
Setelah sampai dirumah Anzel langsung berjalan menuju kamarnya, rumah yang masih sepi tanpa Mommy dan Daddy nya membuat ia hanya berdiam diri di kamar, Anzel hanya akan turun ke lantai 1 rumahnya hanya sekedar untuk makan.
ceklek
Anzel langsung melempar tas sekolahnya ke atas meja belajarnya dan ia langsung menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang.
Matanya lurus menatap langit-langit kamarnya, perkataan Violetta saat diparkiran terus saja berputar di kepalanya. Ia bertanya-tanya pada dirinya sendiri, apakah benar yang dikatakan Vio bahwa ia takut akan jatuh cinta padanya?
" Gak mungkin, masa ia secepat itu Vio bisa menghapus nama Tiana di hati gue. Wahai hati ku yang baik, lemah lembut dan tidak sombong, tolong jangan khianati pemilik mu ini. Ingat !! Jangan sampai aku pecat kamu jadi hati. " gumam Anzel pada hatinya sendiri sambil tangannya memegangi dadanya.
Bunyi ponselnya membuyarkan lamunan Anzel, ia bangkit dari posisi tidur kini menjadi posisi duduk di tepi ranjang, Anzel mengambil ponselnya yang tergeletak diatas nakas. Senyum nya mengembang sempurna saat melihat nama yang tertera di ponselnya.
" Mommy, kapan pulang? aku kesepian ih dirumah sendiri. " keluh Anzel pada sang mommy dari seberang telepon.
" Kok mommy udah bangun? disana kan masih dini hari . Ada apa mom telepon Anzel?" sambungnya.
" Mommy cuma kangen, emang gak boleh telepon anak mommy? Atau sekarang udah ada yang gantiin Mommy di hati kamu ?" sindir sang Mommy.
Anzel hanya terkekeh mendengar sindiran sang Mommy.
" Mommy, pulang kapan?" tanya Anzel.
" Tiga hari lagi Mommy dan Daddy pulang, kamu ajak Kalan dan Dean aja buat nginep dirumah, Zel." saran sang Mommy.
" Males ah, nanti yang di omongin Kak Kya lagi. Bosen mom denger mereka. Oh iya mom, kak Kya udah punya pacar di sana? " tanya Anzel penasaran tentang pria yang berfoto bersama sang kakak
" Itu teman barunya Kya, mereka satu kampus. Orang Indo juga keturunan sini dan menetap di sini."
" Memang kenapa Zel?"
" Cuma pengen tau aja Mom." jawab Anzel singkat.
" Kalo Tiana, gimana? kamu gak mau tau kabarnya?" ledek sang Mommy.
" Apaan sih Mom. "
" Sayang, kamu telpon siapa? Kok udah bangun?" Daddy Razel tiba-tiba menghampiri sang istri tercintanya yang sedang duduk di sofa dalam kamar.
" Aku lagi telepon Anzel Dad, cuma kangen aja. Daddy kenapa bangun?"
" Gak bisa tidur gak ada kamu, tidur lagi yuuk sayang. " Ucap manja sang Daddy yang terdengar **oleh** Anzel
" Yaudah Mom, tuh si bucin udah merengek. Mommy kelonin dulu bayi besar Mommy." Kata Anzel menyindir sang Daddy.
" Hei, awas ya kamu Zel nanti gak Daddy restuin sama Tiana." Sang Daddy yang kesal malah mengancam Anzel karena sudah menyindirnya.
" Terserah Daddy aja!" Anzel yang malas berdebat dengan sang Daddy langsung mematikan sambungan telepon nya.
*********
keesokkan harinya
Anzel mengerutkan dahi nya melihat pemandangan di depan kelasnya.
Kenapa gue jadi kesel gini ya lihat Kalan sama Vio deket banget, pake ngobrol di depan kelas gue lagi, mana si Vio seneng banget mukanya. Mereka ngobrolin apa sih sampai ketawa-tawa gitu. batin Anzel bertanya-tanya
" Loe ngapain di sini Kal." tanya Anzel penasaran.
