
Setelah membicarakan pada kimmy apa yang Juna katakan ditelepon tadi , akhirnya kimmy menyetujui untuk menemui sherlin. ia penasaran untuk apa sherlin ingin menemuinya dan Razel.
Sebelum pergi ke cafe Brian, Razel dan kimmy menuju butik untuk memilih gaun pengantin yang akan dikenakan mereka saat resepsi nanti.
" Kak, jadi kapan kita pindah ke apartemen?" tanya kimmy lagi, karena tadi pagi saat dirumah Razel belum memberikan jawabannya.
" Mungkin lusa yang, gimana ? kamu keberatan ga?" tanya Razel sambil mengendarai kendaraan roda empatnya menuju cafe Brian.
" Oke, ga masalah ko kak. Disana ada kamar berapa?"
" Ada dua kamar, tapi jangan harap kamu minta pisah kamar sama aku ya, karena aku ga mau tidur sendirian tanpa kamu, walaupun kita ga melakukan apapun setidaknya tidur lah disampingku." ucap Razel sambil menoleh kearah kimmy sesaat dengan tatapan memohon.
" Ya itu tergantung dari sikap kamu hari ini." kata kimmy dengan santai.
" Maksudnya?.. "
" Udah sampe, yuuk turun!" ajak kimmy saat mereka sudah sampai diparkiran cafe Brian.
" Jelasin dulu sayang maksudnya apa?" tanya Razel yang tak mengerti maksud perkataan kimmy.
" Nanti juga kamu tau ko kak" sahut kimmy sambil terkekeh.
" Hai Kak Brie." sapa kimmy sambil tersenyum saat menghampiri Brian yang diikuti Razel dibelakangnya.
" Loh ko loe ada di sini junet? " tanya Razel penasaran pada sang asisten yang juga sahabatnya.
Juna hanya tersenyum memperlihatkan sederet gigi putihnya.
" Di kantor ga banyak kerjaan zel, karena udah ga ada urusan lagi di kantor ya gue mutusin buat kesini sekalian nungguin Tia pulang kantor." ucap Juna membela diri.
" Loe juga ngapain di sini?" tanya Razel lagi saat melihat dikta pun ada di sana.
" Gue mau ikutan aja ngumpul, masa gue di suruh ngurusin bengkel mulu zel, kapan gue nikmatin kencan sama cewe-cewe, masa kencan sama kunci Inggris terus. jiwa playboy gue meronta-ronta ini udah lama ga berpetualang. " jelas dikta.
" Bilang aja loe mau ketemu sherlin." cibir Juna pada dikta.
" Maksud loe apa jun? " tanya Razel dengan kening mengkerut.
" Tuh temen loe, kan ngefans sama sherlin. Lagi tersherlin-sherlin dia. apa lagi sekarang makin cantik semenjak kembali jadi model." jawab Juna.
" Wah jangan makan temen loe dik." tegas Brian penuh penekanan.
" Liat tuh zel, loe percayain bengkel loe di pegang dikta, tapi dia malah keluyuran kesini, bisa bangkrut tuh nanti." lanjut Brian.
" Kayanya ada yang mau bersaing buat dapetin sherlin nih." sindir Razel.
" Saingan secara sehat aja kalian , tapi kalian harus berlapang dada siapa pun pilihan sherlin nantinya." pesan Juna.
" Apa lagi kalau loe berdua ga ada yang dipilih sama sherlin, gue tau banget tipe dia kaya apa, tipe dia itu kaya...."
" Kaya kamu gitu maksudnya." sambung kimmy sebelum Razel menyelesaikan ucapannya.
sial, gue lupa ada bini gue. batin Razel
" Ga gitu sayang, maksudnya tipenya itu kaya oppa Korea gitu loh, kamu salah paham kan aku belum kelar bicara kamu potong gitu aja omongan aku." jelas Razel membela diri. padahal ia hampir saja keceplosan mengucapkan tipe sherlin adalah seperti dirinya.
" Zel, jadi bolehkan ya nanti gue deketin sherlin? " tanya dikta polos.
" Emang apa hubungannya sama gue dik, pake minta ijin segala." ucap Razel yang seketika langsung panik saat melihat wajah sang istri yang berubah masam, baru saja ia hampir keceplosan sekarang malah dikta yang memanas-manasi kimmy, bisa-bisa kimmy akan meminta pisah kamar setelah ini. habislah dia sudah!
" Kan loe mantannya zel, loe juga kan walinya semenjak ibu nya meninggal bahkan ibunya nitipin...... " dikta tak bisa meneruskan ucapannya saat mulutnya yang ceplas ceplos tak tau tempat itu langsung dibekap oleh Brian.
