
"Ummy, bajunya di paking semuanya?" tanya Mahendra.
"Sudah semua by"
"Romy kok belum datang Sih" gerutu Mahendra, sebentar lagi jam keberangkatan mereka akan segera berakhir.
Tin! tin! tin!
"Itu sepertinya Romy, Aby"
"Ayo, turun ke bawah, mereka sudah menunggu kita di lantai bawah, biar Aby yang bawa kopernya"
"Baiklah"
Tak lama pelayan si bejo datang ingin membantu Mahendra.
"Sini Tuan, biar saya yang bawa kopernya"
"Ayo, Sayang"
Bahagia mereka berdua akan berlibur ke Turki, mereka sudah merencanakan jauh hari sebelumnya.
Drerrrttt.
"Ummy, sepertinya ada yang menelponmu"
Atika pun melihat handphonenya ternyata panggilan dari klinik.
"Dari klinik By" jawab Atika
"Coba kamu angkat saja" saran Mahendra.
"Baiklah"
"Assalamu'alaikum, Rahma. Ada apa?"
"Ini Dokter, ada pasien urgent. Ibunya pendarahan hebat, kami sudah memberi obat untuk menghentikan pendarahan, namun ibunya tetap mengeluarkan darah yang banyak Dok" jelas Rahma suster yang ada di klinik Atika.
"Apa Dokter Anita tidak datang?"
"Dokter Anita sakit dokter, beliau sudah mengirimkan surat sakitnya"
"Dokter Mita?"
"Dokter Mita juga belum datang, Dokter"
"Astagfirullah, baiklah aku akan segera kesana"
Mahendra memberi isyarat, bertanya ada apa.
"Sayang, sepertinya perjalanan kita di tempat tunda dulu" lirih Atika.
"Ada apa sayang?" Tanya Mahendra.
Dia penasaran apa yang terjadi dengan klinik Atika.
"Ada pasien yang urgent sayang, aku harus kesana.Dokter yang bertanggung jawab di klinik lagi sakit, sehingga aku harus standbay ke sana"
"Baiklah, kita jalan-jalan lain kali saja. kehidupan orang lebih penting dari kebahagiaan kita"
"Sayang, jangan marah ya"
"Iya Ummy, kita akan lebih bahagia jika menolong lebih banyak orang"
"Trima kasih sayang" Atika bergelayut manja dan mencium tangan Mahendra.
Atika langsung bergegas ke Kliniknya yang tak jauh dari rumahnya.
"Bos, bagaimana penerbangannya" Tanya Romi karena melihat Atika langsung pergi daru rumahnya.
"Kamu cancel aja ya, aku akan menyusul istriku di klinik"
"Baik Bos"
Akhirnya honeymoon Atika dan Mahendra terpaksa di batalkan, sudah 3 kali seperti ini.
Keadaan Atika seorang Dokter memang mewajibkan dirinya untuk selalu berada di kliniknya.
Atika memang punya Klinik yang sangat bersar seperti rumah sakit.
***
Atika dengan cekatan memberi pertolongan kepada pasien.
"Suster, jalan satu-satunya kita harus secepatnya melakukan oprasi ceacar agar anak ini bisa di selamatkan"
"Baik Dokter, saya akan menyiapkan segalanya"
Dokter Atika pun menemui keluarga pasien.
"Keluarga Ibu Ani?" panggil Dokter Atika.
"Saya Dokter, bagaimana dengan istri saya"
"Sepertinya ibunya harus secepatnya dilakukan operasi pengangkatan anaknya, setelah saya periksa, anaknya masih bertahan hidup"
"Tapi Dokter, saya tak punya biaya untuk operasi"
"Aku akan gratiskan, asal kami bawa surat dari RT dan kelurahan tempat tinggalmu"
"Baik Dokter terima kasih" ucapnya haru, suami Ibu Ani meneteskan air matanya.
"Aku akan buat surat dan kamu ke ruangan saya untuk tanda tangan, berdo'alah semoga istrimu baik-baik saja"
"Iya Dokter, terima kasih lagi, aku sangat bersyukur bertemu dengan dokter yang baik sepertimu"
Atika pun menuju ke ruangannya, dia langsung membuatkan surat rekomendasi persetujuan operasi ceasar.
Setelah di tanda tangani, Atika segera menuju ke ruang operasi.
"Bismillahirrohmannirohiim"
Dengan hati-hati Atika melaksanakan kewajibannya. Dia tidak ingin ada resiko fatal dengan pasien.
Keringat deras mengucur di pelipisnya dan perawat setia mengelap keringat Dokter Atika.
