My enemy My husband

My enemy My husband
S2 Calon masa depan



Beruntung Vio menghubungi Anzel, Kean yang mendengar ponsel Anzel berdering pun langsung mengangkatnya.


" Zel, kamu dimana? " tanya Vio saat sambungan teleponnya terhubung .


" Orang yang kamu maksud sedang berada di rumah sakit X. datang ke sini aku akan menunggunya sampai kamu datang. " ucap Kean


" Apa yang terjadi? " tanya Vio terkejut dengan perkataan Kean.


" Nanti aku ceritakan saat kamu sudah di sini. " Kean mematikan sambungan teleponnya.


Vio yang panik langsung memberitahu kyara agar memutar arah, bukan menuju apartemen Tiana tapi kerumah sakit X.


Sesampainya di sana Vio dan Kyara langsung menghampiri Anzel yang masih belum sadarkan diri. Mereka berlalu melewati Kean yang saat ini sedang terpaku melihat kedatangan Kyara.


Tak di sangka, ia bertemu lagi dengan calon masa depannya, menurut Kean.


" Ehem.... " Kean menghampiri Vio dan Kyara yang sedang duduk di samping ranjang Anzel.


" Om kan...... om tadi yang juga nolong Anzel ya? " tunjuk Vio saat ia menyadari bahwa Kean adalah orang yang pernah menolongnya juga saat ingin terpeleset di sebuah mall yang berakhir di panggil mesum oleh Anzel, Vio tak mungkin melupakan wajah itu, karena ia sangat malu pada Kean atas tuduhan Anzel padanya waktu itu.


" Iya, aku menolongnya saat ia pingsan di dalam lift. " jawab Kean dengan wajah serius dan sangat-sangat berwibawa, wajah tampan itu tersenyum pada Kyara yang masih terus memandangi nya.


" Apa yang terjadi pada adikku, Om. " tanya Kyara yang sebenarnya penasaran dengan pria yang ada di hadapannya, ia merasa tak asing dengan wajah tampan itu.


" Aku juga gak tau, karena saat ia masuk kedalam lift sudah sempoyongan dengan napas terengah seperti habis berlari, kemudian dia jatuh pingsan saat pintu lift tertutup. " jelas Kean .


" Terima kasih om sudah menolong adikku. " tutur Kyara, Kean pun mengangguk sambil tersenyum manis. Betapa tampan seperti ahjussi dalam drama Korea, pikir Kyara.


" Kamu ingat dengan ku, Ra? " tanya Kean karena sedari tadi sepertinya Kyara belum mengingatnya.


" Apa kita pernah bertemu sebelumnya? " tanya Kyara dengan wajah bingung dan penasaran.


Christian yang sedari tadi melihat interaksi dua orang di hadapannya itu hanya bisa tersenyum, betapa bossnya mencoba menjaga sikap agar terlihat keren di mata gadis itu. Tidak seperti bossnya yang tengil seperti biasa.


" Kita pernah bertemu di kantor Daddy mu dan makan siang bersama dengan asisten ku juga. Kau ingat? "


" Sebentar... Anda??? Aahhh saya ingat anda Om Kean kan, dan itu asisten anda Eeemmmm... " Kyara tak lagi melanjutkan ucapannya karena ia lupa dengan nama asisten Kean.


" Christian, namanya. " ucap Kean dengan lembut. "Kamu mudah sekali melupakan aku, padahal aku tak pernah sedikit pun melupakan mu, Ra. "


Situasi macam apa ini, kenapa tiba-tiba Kean berkata seperti itu. seperti kekasih yang sudah lama berpisah saja, batin Kyara.


" Maksud Om? "


" Berhenti panggil aku Om, Ra. Memang aku sudah setua apa di mata mu? Bukannya aku terlihat tampan hanya saja lebih matang kelihatannya. Bukan begitu? " Kean menaik turunkan alisnya. Sungguh sangat percaya diri sekali, pikir Kyara.


Memang tampan sih, ah walaupun dia sangat suka dengan ahjussi di drama korea tapi bukan berati tipe yang seperti itu untuk di jadikan pendampingan hidupnya , pikir Kyara.


" Aku harus panggil apa memang nya? bukan kah umur kita sepertinya berbeda jauh." tanya Kyara dengan polosnya.


Christian terkekeh mendengar penuturan Kyara, Lagi-lagi masalah umur , ia tau boss nya pasti sedang kesal saat ini mendengar hal itu.


" Panggi sayang, Baby, Honey, cinta, atau mungkin Hubby? " Kean terkekeh melihat ekspresi terkejut Kyara. " yang jelas jangan panggil, Om. "


Memang mereka punya hubungan apa, pikir Kyara . Baru bertemu menyuruhnya memanggil seperti itu, apa lagi Hubby? jangan kan memanggil nya suami, mereka saja berpacaran tidak untuk apa memanggilnya seperti itu.


" Bagaimana kalau mas?"


" tidak"


" Aa"


" tidak"


" Kakak"


" aku bukan kakak mu, Ra. "


" lalu apa dong, ribet banget sih. " sentak Kyara yang sepertinya tak sadar dengan siapa dia berbicara .


Baru kali ini ada wanita berani membentak nya, pikir Kean. Wajah Kyara memerah karena kesal dan sangat menggemaskan. Ah sepertinya Kean tak sabar membuat gadis di depannya itu menjadi kekasihnya.


" Gimana kalau abang. " usul Christian yang langsung mendapat tatapan tajam dari Kean.


panggilan yang paling Kean hindari adalah Abang, bermula dari adik sepupunya mona yang juga pacar dari Christian selalu memanggil nya dengan sebutan Bang ke.. Sungguh sangat tidak enak di dengar bukan, Kean pikir memang nya dia tikus mati di panggil bang ke oleh sepupunya yang tidak punya adab itu.


" Jangan di dengar! Christian itu aliran sesat. " Kean mencoba melarang Kyara, kenapa juga Chris harus mengingatkan gadis yang ia sukai dengan panggilan abang. Seperti nya Christian meminta mulutnya di setrika.


" Memang kenapa? sepertinya abang bagus dari pada om, anda kan gak suka di panggil om karena terkesan sudah tua. "


" Wajah ku seperti orang Korea begini kamu panggil Abang, itu sangat gak cocok, Ra. Sudah ku bilang panggil hubby saja atau sayang."


" Tunggu, kenapa kita seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar karena masalah panggilan kesayangan." sangat aneh bukan, pikir Kyara.


" Anggap saja begitu, Ra. kita sepasang kekasih. Kamu adalah calon masa depan ku. " ucap Kean tanpa beban dan tanpa malu, bagaimana mungkin Kean bisa berucap begitu pada gadis yang baru ia temui dua kali tanpa sengaja, pikir Kyara yang dibuat bingung dengan sikap Kean.


jangan kak, dia om-om mesum


.


.


...****************...