MAHENDRA

MAHENDRA
Bab. 56



Setelah kata-kata sambutan Kakek Joni, Kakek Joni meminta agar Mahendra maju ke depan untuk menyampaikan sesuatu.


Mahendra segera berdiri dan langsung memberi sambutan.


"Bismillah..."


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh"


"Puji Syukur kehadirat Allah Subhanahuwataala, karena ridho dan karunianya kita masih di beri umur yang panjang sehingga masih bisa bertemu di tempat ini"


"Tak lupa sholawat dan salam saya haturkan ke hadirat nabi kita nabi Muhammad sallallahu 'alaihi wassalam semoga rahmatnya tercurah pada kita semua,"


"Di pagi hari yang cerah ini, marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan petunjukNya kepada kita sekalian, sehingga kita dapat berkumpul dan saling bertemu muka di tempat ini dalam suasana keakraban dan keceriaan. Berkat rahmat dan petunjuk-Nya saya dan Atika dapat menyelesaikan studi menjadi dokter dan kita semua dapat meraih kelulusan dalam menempuh ujian akhir,"


"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk kedua orang tuaku dan untuk Kakek Joni dan Kakek Rangga beserta Dokter Antony yang telah membimbingku dengan sabar dan telaten. Terima kasih untuk Kakek Joni yanh sudah mempercayakan saya menjadi CEO di perusahaannya, Sungguh ini merupakan rahmat yang besar bagi saya, dan saya wajib bersyukur dan rasa syukur saya pada pagi hari ini dapat kita wujudkan dalam acara silaturrhami, melakukan sujud syukur bersama-sama dengan penuh keceriaan tanpa melakukan tindakan hura-hura. Kita membagi kegembiraan bersama anak-anak yatim piatu untuk kita ajak makan bersama dan kita berikan santunan dan sedikit bingkisan,"


"Saudara sekalian yang saya cintai, keberhasilan dan kelulusan saya dan Atika pada jenjang pendidikan Dokter yang kita raih ini. Tentu kita tidak sepakat kalau kita rayakan dengan pesta hura-hura yang justru akan mengundang murka Allah Subhanna huwata'ala. Saya mesti sadar bahwa tugas di masa depan sebagai generasi tunas bangsa masih banyak dan menunggu kehadiran kita dengan penuh kesiapan untuk memikul dan melaksanakan tugas dokter ke depan yang lebih baik. Kesuksesan hari ini hendaknya mampu untuk saya jadikan sebagai pemicu untuk meraih sukses hari-hari berikutnya di masa depan nanti,"


"Pada kesempatan ini juga saya tak lupa mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada para bapak dan ibu guru, Dokter Antony yang telah mendidik saya, membekali dengan ilmu pengetahuan, sungguh jasamu begitu besar yang tidak mampu saya membalasnya. saya hanya bisa berdo'a semoga amal bakti bapak dan ibu mendapatkan balasan yang lebih baik dari Tuhan Yang Maha Kuasa,"


"Tak lupa pula, saya sampikan banyak terima kasih kepada adik-adik yatim piatu yang sudi hadir bersama kami dalam acara tasyakuran ini atas nama saya pribadi dan keluarga saya sekalian dan tentunya kepada Kakek Joni, bila ada hal-hal yang kurang berkenan di hati kami minta maaf yang sebesar-besar."


"Akhirnya, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh"


Prok! prok! prok!


Riuh tepuk tangan terdengar, Mahendra memeluk Kakek Joni.


"Trima kasih kek, Kakek lebih mempunyai jasa kepada saya,"


"Itu sudah kewajibanku nak, jangan sia-siakan kepercayaanku"


"Baiklah kek, aku akan benar-benar bertanggung jawab dalam mengelola perusahaan kakek"


"Aku percaya padamu, nak"


Akhirnya Kakek Joni dan Mahendra berbagi dengan anak yatim piatu di yayasan misfalah. Anak-anak begitu senang mendapat bingkisan. Setelah itu mereka pamit kepada semua orang.


***


Tibalah mereka akan pulang ke rumah masing-masing.


"Rangga, bagianmu telah aku sendirikan,"


"Tidak kak, itu bagiannya Mahendra. aku ikhlas, aku tak butuh harta lagi. Yang aku butuhkan hanya kasih sayang kalian saja."


