
Selesai makan malam mereka berkumpul di ruang tengah sambil berbincang.
" Sher, kamu minggu depan balik ya?" Tanya Brian
" Iya Brie, masih ada beberapa kerjaan di sana, aku sih pengennya di sini seru kumpul sama kalian." jawab sherlin.
" Kalau aku rindu nanti gimana? aku boleh kan sering-sering telpon kamu?tanya Dikta dengan senyum manisnya.
" Boleh kok, selama belum ada yang melarang." kekeh Sherlin.
" Kripik singkong, kripik ubi. can I call you baby?" ucap Dikta.
" Heemm. mulai lagi nih tukang pantun. " sindir Juna.
" gue juga punya." sahut Brian yang membuat semua orang mengerutkan keningnya.
" Ikan hiu makan roti, I love you sweety."
" Mulai lagi balas pantun, ga akan kelar ini sampe besok pagi. ngamar aja yuuk yang." ajak Razel pada sang istri.
" Ayo aku juga males dengerin mereka pantun mulu, emangnya kita lagi palang pintu ." gerutu Kimmy sambil menggelengkan kepalanya.
" Mending denger suara desa.. han istri gue dari pada dengerin kalian pantun." cetus Juna.
" Heh Junet, tolong ya di pelankan sedikit suaranya jangan sampai menodai telinga orang lain" sindir Razel.
" Udah enak mah ga bisa dikontrol kak suaranya." sahut Tia menimpali.
" Dasar burung beo, emang berisik!" kesal kimmy yang langsung menarik tangan sang suami agar berjalan lebih dulu meninggalkan pasangan laknat itu.
setelah dua pasang suami istri itu beranjak ke kamar masing- masing sekarang tinggal lah Sherlin dan Brian. Karena Dikta tiba-tiba sakit perut dan harus pergi ke toilet.
" Sher, bentar ya aku mau ke kamar dulu." Brian pergi ke kamarnya untuk mengambil sesuatu yang ingin ia berikan pada sherlin.
" Sher, aku mau ngomong serius kali ini." ucap Brian saat sudah kembali dari kamarnya dan membawa sesuatu yang ja sembunyikan dibalik punggungnya. ia duduk berdampingan dengan Sherlin saat ini, Brian menarik napas dalam dan mengeluarkannya lewat mulut sebelum memulai pembicaraannya.
deg. deg. deg
jantung Brian berdebar -debar, tangan dan keningnya mengeluarkan keringat dingin. Ia sangat gugup dihadapan gadis yang sudah mengacaukan hati dan pikirannya selama beberapa tahun ini.
" Aku gak bisa romantis, aku juga gak tau harus ngomong apa sama kamu, tapi yang aku tahu aku itu sayang sama kamu. Mau ya jadi pacar aku?" Ucap Brian seraya memberikan bunga yang tadi ia ambil dari kamarnya.
" Kapan kamu belinya Brie?" tanya Sherlin sambil tersenyum saat menerima bunga dari Brian.
" Tadi titip Razel waktu dia sama Kimmy keluar sore tadi." Jawab Brian dengan jantung yang masih berdebar cukup kencang menanti jawaban sang gadis pujaan.
" Gimana mau kan jadi pacar aku?" tanya nya lagi. "Aku tau aku ga bisa ngegombal seperti Dikta, aku juga kaku ga seramah dan selucu Dikta tapi aku serius kalau aku sayang sama kamu Sher." ucap Brian yang masih mencoba meyakinkan Sherlin bahwa ia benar-benar jatuh cinta pada gadis di hadapannya itu.
" Sejak kapan Brie? bukannya kamu mencintai Kimmy?" tanya Sherlin ragu-ragu.
" Tapi aku akan kembali minggu depan Brie, apa hubungan LDR ini akan berhasil atau malah membuat kita saling menyakiti nanti nya." Tanya Sherlin dengan raut wajah cemas.
" Kalau kita gak jalanin dulu, kita ga akan tau honey." Brian tersenyum sambil mengelus pipi mulus Sherlin.