Kalan yang sedang berbincang dengan Vio pun langsung menoleh ke arah Anzel.
" Eh, Zel loe udah dateng? gue nunggu loe dari tadi." jawab Kalan.
" Loe udah nanya sama Kya itu siapa cowok yang ada di instagramnya?" tanya Kalan balik.
" Gebetan barunya." jawab Anzel singkat.
" Loe bercanda kan Zel? gak mungkin secepat itu Kya udah punya gebetan." kata Kalan yang tak percaya dengan perkataan Anzel.
" Loe tanya aja sama orangnya kalau gak percaya, makanya buruan gih pacarin kakak gue, sebelum di ambil tuh sama cowok setengah bule." sahut Anzel memanas - manasi Kalan.
Setelah berkata begitu pada Kalan, Anzel masuk ke dalam kelasnya. Ia mendudukan bokongnya di kursi di susul Violetta yang ikut duduk di sebelahnya.
" Zel, tugas kelompok nanti sore kita kerjain barengan ya, loe mau di tempat gue atau di tempat loe." Tanya Vio
" Di tempat gue aja. gue males di rumah orang lain yang belum gue kenal." jawab Anzel ketus.
" Kan mulai kemarin kita berteman, otomatis loe udah kenal kan sama gue." ucap Vio sambil mengedipkan matanya berkali-kali.
" Bawel."
" Loe kenapa sih berubah-ubah terus tiap hari. Kayanya kemarin kita sepakat berteman kenapa sikap loe masih aja kaku kaya kanebo kering." cibir Vio.
" Berisik, bisa diem gak? atau loe pindah jangan duduk di sini."
" Iya. iya gue diem." Vio tak lagi berbicara karena takut Anzel akan menghindarinya lagi kalau ia terus mengoceh dan membuat Anzel kesal.
Jam pulang sekolah pun tiba. Anzel yang hendak keluar kelasnya tak sengaja lagi-lagi melihat Kalan tapi kali ini Kalan mengabaikannya dan malah melewatinya begitu saja. Ia justru menghampiri Vio yang sedang merapikan tasnya.
" Vi, Mau pulang bareng gak?"
" Bo........ "
" Vio, pulang sama gue ! gue mau ngerjain tugas bareng." Vio tak lagi melanjutkan ucapannya saat Anzel tiba-tiba memotong ucapan Vio.
" Yah, padahal gue mau ngajak loe ke toko buku Vi. sambil lanjutin cerita yang tadi." Ucap Kalan yang tak tahu bahwa ucapannya membuat seseorang merasa kepanasan.
Detik itu juga Anzel langsung menarik tangan Vio agar mengikutinya keluar dari kelas dan meninggalkan Kalan yang tengah kebingungan.
" Loe mau ngerjain tugas bareng kan? nih pake helmnya, cepet naik." kesal Anzel saat mereka sudah berada diparkiran.
" Loe kenapa jadi marah-marah sih, Zel. Gak jelas deh." Ucap Vio sambil memakai helm sendiri.
" Loe yang bikin gue kesel, loe ngajak gue ngerjain tugas, tapi loe malah mau mengiyakan ajakan si Kalan."
" Gue belum selesai ngomong loe udah potong ucapan gue. Siapa yang salah, gak mau denger penjelasan gue. Jadi salah paham kan?" sahut Vio yang tak kalah kesal.
" Emang loe mau ngomong apa?"
" Gue mau jawab boleh, tapi gak hari ini. karena gue mau kerumah Anzel buat ngerjain tugas kelompok. Gue mau ngomong gitu tadi."
" Ya, sorry. Gue pikir loe mau jalan sama Kalan. Yaudah buruan naik, nanti gue tinggal nih."
" Iya jelek. " ucap Vio yang kemudian langsung naik keatas motor Anzel, tapi ucapannya barusan malah membuat Anzel langsung menoleh kearahnya.
" Ngomong apa loe barusan, loe manggil gue apa?"
panggil hubby, boleh gak?
...****************...