
Setelah memadu kasih akhirnya mereka menyempatkan diri berenang bersama.
"Sayang, Geli" ketika tengkuknya di kecup Mahendra.
Mahendra tak pernah mau menjauhi istrinya. Walau umur mereka sudah hampir kepala empat namun keharmonisan rumah tangganya tetap seperti sedia kala.
Paku yang semula bengkok sekarang menjulang sempurna.
"Aby, kita berenang dulu ya, ntar baru main tancap paku lagi, hehehe" Mahendra pun tak menghiraukan perkataan Atika.
"Sayang, apa tak ada orang lain di villa ini"
"Just you n me, honey"
"Romy, sudah memesannya,hanya ada kamu dan aku. jika aku memanggil pelayan, tinggal tekan tombol saja di telpon villa ini" jelas Mahendra.
Mahendra pun memadu kasih di kolam renang villa, Mahendra yang agresif menancapkan kembali paku dengan hati-hati.
Hentakan paku membuat riak-riak di kolam renang membuat Atika melayang ke negri awan.
"Ahh.. aby,"
"Iya sayang"
Selama 17 tahun, mereka baru mencoba sensasi berbeda saat ini.
Paku-paku menancap sempurna, bunga yang indah membuat paku dengan semangat mengobrak abrik benteng yang selama ini belum pernah di buat seperti sekarang ini.
"Ahhh... ahh.. "
Mahendra bertambah semangat merusak bunga yang mekar, pakunya di buat menusuk lebih dalam lagi.
"Aahhh.. aby, aku tak tahan"
"Kita lepas bersama-sama sayang"
Akhirnya paku yang semula hati-hati di buat mahendra menancapkan berkali-kali dan lebih menancap sempurna.
Ughhhhhh
Mereka terkulai bersama di samping tangga kolam renang.
Keringat deras mengucur di dahi Mahendra dan Atika.
Sepasang sejoli yang sudah tak muda lagi, namun mereka tak mau kalah dengan umur mereka.
Mahendra pun membersihkan sisa-sisa permainannya. Dia sangat paham, dua kali mengerjakan bengkel orisinil Atika membuat Atika tak berdaya.
Diangkatnya Atika menuju ke dalam Villa, mereka akhirnya terlelap bersama.
Esok hari mereka akan berjalan-jalan melihat pamandangan Kota Bali yang indah.
Setelah melaksanakan sholat magrib dan isya, Atika dan Mahendra makan di dalam villa yang sudah di bawakan pelayan.
Setelah menyantap makan malam mereka tidur kembali agar besok ketika jalan-jalan, tubuh mereka fit kembali.
****
Keesokan harinya.
Atika yang sudah cantik sempurna berdiri menunggu motor yang di sewa mereka berdua.
"Sayang, jangan terlalu cantik, aku tak ingin semua mata memandangmu"
"Ish, aby, kita ini walau sudah tua, bukan berarti harus berpenampilan biasa. kalau mereka menatapku tapi ummy kan hanya selalu menatap aby"
"Benar ya, awas saja ummy merespon mereka" ujar Mahendra dengan posesifnya.
"Ya Ampun Aby, Ayo, itu motornya udah datang"
Mahendra mengenggam tangan Atika dengan posessifnya. Petugas Villa Ardem Resilvile Villa memberikan kunci motor kepada Mahendra. Mahendra pun segera menjalankan motornya.
Dia tak ingin jauh dari istrinya. Di lingkarkan tangan Atika di perutnya.
Mereka pun mengarah ke pantai kuta, pantai yang selama ini terkenal dengan keindahannya, bahkan banyak turis datang ke Bali hanya karena ingin menyaksikan keindahan dan keramahan Bali.
Di pantai kuta pun, mereka mencoba beberapa wahana pemacu adrenalin seperti berselancar, bahkan mereka tak segan-segan berfoto ria.
"Sayang, padahal jika kita ajak anak-anak, pasti sangay seru" ujar Atika yang kangen dengan anak-anaknya.
"Mereka lagi sekolah sayang, nanti jika mereka liburan baru kita ajak ke sini lagi, bagaimana" tanya Mahendra karena tak ingin istrinya bersedih mengingat ketiga buah hatinya.