Dengan kemantapan hatinya mengangkat sosok mungil yang ada di dalam perut pasien.
Oweekkk oweekk..
"Alhamdulillah, kita berhasil"
"Bagaimana keadaan ibunya?" tanya Atika.
"Stabil Dokter"
"Syukurlah,"
Dokter Atika melakukan pembersihan kantong janin dan perut pasien agar tak ada darah yang tersisa bekas oprasi.
Perlahan-lahan di lakukan jahitam di bekas belahan, akhirnya pekerjaan Atika berhasil
Dokter pun keluar dari ruang oprasi.
"Dokter bagaimana keadaan istri saya"
"Alhamdulillah, semuanya baik-baik saja, dan selamat anak anda perempuan yang sangat cantik" ucap Atika.
"Trima kasih Dokter, aku berhutang budi kepada Dokter"
"Tak ada hutang budi, itu sudah kewajibanku menyelamatkan seseorang"
"Walau begitu, saya sangat berterima kasih kepada dokter"
"Jika kamu memang ingin balas budi, sayangilah anak dan istrimu dengan baik. Anggap itu penebus hutang budi kepadaku,bagaimana?" saran Atika.
"Saya siap dokter, terima kasih"
"Ya sama-sama, aku pergi dulu. Assalamu'alaikum"
"Waalaikum salam" balas suami pasien.
"Ya Allah, limpahkan kebahagian untuk dokter Atika ya Rabby" batin suami pasien itu di dalam hati.
Atika melihat jam tangan, waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore.
"Yah, gagal lagi untuk aku liburan" gumamnya.
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikum salam"
Atika tak menyangka jika suaminya mau menyusul di rumah sakit ini.
"Aby, kok ada di sini?" tanya Atika yang kaget kedatangan suaminya.
"Udah selesai oprasinya?" bukannya menjawab malah Mahendra bertanya kepada Atika.
"Sudah, by. Barusan selesai"
"Kalau begitu bisa kita pergi dari sini?" tanya lagi Mahendra.
"Emang mau kemana?" tanya balik Atika yang heran Mahendra mengajaknya pergi.
"Pokoknya kejutan"
"Baiklah, ummy siap-siap dahulu"
"Iya sayang"
***
Tibalah mereka di Bandara. Sekarang Mahendra dan Atika sedang meninggalkan Bandara Ngurah Rai Bali. dan sudah di hotel yang telah di pesan Romy.
Mereka tak jadi ke Turki, karena tak ingin Atika bersedih, terpaksa Mahendra mengikuti saran kedua orang Tuanya.
Mahendra pun menceritakan kepada Atika, mengapa mereka sampai ke Bali.
flashback On.
"Atika, mau kemana Mahen" tanya Ibu Nanda.
"Atika mau ke klinik Bu, kami tak jadi berlibur di Turki"
"Mungkin ada pasien yang gawat Mahen, sebaiknya jika sudah selesai tugas Atika di klinik, lebih baik kamu ajak saja Atika ke Bali"
"Bali?" tanya balik Mahendra.
"Iya, penerbangan ke Bali kan masih ada. Biar istrimu bahagia"
"Bener juga, trima kasih bu, Ibu yang terbaik" peluk Mahendra.
Akhirnya Mahendra menelpon Romy untuk segera membooking Tiket Bali untuk Atika dan Mahendra.
Kebetulan tiketnya masih ada dan Romy segera memberitahukan kepada Mahendra.
Mahendra menelpon suster di klinik, kata suster Atika lagi melakukan pembedahan untuk iti Mahendra menyuruh suster itu menghubunginya jika Atika telah selesai melakukan oprasi ceacar.
Flashback Off.
"Jadi Ibu yang mempunyai ide ini?" tanya Atika.
Mahendra menggenggam tangan istrinya, di tatapnya wajah cantik istrinya.
"Bagaimana sayang, apa kamu bahagia?"
"Aku sangat bahagia Aby, ini kejutan liburan yang sangay indah"
"Persiapkan dirimu untuk malam ini, aku ingin kita berdua menikmati indahnya liburan di sini, aku ingin memberi kesan yang tak akan kamu lupakan di sini sayang" di kecupnya tengkuk Atika yang telah terlepas hijabnya.
"Ahhh, geli by"
Atika terhanyut dengan perlakuan Mahendra.
Bibir ranum Atika mengeluarkan suara d****han yang membuat semangat Mahendra.
Malam ini di awali dengan ritual yang membuat mereka melayang ke negeri awan.
TBC...