi, sungguh terlalu! pikir Kean.
.
.
...****************...