"Aku serahkan semuanya kepada Mahendra" lanjut Kakek Rangga lagi.


"Persiapkan berkasnya akan aku tanda tangani"


"Kakek Rangga, tinggallah bersama kami, untuk rumah di Desa Suka Maju. Buatlah rumah untuk para hafiz al-qur'an" tawar Mahendra.


"Mmmm... " Kakek Rangga memikirkan tawaran Mahendra.


Kakek Rangga juga berat untuk naik kendaraan lagi. Traumanya cukup parah.


"Iya Kek, biar kami saja yang kembali ke desa" ujar Dokter Antony.


"Jika Kakek menolak untuk tinggal di mansion, kami orang tuanya Mahendra pun keberatan untuk tinggal di mansion" ucap Pak Tohar ayahnya Mahendra.


"Jangan memikirkan apapun Rangga, mansion ku sangat luas, biar kita tinggal bersama-sama kedua orang tua Mahendra agar di masa tua kita tidak hidup sendiri"


Kakek Rangga terdiam dan akhirnya menganggukkan kepalanya, tanda dia menyetujui usul Mahendra dan Kakek Joni.


"Alhamdulillah," ucap kedua orang tua Mahendra, Kakek Joni dan Mahendra. Mereka bersyukur jika semuanya bisa berkumpul kembali.


"Kakek, Kakek pulanglah bersama mereka dahulu, aku akan pulang bersama dengan Dokter Antony dan rombongan, setelah semua pakaian Kakek udah siap, aku akan balik ke sini sendirian" ucap Bi Asih.


"Asih, baiklah, kamu harus tinggal bersama kami juga"


"Tidak kek, aku hanya akan mengambil pakaian dan segala keperluan Kakek, setelah itu, aku yang akan menjaga rumahnya Kakek jika akan di ubah sebagai rumah para hafiz dan hafiza."


"Tidak Asih, kamu yang sudah mengenalku lama, aku tak biasa jika ada Art lain yang merawatku,"


"Bi, bibi ikut Kakek saja, untuk rumah yang di desa, bibi mintalah Fely yang mengelolanya saja, biar Fely bisa sambil belajar Al-qur'an" saran Mahendra.


"Bi, ajaknya keluarga Fely ke rumah itu, dari pada mereka harus bayar kontrakan lagi" ucap Kakek Rangga.


Setelah memikirkan saran Mahendra dan Kakek Rangga, akhirnya Bi Asih mau dan memgikuti saran mereka.


"Baiklah Kek, aku pergi dulu, setelah selesai di sana, baru saya ke mansion Kakek Joni"


"Iya bi, semua saya percayakan kepada bi Asih dan Pak RT" ucap Kakek Rangga.


"Trima kasih Pak RT sudah berkenan hadir di acara saya"


"Sama-sama nak Mahendra"


Mereka pun mengantarkan Bi Asih, Rombongan Dokter Antony dan Pak RT di Bis.


Kakek Rangga bersyukur karena acara Mahendra dia telah menemukan saudaranya yang terpisah jauh selama 5 tahun lamanya.


Kakek Joni pun begitu, dia bersyukur mansionnya akan lebih ramai tak seperti sebelumnya.


Setelah bis berangkat ke desa suka maju, Mahendra dan lainnya segera pulang ke mansion.


Setelah sampai di mansion, Kakek Joni menyuruh Kakek Rangga untuk beristirahat di kamar yang telah di persiapkan Art, setelah sebelumnya Kakek Joni menelpon artnya agar mempersiapkan kamar tidur untuk Kakek Rangga.


"Alhamdulillah, kamar ini masih seperti sebelumnya"


"Iya dek, aku tak merubah apa pun, hanya setiap hari aku menyuruh asisten rumah tanggaku membersihkan kamarmu selalu"


"Mahendra, trima kasih, kalau bukan acaramu, aku tak bertemu dengan Kakakku"


"Sama-sama kek, itu memang sudah jalan takdirnya kita"


"Benar sekali nak"


Mereka pun bercengkerama di ruang keluarga setelah melihat kamar Kakek Rangga. Seketika serasa keluarga Kakek Joni dan Kakek Rangga telah lengkap. Walau tak ada anak cucu tapi mereka bersyukur bertemu dengan keluarga Mahendra.


TBC...