" Loe mau ngungkit masa lalu? bisa-bisa terjadi perang Dunia ketiga tau ga? loe ga ngerasa aura di sini udah mencekam banget." ucap Brian sambil berbisik pelan pada dikta dan melepaskan tangannya dari mulut dikta.
" gue lupa kalo Razel udah nikah sama kimmy." balas dikta sambil berbisik.
" Hai... " sapa sherlin saat baru saja datang menghampiri mereka semua yang sedang berbincang.
Sherlin yang tak pernah dirayu seperti itu langsung salah tingkah wajahnya merona malu mendengar rayuan dari pria yang baru pertama kali ia temui.
" Kenalin aku dikta, sahabat Brian dan Razel." ucap dikta sambil mengulurkan tangannya pada sherlin.
" Nama kamu pasti beauty kan?" tanya dikta .
soalnya wajah kamu juga beauty." tambahnya.
" Kamu bisa aja deh." ucap sherlin malu-malu.
" Silahkan duduk beauty, tapi jangan jauh-jauh ya nanti aku rindu." goda dikta lagi
" Makasih dik." jawab sherlin mengulum senyum sambil duduk di antara Brian dan dikta.
Telinga Brian berdenging seolah gendang telinganya ingin pecah mendengarkan rayuan maut dikta untuk sherlin.
" Hai zel, kimmy. selamat ya atas pernikahan kalian." ucap sherlin tulus.
" Makasih kak." balas kimmy dengan tersenyum.
" Makasih sher." jawab Razel datar.
" Aku ngajak kamu ketemu kalian di sini aku mau minta maaf terutama sama kamu kim, maaf ya kalo aku dulu udah merusak hubungan kamu sama Razel, aku sadar mau berapa kali pun aku mencoba bunuh diri, aku hanya bisa menahan raga Razel tapi ga dengan hatinya, hatinya selalu jadi milik kamu." lirih sherlin
" Semua sudah berlalu kak, aku juga udah melupakan semuanya dan sudah memaafkan kakak. " jawab kimmy sambil memegang tangan sherlin yang ada di atas meja.
mereka berdua saling tersenyum tulus, membuat Razel pun ikut tersenyum melihatnya. mereka memutuskan untuk membuka lembaran baru sekarang dan melupakan masa lalu.
" Kamu sampai kapan di Indo sher." tanya Brian.
" Aku ada kerjaan selama tiga bulan di Indo Brie, jadi aku aga lama akan berada di sini." jawab sherlin.
" Kalau kamu kesepian aku siap loh menemani kamu." sahut dikta.
" Aku juga bisa nemenin kamu ko sher. " Brian ikut menimpali.
" Aku udah ada yang menemani, jadi ga akan kesepian." ucapan sherlin membuat Brian dan dikta saling pandang, mereka sama sama berpikir apakah sherlin memiliki kekasih?
melihat kedua pria disampingnya langsung terdiam dengan wajah tegang. sherlin pun langsung menjelaskan maksud ucapannya barusan.
" Ada manajer aku di sini, dia lagi berada di hotel sekarang ,jadi selama berada di sini ada dia yang selalu menemani aku."
Jawaban dari sherlin itu seolah membuat perasaan Brian dan dikta menjadi lega, apa yang mereka pikirkan ternyata tidak benar.
" Bunga merekah ditengah kota, bolehkah aku jatuh cinta?" rayu dikta.
Brian membelalakkan matanya ia tak menyangka seorang dikta sangat lah pandai merayu, sampai membuat wajah sherlin terus saja merona.
" Brie loe bakal kalah saing, kalo ga bisa ngerayu kaya dikta, dia itu playboy kelas kakap! rayuannya maut banget. " ucap Juna memanas-manasi.
" Kalau Razel manggil kimmy sayang, kalau Juna manggil Tia chagiya, kalau kamu mau aku panggil honey ga? soalnya kamu manis banget kaya madu." Brian menjadi terpancing dengan ucapan Juna ia pun berusaha merayu sherlin.
sherlin hanya bisa tersenyum malu-malu menanggapi semua rayuan maut dari Dikta dan Brian.
" kalau aku panggil khumairah gimana? karena wajah kamu suka merona makin bikin aku terpesona." balas dikta.
" Yang balik yuuk males banget liat dua orang ini pada merayu." ajak Razel pada sang istri yang dijawab anggukan oleh kimmy.
" gue juga mau balik ah mending jemput cewe gue dari pada dengerin mereka berdua yang ga ada habisnya." timpal Juna.
...****************...
sherlin jodohin sama siapa ya, sama Brian atau dikta ya 🤔