
Keandra Sevilen Marvellio adalah seorang pria tampan dan mapan. Usianya yang sudah menginjak 32 tahun membuat sang mama pusing di buatnya, Mama Hera yang selalu menjodohkan Kean dengan berbagai macam wanita selalu di tolak mentah-mentah, bahkan terkadang di permalukan oleh sang putra. Hera tak lagi berniat menjodohkan sang anak yang menurutnya sudah hampir expired itu. Ia membiarkan Kean bertindak sesuka hatinya, tapi bukannya sadar Kean justru semakin menjadi.
Sejak sekolah menengah atas ia memang sudah jadi playboy, tak jarang banyak gadis yang sering datang kerumahnya menangis karena tak Terima diputuskan begitu saja oleh Kean, sungguh amat membuat mamanya pusing dengan kelakuannya.
" Masih ingat jalan pulang rupanya. " tanya Hera saat melihat putranya datang ke kediamannya, karena selama ini Kean lebih sering pulang ke apartemen dari pada ke rumah orang tuanya, sebab nya? karena dia malas dengan ceramah sang mama.
" Ingat lah Mah, memang aku anak tiga tahun yang tidak tau jalan pulang. " sahut Kean yang langsung mendaratkan bokongnya di sofa ruang tengah.
" Bukan itu maksud mama, Kean." sungguh lelah tiap bicara pada Kean,sepertinya Hera butuh kesabaran ekstra menghadapi putra semata wayangnya. " Kamu masih ingat dengan Mama dan Papamu, Ke? Biasanya kalau bukan mama yang memintamu datang, kamu tak akan pernah pulang kesini. "
" Aku kan gak amnesia jadi aku gak mungkin melupakan Mama dan Papa. " sahut Kean seenaknya.
Ah sepertinya Hera salah memberi pertanyaan pada Kean, tua bangka itu pasti punya seribu jawaban untuk menjawabnya. pikir Hera.
Christian yang melihat pun hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat sahabat sekaligus boss dan ia anggap seperti kakaknya sendiri, ah tidak sepertinya Kean tidak bisa menjadi kakak, ia adalah contoh kakak yang buruk untuk seorang adik, untung saja Kean anak semata wayang, pikir Christian.
" Kapan kamu akan menikah tua bangka? " tanya Hera pada putranya yang sangat sopan itu. Ia sudah terlalu lelah oleh kelakuan sang putra.
" Nanti jodoh ku sepertinya masih di bawa kurir mah, lagi otw. Nanti kalau sudah datang aku beri tau mama. " jawab Kean sekenanya.
Dia beli wanita secara online atau bagaimana? bisa-bisanya punya jawaban seperti itu, sungguh di luar dugaan menurut Hera.
" Lalu yang kemarin sering mondar mandir di apartemen mu siapa, Ke? tanya sang mama yang nampaknya makin emosi.
Kean memicingkan matanya menatap christian, ia sudah tau pasti asistennya lah yang mengadu pada sang mama. tanpa rasa bersalah asisten nya malah duduk menikmati camilan sambil menonton televisi bersama Haris, papa Kean. bisa-bisa nya dia sedang di ceramahi oleh sang Mama karena christian sementara christian malah bersantai seperti itu bersama papanya , pikirnya. Apa aku anak tiri dan christian anak kandung mereka. batin Kean.
" Cuma teman kencan mah, selewat doang. " jawab Kean.
" Berhenti bermain wanita, Kean! " sentak sang Mama yang stok kesabarannya hampir habis.
" Yang penting kan aku tidak celap celup seperti Papa muda dulu mah, gini-gini aku masih perjaka. " sahut Kean dengan bangga. " Mama tidak sadar suami mama lebih parah dari aku waktu muda dulu. "
Uhuk. uhuk. uhuk
Haris tersedak mendengar penuturan sang putra, bagaimana bisa putra nya malah mengungkit masa muda kelam papanya di depan mama nya sendiri. Sudah di pastikan setelah ini ia akan kena amukan sang istri. Istrinya masih suka kesal lantaran masa lalu sang suami yang sangat suram menurutnya. Itulah sebabnya Haris sangat menghindari membahas masa lalu. Ingat perempuan itu pengingat yang baik dan suka mengungkit yang sudah-sudah.
Ingin rasanya sang papa melempar Kean keluar angkasa, ia yg berharap punya putra agar tak
secerewet sang istri tapi kenyataan nya berbalik, mulut sang putra Kean lebih tajam dari pada mulut anak perempuan.
Christian yang sedari tadi menjadi penonton pun di buat kehabisan kata- kata oleh ucapan Kean.
Bosnya benar benar licik,pikir Christian.
Sebenarnya bukan Christian lah yang mulutnya suka asal bicara justru semua itu berawal dari Kean, ia yang sudah sejak dulu bergaul dengan Kean sepertinya mulai ketularan pria itu, seakan- akan selama berteman mulut Christian terus diasah oleh Kean sampai menjadi lancip seperti sekarang.
" Apa maksudnya perjaka? untuk Mama kamu sudah tidak perjaka lagi. barang antik mu itu sudah di lihat dan dinikmati banyak wanita." bisa-bisanya putra nya sebangga itu, pikir Hera.
" Senjataku yang gagah berani di bilang barang antik, enak saja Mama kalau bicara. Lagian aku belum pernah menjelajah gua,Mah. Hanya menikmatinya dengan cara lain. Tak perlu aku jelaskan Mama sudah tau lah. "
Hera hanya bisa menghembuskan napas kasar mendengar jawaban putranya yang seperti tanpa beban dan tanpa dosa, Hera tau yang di lakukan putranya hanya oral se*ks tapi tetap saja ia khawatir banyak wanita yang nantinya menjebak dan memanfaatkan Kean seperti yang di alami papa nya dulu.
" Cari lah calon istri. kamu anak mama satu-satunya Kean. Sampai kapan kamu mau begini Mama itu mau cucu, Ke. kalau kelamaan Keburu expired itu sper*ma kamu, nanti tidak bisa membuahkan hasil, bagaimana? "
Sungguh asal bicara mama nya, menurut Kean. bisa-bisanya papa nya mendapat istri seperti itu, pikir Kean.
" Gimana kalau kita uji coba dulu , punya ku ini bisa membuahkan hasil atau tidak. " sahut Kean asal. yang langsung mendapat lemparan bantal sofa dari sang Mama, bisa-bisanya putranya punya ide gila seperti itu.
" Bisa tidak kamu jangan menjawab terus Kean. kepala Mama jadi pusing ngomong sama kamu. " kesal Hera pada sang putra yang mulutnya selalu asal bicara.
" Mama kan yang duluan mengajak Kean bicara, kalau Kean tidak jawab kan dosa mah mengabaikan orang tua. " Ada lagi saja jawaban anak itu, pikir Hera. ia sudah kehabisan kata-kata menghadapi Kean. Lebih baik ia lampiaskan kemarahan nya pada sang suami. menurut Hera Kean seperti ini karena sifat Haris yang menurun pada Kean.
" Pa, ikut Mama ke kamar. Mama mau bicara. "
Haris menelan salivanya susah payah, sudah di pastikan ia yang akan terkena ceramahan dari sang istri, dasar anak kurang ajar! Membuat papanya selalu di posisi sulit, pikir Haris.
.
.
...****************...
.
gimana asistennya ga kurang ajar dan ngejawab terus, ternyata mencontoh boss nya π€, itu namanya karma bang Ke, eh bang Kean maksudnya. π€π