My enemy My husband

My enemy My husband
S2 Siswi baru



Setelah sampai dirumah, Anzel langsung menuju kamarnya, Ia menghempaskan tubuhnya ke ranjang, betapa sesak dadanya saat ia mengingat kembali perkataan Tiana di restoran siang tadi.


Dia harus mengakhiri perasaannya bahkan di saat ia belum memulainya.


tok. tok. tok


" Zel, kakak masuk ya." ijin Kyara pada adiknya tersebut, ia tau pasti adiknya sedang patah hati saat ini.


ceklek


" Zel, kamu baik-baik aja?" tanya Kyara.


Anzel beranjak dari kasurnya menuju sofa yang ada di dalam kamarnya dan duduk bersebelahan dengan sang kakak.


" Gimana bisa gue baik-baik aja Kak, loe tau kan gimana perasaan gue sama Tiana dan kenapa dia baru ngomong sekarang sama gue kak?" keluh Anzel pada sang kakak.


Kakak yang selalu menjadi teman bertengkarnya tapi juga menjadi teman berkeluh kesahnya selama ini.


" Tiana gak maksud gitu Zel, gue yakin dia cuma nunggu saat yang tepat untuk bicara sama loe. " jelas Kyara.


" Nunggu saat yang tepat? di saat semua orang udah tau dan cuma gue yang gak tau apa-apa? dia ngasih tau gue disaat terakhir Ky, padahal selama ini gue yang selalu ada buat dia, jangan-jangan loe juga udah tau dari awal ya?" tanya Anzel dengan tatapan menyelidik.


" Kita semua cuma pengen Tiana yang ngomong langsung sama loe Zel, loe akan lebih kecewa kalau loe tau dari gue bukan dari Tiana langsung. Gak gampang buat dia ngomong sama loe, daripada ngomong sama gue dan Kalan, makanya loe jadi orang terakhir yang tau." jelas Kyara


" Kenapa Ky, kenapa? tinggal ngomong aja apa sih susahnya. selama ini gue kaya orang bodoh tau gak, mengharap dia membalas perasaan gue. sementara dia udah berencana pergi ninggalin gue." oceh Anzel.


karena dia juga sayang sama loe Zel, dia punya perasaan yang sama kaya loe. batin Kyara.


" Jauh ataupun dekat, lama atau singkat jika takdirmu dan takdirnya terikat suatu saat kalian akan duduk di akad." Ucap Kyara .


" Tumben bijak banget kata-kata loe." celetuk sang adik.


" Iya dong, barusan gue abis lihat di google." kekeh Kyara.


Anzel tersenyum mendengar candaan dari sang kakak, ia akan percayakan semua pada takdir, kemana pun takdir akan membawanya kelak.


" Dad, mom. " Sapa Kyara saat sang Daddy dan Mommy nya berada di ruang tengah.


" Sini kak." kata sang mommy sambil menepuk pelan kursi yang ada disebelahnya.


" Kya mau ngomong masalah kuliah. "


" Kamu udah tau mau kuliah dimana kak ?" tanya Daddy Razel


" Kya mau kuliah di negara A aja ya Dad, mom."


Perkataan Kyara membuat sang Daddy dan Mommy nya saling pandang, mereka merasa heran dengan keputusan Kyara karena sebelumnya gadis itu tidak berniat kuliah di luar negeri.


" Mommy gak salah dengar kan Ky?"


" Aku pengen cari suasana baru mom, kan Om Juna dan tante Tia juga akan pindah kesana, jadi aku ada teman mam, aku juga bisa tinggal sama grandma dan grandpa kan." Sahut Kyara.


Sejak Oma Kimmy meninggal 4 tahun yang lalu, Papa dan Mama Kimmy memutuskan untuk tinggal di negara A di kediaman sang Oma, Karena itu adalah permintaan terakhir dari Oma Kimmy.


" Baiklah kalau itu sudah jadi keputusan kamu, Daddy akan mendukungnya."


" Tapi, Daddy dan Mommy jangan bilang Kalan yah, aku gak mau ada drama nantinya." pinta Kyara.


Daddy Razel dan Mommy Kimmy hanya bisa menghela napas setelah itu menganggukan kepalanya menuruti permintaan sang putri tercintanya.


***********


Anzel merengek pada Daddy dan Mommy nya agar mereka membatalkan keinginan sang kakak yang ingin kuliah di luar negeri.


" Kan ada Kalan dan Dean." jawab Mommy Kimmy sambil mengelus punggung sang putra yang sedang memeluknya.