Sherlin berpikir sejenak, benar apa yang Brian katakan, kalau ia tak mencoba ia tak akan tau seperti apa hasil akhirnya, Sherlin juga menyukai Brian yang selalu perhatian dan ada untuknya saat ia sedang kesepian selepas berpisah dengan Razel. Setelah cukup lama terdiam, akhirnya Sherlin menganggukkan kepalanya tanda menerima ungkapan cinta Brian. ia berusaha meyakinkan hatinya bahwa semua akan baik-baik saja.
Brian langsung memeluk Sherlin dan mencium pucuk kepala Sherlin berkali-kali " Makasih ya honey." ucap Brian dengan senyum yang sangat bahagia.
" Ada apa ini?" tanya Dikta saat baru keluar dari kamar mandi dan menghampiri Brian dan Sherlin yang sedang berpelukkan. membuat pasangan baru itu pun melepas pelukkannya dan menoleh bersamaan kearah Dikta.
" Gue baru nembak Sherlin dan sekarang Sherlin resmi jadi pacar gue." Kata Brian sambil menjulurkan lidahnya pada Dikta.
Dikta menepuk jidatnya sendiri mendengar perkataan Brian. ia langsung menjatuhkan dirinya di sofa yang berhadapan dengan Brian dan sherlin.
" Pasangan baru lagi." lirih Dikta.
" ya ampun gue keduluan. baru di tinggal ke toilet doang udah di tikung orang. jomblo lagi deh gue, gak jadi pacaran sama cewe beneran. Lagi-lagi pacaran sama kunci Inggris di bengkel." keluhnya.
Sherlin dan Brian hanya bisa terkekeh mendengar ucapan Dikta.
*********
di kamar kimmy
" Sayang, boleh gak kalau malam ini." tanya Razel pada sang istri yang sedang bersandar di kepala ranjang.
" Tapi kan kamu masih di hukum kak."
" Aku udah menebusnya kan tadi sore, aku udah bantu Brian beliin bunga untuk nembak sherlin malam ini."
" Heeemmmm.. gimana ya?" Kimmy berpura-pura berpikir padahal ia juga menginginkannya.
Belum sempat kimmy menjawab Razel kemudian langsung melesatkan ciumannya pada bibir ranum sang istri. Ciuman itu semakin menuntut yang membuat gairah Kimmy akhirnya bangkit, ia membalas ciuman Razel dengan menggebu penuh gairah saling melahap bibir masing-masing dari atas kebawah secara bergantian, lidah mereka pun saling membelit satu sama lain.
Lalu ciuman itu turun ke leher kimmy, Razel menjilat dan menghisapnya kuat sampai menimbulkan warna kemerahan, membuat kimmy meringis kecil merasakan kuatnya hisapan yang Razel berikan.
Razel terus saja melancarkan aksinya, membuat sang istri memejamkan mata menikmati sentuhannya. Apalagi saat jemari tangan Razel mengelus lembut paha kimmy menuju area inti miliknya. Kimmy yang hanya memakai gaun tidur memudahkan Razel untuk memasukkan jarinya ke bawah sana dan mulai bermain-main dengan lincah.
Lengu.. han dan desa.. han lolos terus menerus dari bibir Kimmy apalagi saat jari nakal Razel bergerak maju mundur ke dalam area inti miliknya. Semakin membuat Kimmy menggila dan meracau tak jelas.
Tak lupa juga Razel bermain dengan bukit kembar sang istri menggunakan lidahnya, kemudian menyesapnya seperti bayi yang kehausan. ia menyerang sang istri tanpa ampun dari atas dan bawah secara bersamaan, mungkin ini karena semalam ia tak mendapat jatah sehingga membuatnya sangat ganas malam ini.
Desa.. han dari keduanya saling bersautan saat mereka saling memberikan kenikmatan untuk satu sama lain sampai pada akhirnya percintaan panas mereka pun terjadi sampai beberapa kali.
...****************...
mohon dukungannya di like setiap bab nya , jangan lupa di comment, gift and vote nya kalo bisa π Terima kasih banyak-banyak π