"Bener juga ya by, nanti kalau selepas ujian semester, mereka kita ajak ke sini ya By"
"Iya sayang, aku janji kita akan ke sini lagi"
"Kamu ini, kita sudah have fun, namun kamu masih ingat anak-anak juga, tenang saja ada kedua orang tuaku"
"Iya by, maklum aku tak pernah berjauhan dengan mereka bertiga By, jadi wajar saja"
"Baiklah,"
Setelah puas menikmati keindahan pantai kuta, mereka pun bergegas ke Karena di kawasan pariwisata Kuta Bali tersedia banyak tempat belanja. Seperti Beachwalk shopping mall, Lippo Mall Kuta, Discovery shopping Mall, serta toko-toko kecil yang menyediakan oleh-oleh khas Bali.
Mahendra selalu berada di samping Atika. Atika pun membeli macam-macam oleh-oleh untuk anak-anaknya, untuk kedua orang tuanya dan kedua mertuanya. Tak lupa dengan anak-anak panti Asuhan Mufidah bahkan Untuk Artnya.
Mahendra tetap semangat mendampingi istrinya. Setelah puas, mereka menitipkan belanjaan mereka di tempat titipan dan mereka menonton opera yang tak jauh dari pantai kuta sambil menunggi sunset di pantai kuta nanti.
Akhirnya selesai menonton opera, mereka kembali ke pantai kuta sambil menikmati sunset di pantai kuta.
Atika dan Mahendra berencana untuk Video call dengan anaknya.
Drrett
Aarash mengangkat dan mengajak kedua adiknya berbicara dengan Aby dan Ummynya.
"Assalamu'alaikum sayang"
"Waalaikum salam Ummy, Aby, kangen" manja Arsyla yang memang jika bersama ummy dan abynya dia selalu seperti itu.
"Ummy, Aby, kapan pulang" tanya Arsyla.
"Hus, ummy dan Aby baru pergi kemarin,kok sudah di tanya kapan pulang" ucap Aarash dengan mencubit pipi adiknya.
"Liat, ummy, aby, kk Aa nakal" aduan Arsyla kepada kedua orang tuanya.
"Jangan begitu Aarash, iya sayang, mungkin 1 minggu saja Aby dan Ummy akan berlibur nak"
"ih. lama banget Umny" gerutu Arsyla.
"Bagaimana kalau liburan kalian ke sini"
"Beneran ummy, Ays mau dong"
"Eh, kamu lupa kalau kita di sekolah ada tafakur alam" ingatkan Aarash.
"Oh, iya Ummy, lupa deh"
"Yah Sudah, kapan-kapan kalian kesini bertiga"
"Iya, Ummy, Aby. Bahagia selalu ya Ummy dan Aby. Pokoknya jangan sampai bertengkar ya"
"Sejak kapan ummy dan Aby bertengkar" ujar Aarash"
"Yah, ngak apa-apa, kan do'anya bagus"
"Ya sudah, kalian juga akur-akur ya, jangan bertengkar"
"Iya Ummy, Aby, siap"
"Aariz di mana" tanya Mahendra.
"Biasa Aby, ngadem di dalam kamar"
"Ya sudah, kalian jangan saling bertengkar ya" ucap Mahendra.
"Iya Ummy, Aby tenang saja"
"Kakek dan nenek mana" tanya Atika.
"Kakek lagi di kamar, nenek lagi membantu bi Asih menyiapkan makan malam Umny"
"Okelah kalau begitu, Ummy tutup dulu ya"
"Iya My, Assalamu'alaikum"
"Waalaikum salam"
Akhirnya kangen Atika terobati dengan menanyakan kabar ketiga buah hatinya.
Sambil menatap sunset di depan, mereka berdua berpelukan menikmati keindahan nuansa hangat di dekat pantai kuta.
Setelah matahari terbenam, mereka berdua kembali ke Ardem Resivile Villas tempat mereka berdua tinggal.
Besok mereka berencana untuk ke Ubud, rumah monkey di ubud, sekaligus mereka akan ke pantai yang dekat dengan Ubud.
Motor yang di kemudikan Mahendra membelah jalan dengan perlahan-lahan. Berhubung weekend sehingga macet pun tak dapat di hindari, beruntung mereka menggunakan sepeda motor yang di sewa Mahendra. Sehingga mereka bisa menyalip hingga mereka sampai juga di villa yang mereka tempati.
TBC...