" Kalau ada kak Kya berantem terus, giliran kakaknya mau pergi jauh kamu merengek." cibir sang Daddy.


" Makanya cari pacar jadi ada yang bisa gantiin gue buat loe ledekin dan isengin." sambung Kyara.


Anzel tak mempedulikan omongan sang Daddy dan juga kakaknya, ia malah sibuk mengeluh pada sang Mommy. " Kak Kya pergi, Tiana juga pindah, Dion juga pindah keluar kota. Sahabat aku abis Mom."


" Kamu kan sudah tau alasan Tiana pindah, kalau Dion, karena orang tua tante Dewi sudah meninggal jadi mereka pindah kesana untuk meneruskan bisnis toko kue punya nenek Dion. itu keinginan terakhir nya, agar toko kue itu ada yang meneruskan." jelas Mommy Kimmy.


" Sudah, jangan merengek terus. kamu mau ikut antar kakak ke bandara gak? tanya Daddy Razel.


" Tapi Mommy dan Daddy jangan lama-lama ya, cepet pulang, jangan sampai nyaman di sana. Nanti aku sendirian di sini." pesan si bungsu.


" Masih dirumah Zel, udah bawel banget loe dari tadi itu terus yang di omongin." ketus Kyara.


" Mommy sama Daddy cuma dua minggu, nanti juga pulang, eh tapi bisa lebih lama sih kalau mommy betah di sana, hahahaha."


" Rese banget sih loe, sana cepet pergi. Nyesel gue udah sedih."


"weeeeekkkk."


*******


Beberapa hari setelah kepergian Kyara, Kalan datang mencarinya ke kediaman gadis yang sebenarnya ia sukai itu, tapi sayang Kyara sudah berangkat bersama orang tuanya berbarengan dengan Tiana.


Kecewa dan sedih itu lah yang di rasakan Kalan saat itu, ia kecewa karena Kyara tak berpamitan dengannya dan sedih karena ia belum bisa mengatakan bahwa ia menyukai Kyara, tapi gadis itu sudah meninggalkannya lebih dulu.


Dean, jangan tanya soal Dean ia bahkan menangis selama berhari-hari karena kepergian Kyara yang juga tak berpamitan dan tak mengatakan apapun padanya.


" Jangan sedih Kal, mungkin Kyara punya alasan kenapa ia tak memberitahumu tentang kepergiannya." Ucap Brian, papa Kalan dan Dean.


" Kenapa tak memberitahunya kalau kamu menyayanginya." tanya papa Brian lagi.


" Aku tak bisa mengatakannya Pa." lirih Kalan.


" Karena Dean kah?"


"hheemm." yang hanya dijawab deheman oleh Kalan.


" Adik kamu itu bukan suka tapi hanya terobsesi, dia itu masih kecil kal, belum mengerti arti sebenarnya mencintai. Dia hanya melihat Kyara selama ini adalah sosok sempurna menurutnya jadi ia ingin memilikinya. Nanti juga kalau sudah ketemu jodohnya dia akan melupakan Kyara. Perasaannya itu hanya sementara." Kata sang papa meyakinkan Kalan.


" Dean akan kecewa Pa,lebih baik Kyara bersama orang lain daripada harus bersama Kakaknya sendiri, itu akan lebih menyakitkan."


" Memang pasti menyakitkan tapi nanti dia akan mengerti kenapa Kyara lebih menyukaimu dari pada menyukainya, cinta itu tak bisa di paksa bukan. Sudah untuk saat ini kamu fokus sekolah dulu aja Kal, nanti kalau memang berjodoh dia akan kembali lagi kepadamu." Ucap Papa Brian.


Tahun ajaran baru pun telah di mulai.


Anzel kini sudah duduk di kelas 12, begitu pun Kalan dan Dean yang juga sudah naik ke kelas selanjutnya.


" Selamat pagi semua." sapa wali kelas Anzel pada semua murid-muridnya.


" Pagi bu. " sahut semua murid berbarengan.


" Hari ini ibu akan memperkenalkan siswi baru di kelas kalian, ibu harap kalian bisa bersikap baik padanya. " lanjutnya.


Wali kelas Anzel mempersilahkan nya masuk ke dalam kelas, setelah itu seorang gadis cantik memasuki kelas, ia berjalan perlahan sampai ia berdiri persis di samping wali kelasnya untuk memperkenalkan diri lebih dulu kepada teman-teman sekelasnya, tapi matanya tak sengaja menangkap sosok yang ia kenal.


deg


...****************...